TRUE LOVE For MAYA

TRUE LOVE For MAYA
KEMBALILAH KEPADA SUAMIMU



"Anri ikut Daeng." Lexsus menahan tangan Dina saat wanita yang tengah menahan cemburu itu melangkahkan kaki masuk ke dalam kamar. Selama makan Dina tak banyak bicara.


"Daeng tidak akan bicara kepada Ape kalau Anri tidak mau mendampingi." Lexsus menahan tubuh Dina


"Jangan ajak Dina Daeng.. Kalian butuh waktu berdua untuk bicara." Dina menepuk pelan dada Lexsus, saat pria itu merangkul pinggangnya dan saling berhadapan.


"Hubungan kami sudah selesai Anri, percayalah dengan Daeng. Di hati Daeng saat ini dan untuk selamanya sudah tersimpan satu nama dan terpahat dengan kuat, hanya Anri seorang." Lexsus membawa tangan Dina untuk di tempelkan di hatinya. Dina cukup terkejut saat pria pendiam itu banyak bicara, menumpahkan isi hatinya.


"Anri percaya Daeng." mengusap pipi Lexsus, Dina tersenyum tulus, walau ada sedikit getir yang tengah di rasakan dalam hatinya, saat mengetahui ada sesosok wanita yang menginginkan calon suaminya. Dina menyadari keduanya memiliki masa lalu yang belum terselesaikan dan harus segera di akhiri. Dan tak di pungkiri, ada rasa cemburu yang tengah membelenggu.


"Temuilah dia Daeng.. Neng Dina akan menunggu pujaan hatiku yang tampan dan manis ini di dalam kamar." berusaha mencairkan suasana, Dina mencubit gemas pipi Daeng. Pria dingin berwajah datar yang terlihat menakutkan. Tetapi akan selalu hangat saat bersamanya.


"Temuilah.." Dina balas menatap sorot mata tajam Daeng saat menatapnya.


"Mencintaimu membuatku kuat.. Membuatku bersemangat.. Jangan ragukan itu Anri. Aku cinta kamu.. Aku ingin kamu tau itu. Setiap hari aku selalu berbisik kepada alam semesta agar selalu menjaga orang-orang yang aku cintai, khususnya Anri.. Aku bisa menemukan kedamaian saat bersamamu."


"Jagalah selalu cinta kita Anri." Dina memejamkan matanya, saat Lexsus mengecup keningnya penuh dengan rasa cinta yang besar.


Sampai hari ini, sosok Dina tidak pernah bertanya dan mempertanyakan apa yang di miliki Lexsus. Bahkan Dina tidak tau seberapa banyak harta yang di miliki kekasihnya, yang ia tau Lexsus adalah orang kepercayaan Lingga, dan bekerja kepada Sutan Lingga


Itulah mengapa Lexsus semakin mencintai Dina.. Karena tidak banyak perempuan di jaman sekarang yang tidak mempermasalahkan materi yang di miliki pasangannya.


"Tunggu Daeng.."


Dina menganggukkan kepala saat Lexsus melepaskan rengkuhannya.


Di saat Lexsus sedang bicara dengan Dina, Ape sedang menangis tak berhenti, wanita itu tidak mau pulang, ia memaksa menunggu di ruang tengah setelah menyelesaikan makannya yang tidak di lanjutkan.


Wanta itu meminta penjelasan, Ape masih belum percaya kalau cinta Lexsus untuknya sudah hilang dan berpindah ke perempuan lain. Ia terlalu percaya, lebih tepatnya terlalu percaya diri bahwa Lexsus tidak akan bisa melupakannya. Hari raya pertama yang dinantikan akan bisa bertemu dengan Lexsus dengan penuh kebahagiaan, hancur berantakaan saat ada wanita lain yang ikut pulang bersama Lexsus. Hatinya hancur merasa tidak terima saat Lexsus menyatakan wanita itu ( Dina ) akan menjadi calon istrinya.


Indo Senna berusaha membantu menenangkan Ape yang tidak bisa menahan tangisnya. "Ape, dengarkan Indo. Bukankah kalian sudah lama berpisah? Ape yang memutuskan meninggalkan Lexsus saat itu, walaupun keputusan Ape di dasari karena keinginan Indo dan Ambo Ape.."


"Daeng Lexsus berhak menentukan pilihannya.. Putra Indo berhak bahagia.. Ketika hatinya sudah memilih wanita lain, Indo harap Ape bisa berbesar hati.. Kalian masih bisa terus menyambung silahturahmi sebagai teman dan saudara."


Dengan penuh kelembutan, Senna mencoba memberikan pengertian kepada Ape yang masih belum bisa menerima keadaan yang terjadi.


"Tapi, Indo.. Ape sangat mencintai Daeng.. Ape memutuskan untuk pergi dan berpisah dengan Lakkai hanya demi Daeng.. Ape lakukan karena Ape tidak bisa melupakan Daeng Lexsus. Ape mohon Indo, bicaralah kepada Daeng agar tidak meninggalkan Ape. Kalau memang Daeng ingin menikahi wanita itu ( Dina ) jadikan Ape istri keduanya."


Indo menarik napas dalam-dalam saat mendengar penuturan Ape. "Indo tidak bisa memaksakan kehendak, Indo hanya menginginkan kebahagiaan putra Indo. Apapun keputusannya, Indo akan mendukungnya. Tetapi yang Ape harus tau, tidak akan ada wanita yang mau di bagi cinta dan kasih sayangnya."


"Cobalah untuk mengerti Ape.. Akan ada kebahagiaan yang akan kamu dapatkan di kemudian hari dengan laki laki lain.. Tetapi bukan dengan Lexsus."


"Tidak, Indo.. Ape mohon.. Ape tidak mau di tinggalkan.. Ape harus bicara dengan Daeng." Ape tetap dengan pikirannya


"Jangan seperti ini Ape… ini hari raya, sebentar lagi akan ada banyak tamu yang akan datang. Jangan menangis ya… tunggulah disini, Indo akan memanggil Lexsus. Tapi Indo mohon kepadamu Ape.. Apapun keputusan putra Indo, Ape harus bisa menerimanya."


Lexsus datang menemui Ape sebelum Indo menyusulnya ke kamar, satu kamar yang di siapkan Indo untuk Dina.


"Daeng.." Ape langsung beranjak memeluk Daeng ketika pria itu menemuinya.


"Biarkan seperti ini Daeng, Ape mohon.. Ape sangat merindukan Daeng.. Tiga tahun Ape tidak bisa melupakan Daeng. Ape menunggu." wanita itu bicara dengan mata yang basah karena tangisannya.


"Katakan kalau Daeng masih sangat mencintai Ape.. Katakan Daeng! Katakan.."


"Lepaskan dulu tanganmu Ape.. Kita bicara, tapi tidak harus seperti ini."


Indo memilih ke belakang, ia menyerahkan sepenuhnya kepada sang putra agar bisa menyelesaikan masalahnya dengan wanita yang masih sekampung itu. Lexsus meminta Ape untuk duduk berhadapan dengannya..


"Ape dengarkan Daeng.. Sudah aku ikhlaskan saat Ape lebih memilih menuruti keinginan Indo dan Ambo Layang ( orangtua Ape ) di saat itu juga, Daeng anggap hubungan kita sudah selesai."


"Awalnya memang terasa sakit, butuh waktu untuk bisa melupakan wanita yang kita cintai.. Tetapi berjalannya waktu, rasa itu sudah benar-benar hilang.. Dan saat ini, Daeng sudah memiliki Anri Dina yang akan menjadi istri Daeng. Aku sangat mencintai wanita itu Ape.. Sangat.."


"Ape harus bisa, menerima apapun yang menjadi keputusan Ape dahulu.. Apapun masalah dan alasanmu berpisah dengan Lakkai mu ( suamimu ) jangan libatkan aku di dalamnya.."


"Itu tidak benar Daeng.. Ape tau Daeng sangat mencintaiku.." Ape bicara menatap Lexsus


"Ya, aku memang pernah mencintaimu dulu Ape… tapi rasa itu sudah hilang saat aku mengikhlaskan kamu untuk di miliki laki-laki lain.."


"Cinta itu udah lama hilang sebelum aku bertemu dengan Anri Dina.."


"Jalanilah hidupmu Ape… ikhlaskan segalanya.. Kita tidak berjodoh.. Jangan menyakiti hatimu hanya untuk menungguku.."


"Apa karena wanita itu Daeng?"


"Tidak… rasa itu hilang tidak ada sangkut pautnya dengan Anri Dina.. Jangan libatkan dia.. Dia bahkan baru mengetahui masalah kita saat ini.."


"Jadikan aku yang kedua Daeng.." Ape memohon kepada Lexsus.


"Ape rela di bagi cintanya… asalkan Daeng tidak meninggalkan Ape.."


Ape berusaha meraih tangan Lexsus.. Tetapi Lexsus menghindar agar tangan Ape tidak menyentuhnya lagi. Ada sosok wanita di dalam kamar yang harus ia jaga hati dan perasaannya.


"Tidak Ape.. Daeng tidak ada niat untuk memiliki dua istri. Aku katakan sekali lagi. Aku sudah tidak mencintaimu.. Urusan kita sudah selesai.."


"Kembalilah kepada suamimu."


"Jalanilah hidupmu dengan baik… kamu harus bisa melupakan masalalu kita, bukalah lembaran baru dengan keluargamu.. Begitupun aku.


Kita harus bahagia dengan keputusan dan pilihan kita.. Jangan di sesali keputusan yang telah kita ambil. Masa itu sudah berakhir."


"Pulanglah.. Tidak baik di lihat orang.. Ape harus bisa menjaga nama baik dan harga diri sebagai wanita...."


****


Bersambung ❤


Untuk part Lendra dan Hena sabar yaa... Likenya jangan lupa yaa...