The Beauty Of A Contract Marriage

The Beauty Of A Contract Marriage
Chap 95 Kembali



"Kok ngambek?" tanya Kevin.


"Habis Ken malu-maluin."


"Aku minta maaf. Lain kali aku gak akan gitu lagi deh."


Anna membuang muka dengan kesal. "Anna jangan gitu dong. Aku minta maaf ya." Kevin meraih tangan Anna dan menggenggamnya erat.


Anna melirik ke arah Kevin dengan bibir maju beberapa senti. "Kok bibirnya gitu?" tanya Kevin.


"Kenapa? Mau bilangin aku jelek?"


"Gak. Aku jadi pengen cium kamu," jawab Kevin. Anna menaikkan sebelah alisnya.


Sedetik kemudian Kevin benar-benar mengecup bibir Anna. Anna bahkan terlihat kaget.


Kevin tersenyum yang tersenyum jahil, membuat Anna gemas.


"Dasar nakal." Anna mencubit pipi Kevin dengan keras.


"Auw. Sakit Na."


"Biarin siapa suruh nakal."


Untungnya mereka sudah duduk di atas mobil. Jika tidak, mungkin Anna akan makin malu karena tindakan Kevin tadi.


"Sudah mau pulang?" tanya Kevin. Anna menggelengkan kepala?


"Mau ke mana lagi? Kamu gak boleh terlalu capek loh." Anna tidak langsung menjawab.


"Aku pengen sama Ken lebih lama lagi." Anna akhirnya menjawab setelah berpikir sekian detik.


Belum sempat membalas perkataan Anna, ponsel Kevin berdering. Nama Nenek tertera di atas layar.


"Bentar ya," kata Kevin pada Anna.


"Kenapa Nek?" Kevin menjawab panggilan telponnya.


"Kamu ada di mana?"


"Lagi ada keperluan di luar kantor. Ada apa?"


"Kamu pulang sekarang juga. Ada hal penting yang harus dibicarakan."


"Harus banget sekarang? Aku masih harusa antar... "


"Pokoknya harus pulang sekarang." Nenek Ratih memotong Kevin.


Kevin tak bisa menolak lagi.


"Gak apa-apa kalau kita gak langsung ke rumah Clarence?" tanya Kevin pada Anna.


"Gak apa-apa," jawab Anna pelan.


Nenek Ratih mendengar suara perempuan yang terdengar samar. Langsung saja Nenek berpikiran negatif.


"Kamu lagi sama siapa?" tanya Nenek. Belum juga Kevin menjawab, perut Anna berbunyi dengan keras. Mengalihkan perhatian Kevin.


Anna tersenyum cengengesan. "Udah lapar?" tanya Kevin mengabaikan telponnya. Anna mengangguk pelan.


"Kevin. Kamu sama siapa itu?" teriak Nenek dari telpon. Kevin masih mengabaikan telponnya.


"Mau makan apa? Biar aku suruh orang rumah masak."


"Aglio Olio." Kevin mengernyit.


"Itu saja?" tanyanya. Anna mengangguk cepat.


"Gak makan sayur?" tanya Kevin lagi.


"Kan bisa dicampur ke pastanya."


Kevin beralih lagi ke telponnya. "Nek bisa suruh koki di rumah buat masak aglio olio?"


"Kenapa kamu tiba-tiba mau makan itu lagi?" tanya Nenek ketus.


"Atau aku bicara sama kokinya saja deh."


"Eh, gak usah. Pokoknya kamu pulang saja sekarang," perintah Nenek.


"Kalau gak dimasakin makan malam Kevin gak mau pulang."


Dengan kesal Nenek meneriaki kokinya. "Iya Pak," sapa sang koki.


"Saya minta dibuatin aglio olio, pakai sayur ya. Terus sekalian chicken cordon blue."


"Corndog juga," seru Anna dari samping.


"Jangan terlalu banyak makan makanan olahan Na," Kevin protes.


"Keju kok pake ovomaltine."


"Bikinin juga corndog keju pakai ovomaltine. Ingat ya semua harus dimasak sampai matang Awas kalau ada yang gak matang. Saya sampai rumah tiga puluh menit lagi, semuanya sudah harus siap." Kevin langsung mematikan telponnya.


"Sudah di matikan Bu." Si koki mengembalikan ponsel Nenek Ratih.


"Kok malah dimatikan sih."


"Udah gak apa-apa Nek. Kita gak buru-buru kok. Kita bisa sekalian makan malam di sini," saran Clarence.


"Gak apa-apa kok Nek," seru Cleo. Nenek menghela nafas panjang.


Tiga puluh lima menit kemudian, Kevin sudah memarkir mobilnya di teras. Nenek yang sedari tadi menunggu, langsung keluar begitu mendengar suara mobil.


"Kevin kamu ini ke mana saja? Kata Alex kamu pulang duluan." Nenek langsung bertanya begitu melihat Kevin keluar mobil.


"Antar tuan putri ke dokter," sahut Kevin memutari mobil.


"Tuan putri siapa?" tanya Nenek kesal.


Kevin membantu Anna turun dari mobil. "Anna?" Nenek langsung sumringah dan datang mendekat dan memeluk Anna erat.


"Halo, Nek. Maaf baru pulang sekarang."


"Ini sudah berapa bulan?" Nenek Ratih mengelus perut Anna.


"Tujuh bulan enam hari Nek," jawab Anna.


"Makan malamnya sudah siap kan? Anna sudah lapar," tanya Kevin pada Nenek.


"Oh, biar Nenek cek dulu." Nenek Ratih bergegas pergi mengecek dapur.


"Ternyata udah baikan toh." Clarence langsung bersuara begitu melihat Kevin dan Anna. masuk.


"Ngapain kalian di sini?" tanya Kevin.


"Kita mau bawa good news banget buat kalian berdua," jawab Clarence antusias.


"Sini duduk." Cleo menupuk sofa di sebelahnya.


"Nanti saja. Anna harus makan dulu." Kevin segera mengarahkan Anna ke ruang makan.


"Astaga bucin parah," gumam Cleo.


"Udah deh kita makan saja dulu. Aku juga lapar." Clarence ikut ke ruang makan. Cleo mau tidak mau juga ikut mengekor ke ruang makan.


Anna terlihat sangat senang dengan makan malamnya. Aglio olio denga tomat cherry dan sedikit jamur.


Bukannya makan, Clarence dan Cleo malah ternganga memperhatikan Kevin dan Anna. Kevin benar-benar tidak membiarkan Anna ngapa-ngapain.


"Harus segitu banget?" tanya Cleo pada Kevin yang menyuapi Anna.


"Gak apa-apa lah. Anna juga senang kan," seru Nenek sambil tersenyum.


"Loh. Anna?" Alex baru bergabung di meja makan.


"Hai," sapa Anna.


"Aglio olio lagi?" Alex langsung protes melihat menu makan malam.


"Itu ada cordon blue," seru Kevin.


"Gak bosan makan ini terus?" tanya Alex.


"Gak," jawab Kevin dan Anna bersamaan.


"Kompak amat," ejek Calrence.


"Selama hamil aku sering makan ini," seru Anna sambil mengunyah. Kevin menyuapi cordon blue buat Anna.


"Orang ngidam memang gak bakal bosan. Yang temani makan yang bosan. Beberapa bulan ini Kevin juga cuma makan itu," Alex menjelaskan.


"Om Kevin juga makan fish and chip," Gita menambahkan.


"Aku juga ngidam fish and chip," balas Anna santai.


"Artinya kalian udah tahu dong?" Alex mulai makan chicken crdon blue. '


"Apa?" Kevin dan Alex menyahut bersamaan.


"Dasar pasangan bucin," seru Cleo.


"Kalian belum dengar soal Vanessa?" tanya Alex.


"Bisa gak merusak suasana?" tanya Kevin kesal.


"Ini justru berita yang bakal bikin kalian lebih bahagia dan lebih bucin lagi," seru Clarence.


"Maksudnya?" tanya Anna penasaran.


"Kamu bisa tenang Na, suamimu ini gak pernah macam-macam dibelakangmu," lanjut Clarence. Anna makin bingung.


"Entar saja kita cerita. Ada anak kecil di sini," Cleo memberi saran.


"Gita bukan anak kecil." Bibir Gita maju beberapa senti.


"Tapi kamu gak boleh dengar gosip ini dek," Clarence mengejek.


Setelah selesai makan, Gita diusir masuk ke dalam kamar. "Anak kecil gak boleh dengar," goda Clarence. Gita makin kesal.


"Kalian sebenarnya mau ngomong apa sih?" Kevin masih menyuapi Anna buah. Anna juga senang diperlakukan seperti ini.


Dengan menggebu-gebu Clarence menceritakan hasi mengupingnya. Tak lupa mereka juga memperdengarkan rekaman yang tadi siang.


next>>>