The Beauty Of A Contract Marriage

The Beauty Of A Contract Marriage
Chap 9 Persiapan



"Tuh kan, aku udah bilang. Kevin pasti bakal cariin kamu lagi," seru riang Julie.


Jumat malam, setibanya Julie dari Bandung, dia langsung mandi kemudian ngobrol sama Anna. Anna sudah cerita soal Kevin yang mau minta tolong lagi.


"Jujur ya Li, aku merasa aga terbebani gitu loh. Aku sebenarnya gak mau lagi bohong kayak gini. Aku takut kualat." ucap Anna


"Kan katanya Kevin yang bakal tanggung jawab. Jadi sekalian aja semua dosanya dia yang tanggung."


"Tetap aja Li, aku gak tenang"


"Aku tau. Jangan-jangan kamu takut bakalan jatuh cinta sama Kevin ya."


"Ngaco deh kamu Li. Sembarangan aja ngomongnya."


"Atau jangan-jangan kamu sudah jatuh cinta lagi sama dia."


"Dasar gila ya kamu Li."


"Udah ngaku aja deh Na. Aku bakalan dukung kamu kok."


"Gila. Mendingan aku tidur saja."


"Benar juga. Besok kita mau menguras tenaga untuk shopping, jadi hari ini harus istirahat yang cukup."


Keesokan harinya, di sebuah mall besar. Setelah makan siang yang singkat, Anna dan Julie mulai hunting dress.


"Kamu tuh Na, cocoknya pakai baju merah atau orange. Yang cerah-cerah gitu. Warna gelap juga boleh sih, itu bikin kamu kelihatan lebih seksi," celoteh Julie sambil menyusuri rak pakaian.


"Tapi kali ini kamu gak boleh pakai baju gelap. Pakai yang warna cerah aja," lanjutnya.


"Kenapa?" tanya Anna.


"Karena bisa-bisa keluarganya Kevin berpikir kamu mau datang ke acara pemakaman, bukan ke acara ulang tahun. Nanti di gampar lagi loh."


"Kayaknya kamu kebanyakan menghayak deh Li."


"Coba kamu coba yang ini dulu Na." Anna berkali-kali keluar masuk ruang ganti pakaian, sudah merasa pusing karena disuruh berputar terus sama Julie.


"No, yang ini jelek. Mending yang peach tadi. Coba ini lagi yang merah, sama ini yang biru muda."


"Li, bisa gak sih kita beli aja yang peach tadi. Capek aku tau."


"Bawel. Coba aja dulu itu."


Setelah tiga setengah jam berlalu, akhirnya ditemukan dress yang akan dibeli Anna.


"Harganya sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu rupiah, mau bayar pakai apa bu?"


"Ada diskon gak?" tanya Anna.


"Gak usah tanya diskon, pakai aja tuh infinite card. Susah amat sih," usul Julie.


"Gak usah."


"Kalau menggunakan kartu infinite dari RBG Bank dapat diskon 15% bu." sela si kasir


"Coba lihat, kartunya." Julie mengulurkan tangan.


"Nah, pas banget RBG Bank Infinite card," lanjut Julie sambil memberikan kartu ke kasir.


"Transaksinya menggunakan pin atau tanda tangan."


"Pin," jawab Anna.


"Kamu di kasih tahu nomor pin-nya? Hebat," goda Julie.


"Berisik," balas Anna.


"Kenapa lesu amat sih Na."


"Ini yang di tangan aku beban tau." Anna mengangkat kantongan belanjanya.


"Kamu kan udah dipercayakan kartu infinite beserta pin, artinya kamu disuruh belanja sepuasnya."


"Kalau barangnya mahal begini, aku gak tenang kalau gak pakai uang sendiri."


"Yang punya saja gak keberatan."


"Jangan sok tau deh Li. Udah, cari tempat nongkrong aja deh."


Selagi Anna dan Julie berpikir mau nongkrong di mana, Anna melewati toko jam yang menarik perhatiannya.


"Li, singgah sebentar di sini yuk."


"Kamu mau beli jam baru Na?"


"Gak, bukan buat aku. Aku mau beli buat kado."


"Bukannya si Kevin bilang gak perlu bawa kado ya?"


"Gak enak juga kali Li kalo gak bawa apa- apa."


"Ia sih."


Mata Anna terhenti di etalase dengan beberapa jam saku di dalamnya.


"Jam sakunya berapaan mas?" tanyanya.


"Tergantung bu. Untuk stok yang kami miliki saat ini, harganya mulai dari satu juta lima ratus ribu sampai sampai dengan lima belas juta rupiah."


"Wow, mahal juga ya," bisik Julie.


"Kalau yang ini berapa?" tanya Anna lagi.


"Dua juta lima ratus ribu rupiah bu."


"Boleh saya lihat?"


Anna mengamati jam saku yang dipilihnya.


"Saya ambil yang ini mas ya." Julie kaget mendengar itu.


"Yakin mau beli itu Na? Mendingan beli perhiasan saja deh."


"Aku maunya jam saku gimana dong."


"Terserah sih. Lagian bukan kamu yang bayar."


Anna menyodorkan kartu kredit pribadinya. "Bisa dicicil kan mas? Ada diskon ga?"


"Loh, kok gak pake si infinite?" tanya Julie.


"Aku yang diundang masa Kevin yang beliin kado."


"Aku yakin banget deh, kamu udah mulai bucin ke Kevin."


"Jangan ngaco deh."


Hari H


jam empat sore di kantor Anna.


"Anna telpon," panggil Windi.


"Selamat sore, dengan Anna ada yang bisa dibantu?"


"Ini Kevin."


"Kok nelfon di kantor? Dari mana juga kamu dapat nomor telpon kantor?"


"Aku cari di internet. Tadi aku ada telpon ponsel kamu tapi gak diangkat."


"Ia ponselku disilent, biasa aku gak dengar kalau ada telpon. Kenapa?"


"Aku sudah suruh sopir berangkat jemput kamu di kantor."


"Kok cepat amat sih."


"Dari pada nanti kamu terlambat, biar sopir aku yang nunggu."


"Aduh Ken, kamu malah makin bikin aku deg-degan tau."


"Tumben, biasanya kan kamu selalu percaya diri."


"Kali ini gak."


"Ya sudah, aku gak mau ganggu kamu kerja. Nanti jangan terlambat ya."


"Diusahakan."


Di tempat pesta.


"Nenek, selamat ulang tahun."


"Aduh, Vannessa kamu cantik sekali hari ini."


"Bu Ratih, selamat ulang tahun." papa Vanessa memberi selamat.


"Ini bu keluarga kami sudah mennyiapkan kado kecil." Ibu Vanessa memberikan kado.


"Aduh gak usah repot-repot."


"Sama sekali gak merepotkan kok nek," seru Vanessa manja.


"Anak bapak dan ibu Mahesa ini benar-benar manis sekali."


"Kak Kevin mana nek?" Vanessa bertanya setelah orang tuanya berbaur dengan tamu lain.


"Itu sana baru datang."


"Selamat ulang tahun nek." Kevin dan Alex bergantian memberi ucapan dan kado.


"Pacar kamu mana Vin?"


"Belum datang nek."


"Kamu gak bareng sama dia?"


"Kevin kan habis dari kantor nek. Anna juga kan kerja jadi sulit untuk datang bersama."


"Jangan-jangan cuma pacar settingan," ejek Vanessa.


Kevin memandang Vanessa dengan tatapan dingin.


"Kevin akan mencoba untuk telpon Anna dulu ya."


"Halo, Anna kamu sekarang di mana?" tanya Kevin.


"Ini aku sudah di tempat acara kok, sabar dikit. Ini aku baru mau masuk."


"Ini saya ada di dekat pintu masuk, tapi saya gak liat kamu."


"Acaranya di taman kan?"


"Ia sudah benar kok di taman. Kamu pakai baju warna apa? Biar saya yang cari kamu."


"Warna merah. Eh, bentar. Aku kayaknya bisa lihat kamu dari sini."


"Kamu di mana?"


"Ken." Suara Anna terdengar dari belakang Kevin.


next...!!!