
"Kenapa sih kamu tiba-tiba video call malam-malam?" tanya Cleo.
"Bantu aku," Clarence merengek.
"Bantu apaan?"
"Bantu aku pertemukan Kevin dan Anna." Cleo yang tadinya berbaring malas di sofa, langsung duduk tegak.
"Kamu tahu Anna ada di mana?" tanya Cleo. Clarence mengangguk pelan.
"Di mana?"
"Aku gak bisa bilang," jawab Clarence.
"Pelit." Cleo kembali berbaring di sofa.
"Aku sudah janji sama Anna gak akan bilang-bilang."
"Kalau kamu kasih tahu Kevin bukannya sudah ingkar janji?" tanya Cleo.
"Makanya aku mau cari cara, supaya mereka seperti gak sengaja ketemu. Aku kan gak mungkin tiba-tiba ajak Kevin ke rumah."
"Oh, jadi Anna sekarang di rumahmu?"
"Oops. Keceplosan." Clarence terkekeh riang.
"Keceplosan kepalamu," ejek Cleo.
"Aku emang gak sengaja kok," Clarence membela diri.
"Ngapain Anna di rumahmu?" tanya Cleo.
"Aku minta tolong jagaiin mama dan Nico. Sekalian ada yang awasin dia."
"Ngapain Anna mau diawasi?"
"Anna lagi hamil Cle."
"What?" Cleo bangkit dari posisi rebahannya.
"Kalau gak salah sudah lima bulanan gitu," sambung Clarence.
"Udah segede gitu? Selama ini dia di mana?"
"Selama ini Anna di Bandung sama Julie, sambil jaga cafe. Kamu tahu kan Julie juga kerja, ga bisa terus temani Anna. Kalau di cafe banyak yang bisa jaga Anna sih, tapi kalau lagi sibuk gimana? Siapa yang mau jengukin Anna di ruangannya?"
"Emang kalau di rumahmu bisa ada yang jagaiin?" tanya Cleo.
"Ada Nico. Kamu tahu kan Nico bisa banget diandalkan. Ada mama juga di rumah, sama Mbak. Mama juga gak ada kerjaan, bisa lah bantu jagaiin Anna dan Nico."
"Bukannya mama kamu habis operasi?" tanya Cleo.
"Ada suster yang jagaiin mama. Papa juga katanya belakangan pulang lebih cepat."
"Aku ada ide deh Ren," seru Cleo.
"Apaan?"
"Aku bisa ke rumah kamu dengan alasan jenguk mama kamu. Aku pura-pura aja gak tahu Anna ada di rumahmu."
"Terus?"
"Nanti aku akan tahan Anna di rumah kamu, terus gimana caranya kamu bawa Kevin ke rumah."
"Anna bisa curiga kita kerjasama stupid."
"Sebelum kamu bawa Kevin masuk, pura-pura telpon Anna tanya lokasi. Seolah-olah kamu mau pastiin Anna gak ada di rumahmu. Ngerti gak?"
"Intinya aku harus akting kan? Anna gak boleh tahu aku bawa Kevin. Kevin juga gak boleh tahu ada Anna di rumah," jawab Clarence.
"Jadi kapan eksekusinya?" tanya Cleo.
"Sekarang aku lagi jalan ke bandara. Besok aku tiba kira-kira jam tiga sore, waktunya bagus banget."
"Setuju," balas Cleo.
Pukul dua lewat tiga puluh menit, siang keesokan harinya, Cleo sudah memarkirkan mobilnya di basement apartemen Clarence. Karena akses lift ke apartemen Clarence dibatasi, Cleo menelpon mama Mei.
"Siang Mama Mei. Cleo sekarang ada di bawah mau jengukin mama, tapi gak bisa naik karena gak ada kartu."
"Astaga kok repot-repot sih nak. Ya sudah nanti mama suruh Mbak turun ya."
"Mbak? Bukannya Mbak jam segini biasanya jemput Nico ke sekolah?" tanya Cleo heran.
"Cleo?" Cleo berbalik ke arah datangnya suara. Walaupun sudah diberitahu Clarence, Cleo tetap terkejut melihat Anna.
"Em. Mbaknya gak usah disuruh turun. Aku udah ketemu Nico di bawah." Cleo memutuskan sambungan telponnya.
"Anna." Cleo langsung memeluk Anna.
"Kamu dari mana saja? Sudah berapa bulan?" Cleo mengelus perut Anna.
"Jalan enam bulan."
Cleo melirik ke arah Nico. "Siang Tante Cleo," sapanya.
"Tante Anna yang jemput kamu?" tanya Cleo. Nico hanya mengangguk.
"Sejak kapan kamu akrab sama Nico?" tanya Cleo.
"Hampir sebulan," jawab Anna singkat.
"Kok bisa?"
"Aku gak sengaja ketemu Ren. Dia yang ngajakin. Cleo sendiri ngapain ke sini?"
"Tadinya mau jenguk Mama Mei. Sekarang jadinya mau main sama kamu juga." Cleo tersenyum menatal Anna.
Mereka sampai di depan pintu apartemen yang ditinggali Nico. "Mama Mei." Cleo mencium pipi kiri dan kanan Mei.
"Cleo duduk dulu ya. Biar aku siapin minum," seru Anna.
"Gak usah repot-repot Na."
"Gak apa-apa kok," balas Anna. Cleo hanya tersenyum.
Setelah Anna tidak terlihat, Cleo mengambil ponsel dan mengirim chat singkat pada Clarence. 'Sudah ketemu.'
*****
"Aku gak mau tahu ya Vin, kamu harus jemput aku di bandara jam tiga siang. Gak pakai telat." Suara menggelegar Clarence terdengar dari ponsel Kevin.
"Kenapa harus aku sih? Suruh Alex saja, atau kukirimkan mobil. Memangnya mobilmu kenapa?"
"Mobilku rusak. Aku gak mau dijemput sama Alex ya. Apalagi sopir, harus kamu yang jemput. Kalau kamu nolak, aku batalin semua kontrak kita."
"Kamu lagi PMS ya?" tanya Kevin.
"Kalau iya emang kenapa? Awas ya kalau sampai telat." Clarence mematikan telpon dengan kasar.
Dan disinilah Kevin berada, menunggu Clarence di dalam mobil. "Ren kamu di mana sih?"
"Aku lagi jalan keluar dari bandara, mobilmu mana?
Kevin melihat kerumunan orang di dekat pintu keluar.
"Astaga mana banyak orang lagi," batin Kevin dalam hati.
Kevin memajukan mobilnya agar bisa dilihat Clarence. Begitu melihat mobil Kevin, Clarence langsung masuk ke kursi penumpang setelah menaruh barangnya di bagasi.
"Ngapain bengong jalan gih. Gak lihat banyak orang yang liatin?" Clarence langsung menegur Kevin yang melamun.
"Kenapa juga harus aku sih?" gumam Kevin.
"Mama cariin kamu. Sudah berapa lama dia operasi belum pernah kamu jengukin."
"Ya maaf, aku sibuk."
"Sibuk apanya? Jelas-jelas hari ini kamu pakai baju santai. Gak masuk kerja kan?"
"Tadinya mau istirahat di rumah," jawab Kevin.
"Antar aku pulang ke rumah ya. Sekalian jengukin mama."
"Siap boss," jawab Kevin lesu.
Clarence mengambil ponselnya, menelpon Anna. "Halo say, lagi di mana?" tanya Clarence. Anna sedikit terkejut dengan cara bicara Clarence.
"Lagi di rumah temani Nico," jawab Anna.
"Oh, gitu ya."
"Mungkin aku mau turun beli cemilan dulu sih. Agak lapar," seru Anna.
"Thats a good thing. Sekalian aja ajak Nico, siapa tahu dia juga mau nyemil."
"Yah, ada Cleo juga sih."
"Oh ya? Ngapain dia di sana?" Clarence terdengar kaget.
"Jengukin Mama."
"Ya udah, aku lagi jalan dari bandara. Mungkin tiga puluh menit lagi sampai. Kalau gak macet ya."
"Oke."
Clarence segera menulis chat untuk Cleo. 'Otw. Tiga puluh menit kalau gak macet. Anna mau ke groceries di bawah, pepet terus sampai aku balik.'
"Aku ke bawah dulu ya," seru Anna.
"Mau ngapain?" tanya Cleo.
"Mau beli stok cemilan. Nico mau ikut?" tanya Anna.
"Aku mau ikut," seru Cleo cepat.
"Boleh. Nico?"
"Saya juga ikut. Nenek gak apa ditinggal?" tanya Nico.
"Gak apa-apa kalian pergi saja," jawab Mei.
next>>>