The Beauty Of A Contract Marriage

The Beauty Of A Contract Marriage
chap 2 Ide Konyol



Chap 2


Alarm ponsel


anna berdering dengan keras, tapi bukannya bangun anna hanya mematikan alarmnya


dan tidur lagi.


Dua puluh


menit kemudian ponsel itu berdering lagi. Kali ini telpon masuk dari Julie.


anna berusaha menutup telinganya dengan bantal.


Akhirnya


anna menyerah dan mengangkat telpon dengan enggan, setelah Julie menelpon tiga


kali lagi.


"Halo,"


seru enggan anna.


"Lagi


di mana?" Julie berkata gusar


"Lagi


di kamar lah." Jawab anna


"Kamar?


Kamar mana? Kamar siapa?" Tanya cepat julie


"Memangnya


mana lagi, ya di kam...."


anna berhenti setelah sadar dia ada di kamar yang tak


dikenalinya.


anna segera bangun dengan rusuh.


"Auwwwww," seru anna memegang kepalanya.


"Na, kamu kenapa?" Tanya Julia khawatir


"Sakit kepala?....Ya, ia lah. Kamu tuh minum wine satu


setengah botol.


Sekarang kamu dimana?" Tanya Julie lagi


Bingung melanda anna, ketakutan datang setelah dia menyadari


hanya memakai dalaman saja.


"Oh my God. Li aku telpon sebentar lagi " jawab


anna panik


"Kamu kenapa?....” tanya Julie bingung


Dan telpon dari anna terputus.


“Ok, anna ayo kita ingat apa yang terjadi kemarin," seru


anna berbicara sendiri.


"Aku dan Julie ke resto di hotel minum wine. Kayaknya


aku sedikit mabuk ya? Terus.... Ah, ya kayaknya aku ketemu Andi. Aduh tapi


kayaknya aku gak sama Julie, aku sama cowok?" Makin lama nada suaranyanya


makin tinggi.


"Ya Tuhan, aku cuma ingat sampai situ dan aku sama cowok


gak dikenal?" anna panik.


Anna berpikir keras sambil memegang kepalanya yang sakit.


"Nothing happen," akhirnya dia berseru.


"Ia benar gak terjadi apa-apa kok anna. Kamu baik-baik


saja, badanmu gak aneh, ga berasa apa-apa dan yang lebih penting gak


berdarah." Berhenti sejenak, kemudian anna lanjut lagi,


"Ya, gak terjadi apapun. Aku cuma tidur


saja."lanjut anna


anna menarik nafas, mengambil ponselnya dan menelpon Julie.


"Li, kayaknya aku ada di hotel kemarin. Boleh jemput gak


sih, nanti aku cerita deh. Ia nanti tunggu di lobi saja ya." Ujar anna


setelah tersambung kepada julie


Setelah keduanya bertemu.


"Udah bisa jelasin ke aku sekarang?" protes Julie.


Sekarang mereka duduk di resto hotel sambil sarapan pagi yang


bisa dibilang telat.


"Kemarin aku habis angkat telpon, kamu tiba-tiba hilang.


Tas ditinggal di meja, handphone dibawa tapi gak diangkat. Kamu tau gak sih


berapa kali aku nelpon?" Tanya Julie kesal


"Nah, Kamu tidur sama cowok mana?" tanta to the


poin Julie


"Eh, gila kali. Emang kamu pikir aku ini cewek apaan sih


Li?" jawab cepat anna


"Terus cowok yang difoto kemarin itu siapa?" Tanya


Julia sambil memainkan alisnya


"Foto apaan?" anna bingung.


"Kamu kemarin kirimin aku foto bareng sama cowok, yang


gak aku kenal. Udah gitu gaya kamu itu loh, udah kayak kamu mau makan tuh


cowok. Nih, aku kasih liat buktinya." Julie menyodorkan ponselnya.


Anna menganga lebar melihat foto yang ditunjukkan Julie.


Anna menempelkan pipinya ke pipi seorang cowok yang gak


dikenal. Bahkan bibirnya yang sengaja dimajuin hampir saja kena bibirnya cowok


itu. Terlebih lagi latar belakang fotonya terlihat seperti ranjang hotel.


"Aku sudah gila." Ucap anna dengan tidak percaya


"Mau aku telponin RSJ atau psikiater gitu?" jawab


Julie.


Anna diam sebentar beberapa saat untuk berpikir.


"Gak ada," serunya setelah semenit.


"Apanya?" tanya Julie.


"Aku gak ingat apa pun Li.” Ujar anna


"Jadi ceritanya, kamu di manfaatin gitu? Cowok itu ambil


kesempatan? Wah, mumpung ada fotonya bisa laporin polisi loh."ujar Julie


santai


"Jangan gila dong Li." Jawab cepat anna


"Kalau misalnya kamu tiba-tiba hamil gitu, siapa mau


tanggung jawab?" Tanya Julie serius


Terdiam beberapa detik, anna menjawab.


"GAK AKAN…!."


 "Yakin


amat," protes Julie.


"Karena emang gak terjadi apa-apa Li." Anna  yakin lagi


"Kenapa kamu bisa yakin gitu?" Tanya julie


"Ya, kalau emang ada apa-apa pasti aku akan merasakan


sesuatu. Benar gak, dan yang paling penting. Gak ada darah sama sekali."


Jawab anna dengan yakin


"Ia, itu pengetahuan jaman kapan? Perawan


belum tentu berdarah tau." Jawab jengah Julie


"Ia tau, tapi aku benaran gak merasa apa-apa Li. Sumpah.”


Ujar anna meyakinkan julie


"Udah deh, mending hari ini aku balik aja lagi ke


Jakarta," usul anna.


 "Setuju sih,


senin kan kamu kerja jadi mending minggu besok istirahat saja yang benar. Mau


berangkat kapan?" Julie


"Sekarang aja deh." Anna


"Tapi aku gak bisa antarin loh." Julie


"Ia gak pa-pa. Tapi bulan depan jangan lupa ambil


cuti." Anna


"Ia tau, kita mau ke bali kan. Yuk, cabut aku bantu


cariin mobil." Julie


"Singgah beli kue ya, buat makan di jalan." Anna


"Pasti lah, kalau kamu telat makan pasti langsung kumat


maagnya." Lanjut Julie


Tidak butuh waktu lama anna sudah duduk diatas mobil menuju


ke Jakarta.


Bandung-Jakarta, tapi mobil berjalan lambat. Seperti biasa jalanan sudah macet


saja, tipikal akhir pekan.


Anna bersandar ke kaca mobil memperhatikan beberapa toko


kecil di pinggir jalan. Ada satu toko yang agak menyita perhatian, karena


sepertinya ada yang ribut.


Anna melihat ada nenek yang sedang dimarahi. Melihat nenek


itu, anna jadi ingat bibi Sari yang mengasuh anna dari bayi. Hanya bibi dan Erin


yang baik dan sayang pada anna.


"Aduh, sudah saya bilang saya gak mau jual jam ini ke


nenek." Ujar pedangang itu


"Kenapa bapak gak mau jual? Saya bisa bayar pak,"


protes nenek berpakaian sederhana itu.


"Orang seperti nenek mau dapat duit dari mana? Ini


barang antik, mahal harganya." Jawab sewot si pedagang


"Emang semahal apa sih pak?" anna muncul di


belakang nenek.


"Ini lagi anak ingusan dari mana?" ujar si pedagang


dengan emosi


"Pak, saya ini bertanya baik-baik loh." jawab anna


tenang


"Jangan- jangan kamu mau maling ya, komplotan sama nenek


ini." Tuduh pedagang itu


"Pak, ngomong yang sopan dong. Saya bertanya jamnya


harga berapa? Malah saya dibilangin maling." Emosi anna mulai terpancing


Bapak pemilik toko baru mau buka mulut untuk bicara, tapi


langsung dipotong sama anna.


"Oh, atau jangan-jangan bapak penipu ya. Bilangnya jam


antik harga mahal, tapi sebenarnya cuma barang rongsokan. Ngaku." Tebak anna


"Enak saja, ini barang asli tau." elaknya pedagang


itu


"Kalau begitu kenapa waktu ditanyaiin harga bapak gak


jawab?" Tanya anna. Orang-orang yang dari tadi menonton mulai mengiyakan


anna.


Melihat itu bapak pemilik toko buru-buru memberi pembelaan.


Anna sama sekali tidak ingin mendengar lagi dan menghampiri si nenek.


 "Nenek ke sini


sama siapa? Naik apa?" anna membawa nenek menjauh.


"Cuma sendirian nak, tadi naik mobil sewa." jawab


nenek


"Loh, kok sendirian? Anak sama cucu nenek mana? Mobilnya


mana?" Tanya anna heran


"Keluarga nenek semua sibuk. Sepertinya mobilnya sudah


pergi." Jawab nenek dengan raut muka lelahnya


Anna menatap nenek dengan kasihan dan kemudian mengajak nenek


ikut di mobil anna.


"Kalau begitu nenek ikut saya saja ya, saya juga naik


mobil rental sendiri. Nanti saya antar nenek sampai rumah ya, saya bukan orang


jahat kok." Tawar anna


Nenek dengan senang hati menerima tawaran anna.


Di mobil pun anna menawarkan kue dan camilan yang dibawanya


pada nenek bahkan pak sopir.


Rumah nenek ternyata searah dengan anna, sama-sama di jakarta


utara. Lebih tepatnya nenek di pantai indah kapuk, sementara anna di kelapa


gading.


Sepanjang jalan mereka tidak berhenti bercerita. Sebelum


turun dari mobil nenek berterima kasih pada anna bahkan menanyakan namanya. Dan


akhirnya anna bisa pulang dan beristirahat dengan nyaman.


Sementara itu disebuah cafe di Jakarta.


"Hei, Vin," panggil Alex.


"Sudah datang? Bagaimana file yang saya minta?"


Tanya kevin


"Santai dikit kenapa sih? Belum juga duduk sudah


ditanya. Ini juga hari sabtu loh, harusnya saya libur." Protes alex


"Alex." Ucap kevin


"Ya..?." jawab alex


"Posisi anda apa?" Tanya kevin dingin


"Sekretaris pribadinya pak Kevin." Jawab alex


"Jadi kalau atasan anda sedang bekerja, sekretaris


pribadinya melakukan hal apa?" Tanya kevin lagi


"Kerja juga pak," sahut Alex kesal.


Kevin tersenyum puas dan menghirup kopinya.


"Bagaimana dengan masalah kemarin?" Tanya kevin


"Masalah yang mana ya?" Tanya balik Alex.


"Wanita mabuk." Jawab kevin gusar


"Ah, wanita mabuk yang setelah ditolong maksa anda foto


nempel pipi, dan bahkan mengirimkan fotonya pada anda lewat bluetooth?


Untungnya client kita bersedia menunggu sebentar ya" Kevin  menatap Alex dengan dingin dan mengancam


"Kabarnya sudah check out dari tadi pagi." Lanjut


alex


"Anda memastikan bahwa wanita itu membayar biaya kamar


kan?" tanya Kevin semenit kemudian.


"Loh, bukannya dia tamu bapak ya? Saya kira pacar gelap


anda loh." Tanya alex terlihat bingung


"Anda mau saya pecat?" sahut kevin dengan kesal


"Saya benaran berpikir kalau dia tamu anda loh pak, jadi


tagihannya masuk ke anda." Alex tersenyum nakal.


Tapi senyumannya dibalas dengan tatapan kesal Kevin.


"Pastikan tidak rumor aneh yang beredar," perintah


Kevin.


"Tapi bukannya kalau ada rumor aneh akan menguntungkan?


Yah, walaupun memang tidak terjadi apa-apa. Tapi kalau banyak rumor anda


bersama dengan wanita, mungkin saja Vanessa akan mundur." Jelas alex


"Kalau nenek masih mendukungnya dia pasti akan tetap


maju." Sahut kevin dingin


"Tidak ada salahnya juga kan kalau dicoba." Usul


alex


"Tidak, saya tidak mau ada rumor aneh. Bereskan dengan


baik." Perintah kevin


 "Ok." Jawab


alex


 "File?"


Tanya lagi kevin


Dan alex langsung menyerahkan file yang diminta Kevin.


"Atau bagaimana kalau anda mencari wanita itu dan


memintanya pura-pura jadi pacar anda?" seru Alex tiba-tiba.


"Ide konyol." Jawab kevin datar


"Siapa tahu kan, nenek juga pada akhirnya akan menyerah."


Bujuk alex


"Diamlah kalau anda tidak ingin gaji anda


berkurang."ujar kevin dan alex mengisyaratkan akan tutup mulut dengan


tangannya.


Sementara Kevin masih sempat memikirkan ide Alex beberapa


menit. Tapi kembali membuang ide itu dari pikirannya dan kembali fokus untuk


mengerjakan dokumennya.


continue with the next chapter…….!