
Julie menceritakan kejadian tadi siang dengan detil. Sementara Anna juga curhat soal kelakuan Kevin tempo hari. Karena keasikan ngobrol, Anna tertidur di kamar tamu yang ditempati Julie.
"Kemarin kamu tidur di kamar tamu lagi?" Kevin bersandar di ambang pintu dapur. Kevin langsung menjambangi dapur setelah mandi pagi.
"Lagi? Maksudnya apa?" tanya Anna.
"Tempo hari di kamar Nenek, kemarin di kamar tamu. Kenapa gak balik ke kamar?" protes Kevin.
"Posesif amat sih suamimu," ejek Julie.
"Li, kamu diluar aja deh. Kalau kamu di dapur bisa berantakan nanti."
"Jahat amat sih, padahal mau dibantuin." Julie melangkah keluar.
"Kevin juga nunggu di ruang makan saja," pinta Anna. Kevin melangkah keluar dengan kesal.
Begitu melihat Julie keluar dari dapur, Gita yang sudah duduk manis di meja makan kegirangan.
"Tante Julie," teriaknya.
Gadis kecil itu berlari menghampiri Julie dan memeluk kakinya.
"Selamat pagi anak cantik. Pagi sekali bangunnya," sapa Julie menggandeng Gita.
"Kemarin Gita kebanyakan tidur, jadi hari ini bangun kepagian. Gita senang deh, waktu liat Tante Julie." Kevin keluar dari dapur dan duduk di kursinya
"Tante Julie duduk bareng Gita ya." Gita menarik-narik tangan Julie.
"Ia.. ia.. " jawab Julie.
"Gita, Tante Julie kok ditarik-tarik gitu." Nenek ikut bergabung di ruang makan.
"Gita pengen Tante duduk sama Gita."
"Ngomong baik-baik dong,
jangan ditarik-tarik gitu."
"Julie juga, Gita jangan terlalu dimanjain. Nanti jadi kebiasaan jelek," Nenek menasihati.
"Ia, Nek. Maaf."Julie memasang senyum canggung.
"Gita gak manja kok," protes Gita. Julie mengelus rambut Gita dan duduk di sebelahnya.
Anna datang membawa cappucino Kevin. Tak lama para pelayan keluar membawa sarapan.
"Alex mana?" tanya Nenek.
"Hadir." Alex muncul sambil menguap. Alex duduk di tempat biasa. Hanya saja tempat yang biasa diduduki Gita sekarang
ditempati Julie.
"Kamu ini, selalu bangun paling telat."
"Ketiduran Nek," jawab Alex.
"Julie aja udah dari tadi urusin Gita. Kamu jadi bapaknya malah ketiduran," protes Nenek.
"Pagi," sapa Alex pada Julie.
"Pagi juga." Anna berpangku tangan memperhatikan kedua orang ini dengan tatapan menyelidik.
"Tante Julie, Gita mau disuapin."
"Gita jangan manja," tegur Nenek.
"Gita gak manja."
"Kalau gak manja kenapa minta disuapin?" tanya Nenek. Gita mengerucutkan bibirnya.
"Gita kan anak pintar, makan sendiri saja ya." Julie mengelus rambut Julie. Gita menganggukkan kepala dengan pelan.
"Hari ini kan libur, kalian ada acara apa?" tanya Nenek.
"Gita boleh pergi kebun binatang?"
"Kemarin bukannya sudah?" tanya Alex.
"Mau lagi," jawab Gita.
"Udah bawa aja, dari pada nanti ribut di rumah," sahut Kevin asal. Kevin langsung mendapat tatapan tajam dari Anna.
"Kenapa?" Bibir Kevin bergerak tanpa suara.
"Kenapa kamu yang jawab? Kasar lagi," gumam Anna.
"Biarin," balas Kevin.
"Gak masalah sih. Aku bisa bawa Gita main kok," kata Alex.
"Tapi Gita maunya pergi sama Daddy dan Tante Julie."
"Uhuk... " Julie tersedak.
"Ide yang bagus," kata Nenek.
"Nek, saya.. " Kata-kata Julie terpotong, saat Gita menarik lengan bajunya.
"Tante Julie mau kan temani Gita main," seru Gita dengan mata berbinar. Julie bergeming melihat Gita yang begitu imut.
"Ok" akhirnya Julie bergumam pelan.
"Hore," Gita kegirangan.
"Sekalian saja Kevin dan Anna ikut saja," saran Nenek. Julie lega mendengar usulan Nenek, karena setidaknya ada sahabatnya menemani.
"Kok aku sama Anna juga harus ikut?" tanya Kevin.
"Sayangnya kita berdua gak bisa Nek. Kami udah ada jadwal lain. Ia kan Ken?" jawab Anna.
Julie melotot pada Anna. Anna membalas tatapannya dengan menjulurkan lidah. Anna sengaja ingin membiarkan Julie dan Alex pergi.
Kevin agak kaget mendengar Anna, tapi langsung mengikuti permainan Anna.
"Ya, betul itu. Kita berdua urusan," kata Kevin.
"Kalian mau kemana?" tanya Alex.
"Ada deh. Mau tau aja," jawab Anna misterius. Julie masih melotot pada Anna, tapi tidak digubris.
"Kok kamu tega amat sih ninggalin aku," protes Julie. Julie menunggu Bi Asih mengemasi beberapa barangnyang akan dibawa.
"Aku juga perlu waktu berdua dong dengan suamiku. Kamu nikmatin aja waktu bersama keluarga kecilmu," balas Anna.
"Keluarga kepalamu. Saat kayak gini baru suaminya diakuin."
"Biarin," balas Anna.
Setelah selesak mengemas beberapa keperluan untuk Gita, mereka memutuskan segera berangkat. Julie dengan malas naik ke mobil Kevin.
Bi Asih juga diajak, biar bisa membantu menjaga Gita.
"Mau duduk di depan sama Tante Julie," seru Gita. Mau tidak mau Julie harus memangku Gita.
"Jarang-jarang loh, Gita manja begini sama orang," Alex membuka pembicaraan.
"Gita gak manja. Gita cuma sayang sama Tante Julie."
"Lebih sayang Tante Anna atau Tante Julie?" tanya Alex.
"Tante Julie," jawab Gita tanpa ragu.
"Gita gak sayang sama Tante Anna?" tanya Julie.
"Sayang, tapi lebih sayang Tante Julie."
"Kalau Daddy?" tanya Alex.
"Emmm. Gita sedikit lebih sayang Tante Julie."
"Sedikit lebih sayang," seru Julie melucu.
"Masa Tante Julie lebih disayang dari Daddy," protes Alex.
"Mau gimana lagi, hati Gita bilangnya gitu."
"Astaga. Anak kecil tahu apa soal hati," ejek Julie.
"Tahu lah, Gita kan pintar." Semua yang di dalam mobil tertawa.
Hari ini TMR terlihat ramai, karena tanggal merah. Julie merasa canggung harus berjalan dengan Alex dan Gita. Terlebih karena Gita ingin menggandeng tangan Alex dan Julie bersamaan.
"Bisa-bisa aku benaran dikira Mommynya Gita. Kalau gini mana bisa laku. Nasib," batin Julie.
Gita sangat senang bermain dengan Alex dan Julie.
"Ada gajah," serunya riang. Gita bahkan mencoba bergelanttungan saat bergandengan tangan dengan Alex
dan Julie.
Julie agak sedikit risih soal gandengan tangan bertiga. Soalnya ada cukup banyak orang yang memperhatikan mereka.
"Sepertinya sia-sia saja Bi Asih dibawa. Gita terus-terusan mau digandeng sama aku dan Alex. Kadang malah minta gendong. Bi Asih jadinya cuma bawa barang saja," batin Julie.
Sejujurnya Bi Asih justru senang melihat mereka bertiga.
"Andaikata Pak Alex mau sama Mbak Julie. Mereka sudah terlihat seperti keluarga sungguhan."
Meanwhile di rumah Bramantara.
"Tunggu kamu ajak aku kemana?" tanya Kevin pada Anna.
"Ke mall Ken."
"Gak mau. Aku gak suka ke mall."
"Kita udah bilang sama Nenek kalau kita mau keluar berdua loh."
"Gak harus ke mall kali," protes Kevin.
"Terus kamu mau kemana?" tanya Anna kesal.
"Ke mana kek gitu."
"Kalau kamu gak mau ke mall, kamu yang cari ide kita bakal ke mana sebentar."
"Aku beri waktu lima menit untuk berpikir," lanjut Anna.
"Masa cuma lima menit?"
"Aku saja bisa dapat ide dalam waktu satu menit. Masa Kevin Bramantara yang hebat ini gak bisa."
"Fine, kita ke mall." Kevin akhirnya mengalah.
"Dari tadi kek."
"Tapi jangan jauh-jauh ya," pinta Kevin.
"Cuma di pondok indah mall kok."
next>>>