The Beauty Of A Contract Marriage

The Beauty Of A Contract Marriage
Chap 1 pertemuan pertama



Chap 1


"Dasar laki-laki sialan. Berani-beraninya


dia selingkuh dari aku. Brengsek banget gak sih dia. Mana tiap hari aku harus


liat mukanya lagi di kantor. Lama-lama aku bisa gila" teriak anna.


"Eh, situ juga gak usah teriak-teriak di


kantor orang. Suaramu itu cemprengnya minta ampun. Nanti nasabah dibawah bisa


dengar tau" timpal Julie.


"Ya kali, kitakan ada dalam ruangan


kamu." Ujar anna


"Ruanganku ini gak kedap suara Gianna


Wijaya." Kata Julie kesal


Anna melempar badannya ke sandaran kursi


dengan kesal.


"Jadi kamu sengaja cuti di hari jumat


ini, dari Jakarta ke Bandung .pagi-pagi gini sudah sampai di kantorku ngapain


sih?" Tanya julie


"Buat menghindar lah, tiap kali liat


mukanya si Andi itu rasanya mau ku hajar aja dia." Jawab anna dengan


sedikit kesal


"Ya kan kamu sudah putus sama dia, kenapa


harus marah gitu sih." Timpal julie


"Ya, ampun aku liat dia ciuman sama cewek


lain didepan mata aku kali. Jelas marah lah." Kata anna dengan jengah


"Kok bisa tertangkap tangan gitu?"


Tanya Julie penasaran


"Aku kerumahnya gak bilang-bilang, taunya aku pergokin dia di mobil lagi asik


sendiri. Ya langsung kugampar dan minta putus." Jawan anna


"Sakit hati amat, kamu kan bisa cari


prince charming yang lain. Cinderella gitu loh, kamu itu harus cari kasta yang


lebih tinggi." Celetuk julie


"Cinderella dari Hongkong. Hidup aku tuh


gak benar-benar kayak Cinderella tau. Keluarga hancurnya saja yang sama"


jawab anna


Bukan tanpa alasan Julie memberi sahabatnya


itu nickname Cinderella. Hidup anna memang sudah seperti Cinderella.


Ibu anna meninggal saat dia berumur enam tahun.


Ayahnya menikah lagi saat anna berumur sepuluh tahun. Awalnya anna senang dapat


ibu dan dua saudara baru, tapi ibu dan kakak tirinya jahat.


Erin anak ibu tirinya yang seumuran dengan


anna untungnya baik dan sering tolongin anna. Sayangnya Erin terlalu lugu


sehingga kadang-kadang anna jadi kesusahan karenanya.


Umur dua belas tahun ayah anna meninggal. Ibu


tirinya yang boros jadi makin boros dan semena-mena. Kakak tirinya Sasha juga


jadi makin jahat. Akibat keluarganya terlalu boros, saat masuk SMA anna terpaksa


harus bekerja. Untungnya anna bisa masuk SMA dengan beasiswa, tapi uang hasil


kerjanya hampir semuanya diambil oleh ibu dan Sasha.


Tidak lama setelah kuliah anna memutuskan


keluar dari rumah, meskiharus bekerja dua kali lebih keras untum menutupi uang


kos. Ibu tirinya tidak melarang, tapi tetap memeras anna.


Setelah lulus kuliah lebih awal dengan


mengandalkan beasiswa, Anna berhasil kerja di bank swasta sebagai teller dan


bertemu Julie. Julie yang baik hati yang juga orangtuanya sudah tiada mengajak


anna tinggal bersama.


Kepindahan anna ke rumah Julie tidak


diberitahu ke keluarga anna yang lain. Tapi karena Erin selalu baik sama anna,


anna pun membantu Erin untuk kerja di perusahaannya. Untungnya Erin ditempatkan


di cabang lain, jadi anna tidak perlu bertemu dia terus.Kerja di perusahaan


yang sekarang bagi anna adalah berkah karena banyak hal baik terjadi, kecuali


pertemuan dengan mantan pacarnya Andi.


"Li kalo sudah gak ada kerjaan penting


keluar yuk, nongkrong dimana gitu." Usul anna


"Eh, gila kali belum jam pulang juga."


Jawab Julie


"Ya, kan kepala cabang. Bos." Ujar


anna


"Justru karena itu aku harus kasih contoh


baik ke anak- anak yang lain bego. Udah duduk diam saja di sana, nanti siang


kutraktir makan enak." Jelas julie


"Yakin nih Li, aku bisa pesan


steak?" ujar anna


"Iya na pesan aja mau yang mana. Mumpung


aku lagi baik hati." Jawab julie


"Dapat insentif penjualan ya?" tebak


anna


"Enggak karena kamu lagi patah hati, dari


pada dengar kamu ngoceh mending tuh mulut disumbat pakai makanan." Canda


Julie


"Jangan nyesal loh ya." Tantang anna


Setiba keduanya berada di restoran anna dan


Julie sudah makan steak yang dipesan tadi


"Ya ampun Tuhan bisa gila aku"


tiba-tiba saja Julie ngoceh.


"Kenapa sih Li?" Anna mengunyah


irisan steaknya yang ke tiga.


"Kalau kamu gak kena gangguan pencernaan,


jangan lihat belakang?" kata Julie


Refleks anna berbalik ke belakang setelah


memasukkan irisan daging ke empat ke dalam mulutnya. Begitu anna melihat yang


dimaksud Julie, dia langsung tersedak. Julie segera menyodorkan air putih ke


anna.


"Ngapain si Andi ada di Bandung?"


bisik anna.


"Ya mana aku tau, yang satu cabang dengan


dia kan kamu na." jawab Julie


"Kan aku gak mungkin tanya- tanya ke


orang lain soal mantan." Ujar anna


"Hei, kaya


kenal?" Andi menghampiri Anna dan Julie.


"Kok kita bisa kompakan cuti sih na?


Ngikutin aku ya? Atau belum bisa move on?" Anna dan Julie memandang Andi


dengan jijik.


"Siapa nih beb?" tanya cewek


disebelah Andi.


"Mantan aku dan temannya. Kenalin ini


pacar baru aku Rara. Cantikkan." Jawab andi sombong


"Saya tidak pernah tanya. Dan sepertinya


ini juga bukan cewek yang kemarin kan" seru Anna.


"Itu gak harus aku jawab kan?" jawab


andi


"Permisi ya saya mau pergi saja,


tiba-tiba ada bau gak enak jadi mau muntah" Anna berlalu pergi.


"Bau? Hei, ini parfum mahal loh baru dibelikan


sama Rara." Ujar andi dengan kesal


"Gak ada yang bilang anda bau, merasa


banget" seru Julie berlalu ke meja kasir.


"Iiiiihhhh, sial banget sih hari ini.


Bisa- bisanya dia ada di Bandung, datang ke restoran yang sama dengan kita


pula." Ujar anna


"Gini deh, untuk ganti suasana kita balik


saja dulu ke kantor. Bentar sore aku traktir lagi deh di cafe. Gimana?" usul


julie


"Tapi Li, kali ini aku pengennya minum


alkohol." Tawar anna


"Ya udah, bentar kita cari resto di hotel


yang jual wine bagus. Tapi jangan mabuk ya, aku gak kuat angkat kamu."


Jawab Julie


yang dimaksud dan sudah ada wine dimeja yang dipesan oleh anna. Kemudian Julie


pamit untuk ketoilet dan sesampainya kembali ketempat mejanya Julie melihat


anna dengan heran.


"Ini anak ya sudah dibilangin. Baru


ditinggal ke toilet sudah habis aja satu botol. Gila" ujar Julie dengan


menggelengkan kepalanya


"Astaga ini cuman wine sayang." Jawab


ana yang sudah mabuk


"Wine sebotol juga bisa bikin mabuk kali,


lagian ini baru jam berapa sudah mabuk juga." Kesal julie


"Ini sudah mau jam enam sore sis, sudah


mau malam. Mas minta sebotol lagi dong" Anna berbicara agak keras.


"Eh, nambah lagi. Sudah berhenti kita


pulang sekarang" Julie mengambil tasnya.


Baru juga mau menarik Anna berdiri hp Julie


berdering.


"Astaga kenapa lagi ini pak bis nelpon


jam segini. Anna, diam disini dan jangan nambah minum jangan kemana- mana. Aku


terima telpon sebentar di luar." Ujar Julie hendak mengangkat telponnya


"Siap bos." Jawab anna


Tidak lama setelah Julie keluar, pelayan


datang membawakan anna sebotol wine lagi. Anna langsung saja menuang wine ke


gelas dan langsung minum.


"Aduh mau pipis" ucap Anna yang sudah


minum tiga gelas penuh dari botol kedua.


Anna beranjak berdiri dan pergi ke toilet.


Sekembalinya dari toilet anna dengan sempoyongan menabrak orang yang berdiri di


depan kasir.


"Oops, sorry banget ya pak. Tidak


sengaja." Ucap anna dengan muka memerah karna mabuk


Orang yang ditabrak melihat anna dengan


tatapan jengkel.


"Lain kali kalau ada yang sudah mulai


mabuk jangan beri minuman lagi" seru pria itu.


Anna yang masih sempoyongan di depan pria itu


mulai meracau.


"Tidak ada yang mabuk pak. Emang bapak


siapa berani perintah kasirnya?" Jelas sekali kalau pria yang dihadapi


anna terlihat sangat kesal.


"Saya pemilik hotel ini, ada masalah


dengan hal tersebut?" Pelayan yang melihat kejadian ini mulai gelisah.


"Oh, big bos toh. Pantas ganteng, kayak


oppa korea." Kicau anna


Pria itu menaikkan sebelah alis dan berbalik


lagi ke berkas yang diperiksa sebelumnya.


"Ya, ampun kebetulan macam apa sih ini.


Ketemu lagi" Andi dan Rara muncul tepat sebelum anna beranjak dari


tempatnya.


"Sial banget sih aku hari ini, kenapa


juga harus ketemu kamu terus." Kesal anna


"Mabuk sendirian non? Gak ditemani


pengawal kamu si Julie?" ledek andi


"Eh, Julie itu sahabat aku tau bukan


pengawal. Lagian siapa juga yang mabuk. `Apa juga urusannya dengan kamu aku


kesini sama siapa?" kesal anna


"Aduh, kasihan banget sih mantan kamu.


Belum bisa move on" sindir Rara.


"Kata siapa aku belum bisa move on. Aku


kesini sama gebetan aku loh." Sombong anna


Si pemilik hotel yang sedari tadi masih berada


di depan kasir menjadi makin kesal saja. Dia baru saja membalikkan badan dan


menegur tiga orang menyebalkan di dekatnya, ketika tangan Ella dengan santainya


menggandeng tangannya.


"Kenalin ini pacar baru aku" seru


anna.


Si pemilik hotel menatap anna dengan tatapan


bingung.


"Gak mungkin. Aku kenal kamu na, ga mungkin


kamu move on` secepat itu." Jawab andi tidak percaya


"Why not? " Anna menggandeng tangan


pria itu lebih erat. Tentu saja hal ini membuatnya makin bingung.


"Pasti ini cowok yang baru saja kamu


kenal dan ku sudah sok ngaku pacar. Bajunya sih kelihatan mahal, tapi yakin


asli? Pasti penipu nih." Kata andi tidak mau kalah


"Atas dasar apa anda mengatakan saya


penipu? Apakah saya pernah menipu anda?" seru si pemilik hotel marah.


"Gak pernah sih. Tapi gak mungkin kan


baru seminggu putus lantas anna sudah punya pacar baru! " ucap andi lagi


"Jika anda bisa mengapa anna tidak


bisa?" tantang si pria.


Si pemilik hotel merasa kesal sekali dengan


gaya bicara sombong Andi, karena itu dia merangkul dan meng*ecup pipi Anna


secara spontan. Dan anna langsung memeluk badan si pria tersebut,


Andi tentu saja menganga melihat perlakuan


Anna dan pria yang tak dikenalinya itu.


"Beb, apaan sih kenapa ini. Kok kayaknya


kamu yang belum move on?" Rara yang dari tadi diam mulai bicara karena


merasa diabaikan.


"Bukan gitu beb, aku cuma.... " Andi


berhenti karena Rara tiba-tiba pergi.


"Beb, bisa aku jelasin" Andi


mengejar Rara.


Si pemililk hotel melihat Andi dan Rara pergi dengan


perasaan lega.


"Dasar bucin" batinnya.


Begitu pandangannya teralihkan ke anna, dengan


segera dia melepaskan anna.


"Ternyata oppa ini baik banget ya mau


bantuin aku. Kamsahamnida, makasih loh." Ucap manja anna


"Jika anda sudah tidak ada urusan, jangan


lupa membayar dan segeralah pulang." Ucap pria itu dengan dingin


"Jangan jutek gitu dong oppa, nanti gantengnya


hi... " Tiba-tiba saja anna kehilangan keseimbangan dan terjatuh.


Untungnya si pemilik hotel cukup cekatan dan


langsung menangkap anna.


"Seharusnya anda pulang sebelum


mabuk" gerutu pria itu.


Pria itu memperhatikan anna dengan seksama.


"Yang benar saja dia pingsan?"


batinnya.


Dengan sebal pria ini berusaha merogoh ponsel


yang ada dalam kantongnya.


"Alex, ada dimana?" Tanya pria itu


“Masih di lobi, baru mau naik. Kenapa?” jawab


Alex.


"Tolong anda ke meja resepsionis dan


pesankan satu kamar." Perintah si pria


"Kamu mau nginap?" tanya Alex


bingung.


"Tidak. Kamarnya bukan buat saya."


Jawab si pria


continue with the next chapter…….!