The Beauty Of A Contract Marriage

The Beauty Of A Contract Marriage
Chap 58 Dirimu



Kevin berusaha keras menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu. Pikirannya sedang tidak fokus.


"Sialan gara-gara Alex aku jadi gak fokus sama sekali," batin Kevin


Alex masuk ke dalam ruangan Kevin.


"Udah selesai?" tanya Alex.


"Dikit lagi."


"Mau ikut gak?" tanya Alex.


"Mau ke mana?"


"Reunian lah," jawab Alex.


"Aku selesai kan ini dulu. Lima menit," jawab Kevin.


"Betul. Dari pada pusing refreshing aja dulu," batin Kevin.


Tepatlima menit pekerjaan Kevin selesai.


"Ok. Beres. Yuk cabut." Kevin  segera meninggalkan ruangan disusul Alex.


"Dinda tolong berkas yang di dalam disusun yang rapih ya." Alex memberi arahan sebelum pergi.


"Lex naik mobilmu saja ya. Aku malas bawa mobil." Kevin terlihat lelah.


"Gak masalah," jawab Alex.


Reuni kali ini hanya menundang teman sekelas Alex dan Kevin di SMA dulu. Karena tidak terlalu banyak orang, panitia memesan tempat di sebuah restoran korea terkenal.


"Bos Kevin," panggil Gerald. Kevin dan Alex menyapa Gerald dan Andrew.


"Akhirnya bisa lihat muka kalian lagi," Maria menyapa genit.


"Kenapa lama amat datangnya?" Sera bertanya.


"Sibuk," jawab Kevin singkat.


"Masih aja jutek. Alex juga masih jadi pengikut setia Kevin," ejek Sera. Alex hanya tersenyum mendengarnya.


"Dengar-dengar Kevin udah nikah ya?" Lisa bertanya dengan manja.


"Emang udah nikah. Masa kalian gak nonton infotaiment," Gerald menjawab.


"Aku kan gak tanya sama kamu." Lisa mencebikan bibir dengan kesal.


"Istrinya mana? Kok gak dibawa?" tanya Sera genit.


"Di sini terlalu banyak serigala brengsek." Kevin melirik ke meja di sebelah. Mike yang merasa di tatap, langsung menundukkan kepala.


Meja Kevin hanya berisi delapan orang. Ada sekitar lima atau enam meja yang dipesan untuk acara ini. Gerald sengaja menyisakan satu tempat untuk Clarence.


"Dia ini saking sayangnya sama istri, jadi posesif dan bucin," ejek Edward.


"Kalau tahu kalian makan di sini pasti kuajak," seru Kevin.


"Memangnya Anna suka masakan Korea?" Clarence muncul di belakang Kevin. Kevin mengangguk kecil.


"Lama amat. Kamu paling terlambat sepertinya," sahut Alex.


"Biasa aku kan sibuk. Aku juga cuma sebentar di sini," jawab Clarence.


Para wanita yang duduk di meja itu memasang ekspresi kesal. Bagi mereka Clarence dari dulu saingan berat dalam hal mengambil hati Kevin.


Dari dulu Kevin memang jadi idola. Alex juga cukup populer, tapi tidak sepopuler Alex.


"Kevin mau minum soju? Aku tuangin ya." Lisa masih saja bertingkah genit, walau tahu Kevin sudah menikah.


Kevin tidak menggubrisnya dan menuangkan soju sendiri. Clarence tertawa melihat hal ini.


"Kasihan amat sih istrimu ditinggal di rumah sendirian." Sera kali ini mencoba merayu. Kevin juga tidak peduli dengannya.


"Omong-omong aku gak berpikir Alex bakal ikut loh," sahut Maria.


"Kenapa?"


"Soalnya aku dengar Angela juga mau datang," jawab Maria.


Alex berhenti seketika mendengar nama mantan istrinya.


"Tapi jam segini belum muncul, mungkin tidak jadi datang," lanjut Maria. Alex tersenyum pada Maria.


"Orang-orang ini memang tidak tahu diri," batin Kevin.


"Dia datang juga tidak masalah kok. Alex juga sudah move on," Gerald membela.


"Serius?" tanya Clarence.


"Rahasia." Alex tersenyum.


"Apaan sih? Sok misterius," protes Clarence. Merasa memiliki peluang, Maria berusaha menggoda Alex.


Sementara teman-temannya sibuk sendiri, Kevin juga sibuk dengan pikirannya. Dia masih saja kepikiran perkataan Alex yang tadi siang.


"Masa sih," Kevin berucap dalam hati.


"Aku sih, gak merasa apa-apa," sambungnya masih dalam hati.


"Hei, melamun aja." Edward menegur Kevin dengan kibasan tangannya.


"Makan dong," sambung Edward.


Melihat semua makanan Korea di depannya, Kevin jadi teringat waktu bulan madu. Kevin tertawa mengingat semua tingkah Anna.


"Tadi melamun, sekarang tiba-tiba ketawa. Kesurupan ya?" ejek Gerald.


"Gak aku cuma ingat sesuatu yang lucu."


"Hm." Kevin bergumam kecil.


"Apa itu?" tanya Alex.


"Aku teringat waktu lagi liburan ke Korea," jawab Kevin.


"Kamu pernah liburan?" Clarence bertanya heran.


"Luar biasa," ejek Gerald.


Alex tertawa mengejek.


"Biar kutebak. Pasti waktu bulan madu dengan Anna kan?" tanya Alex. Kevin mengangguk sebagai jawaban.


"Belum juga sejam di sini, udah kangen sama istri saja." Gerald tersenyum kecut.


"Makanya jangan kelamaan jomlo," ejek Clarence.


Alex tersenyum sambil menatap Kevin. "Dasar keras kepala," batin Kevin.


Kevin kembali tenggelam dalam lamunannya. Kembali mengingat bulan madu tiga bulan lalu. Belum lagi suasana sekarang makin mengingatkannya.


*****


"Ken, sini dong." Anna berteriak memanggil Kevin. Kevin datang mendekati Anna.


"Ayo kita coba ini," Anna menunjuk sebuah stand makanan.


"Kamu masih mau makan? Ini belum sejam sejak kita keluar hotel," Kevin protes.


"Mumpung lagi liburan, kita harus puas-puasin diri."


Anna memesan dua hotteok tanpa bantuan translator.


"Bahasa Koreamu bagus juga," puji Kevin.


"Ini berkat nonton drakor." Anna tersenyum manis.


"Kamu masih bisa makan siang? Setelah semua cemilan tadi?" Kevin bertanya gusar.


"Ini kan jam makan siang."


Kevin makin geleng-geleng kepala melihat makanan yang dipesan Anna.


"Kamu mau makan semua ini?" tanya Kevin.


"Gak dong. Kan ada kamu," jawab Anna.


"Kevin. Hello." Clarence melambaikan tangan di depan wajah Kevin.


"Hm." Kevin tersadar dari lamunannya.


"Dari tadi melamun terus," tegur Alex. Kevin hanya tersenyum saja.


"Kalau gitu aku duluan ya." Clarence beranjak dari tempat duduknya.


"Kamu kan baru sebentar. Kok udah pulang," Gerald protes.


"Udah sejam Gerald. Lagipula aku ini sibuk. Bye semua." Clarence berlalu pergi.


Kevin kembali menatap daging bakar di depannya, mengambil sepotong dan memakannya. Lagi, Kevin teringat Anna.


"Ken, coba bilang aaaa." Anna berusaha menyuapi Kevin.


"Aku bisa makan sendiri." Anna bergeming. Akhirnya Kevin mengalah.


"Auw, panas." Anna menjatuhkan sumpitnya.


"Makanya jangan rakus, masih panas mau langsung di makan." Kevin memberikan air dan sumpit baru.


Lamunan Kevin kembali dibuyarkan.


"Ini anak kesurupan atau apa sih?" Gerald mengayunkan tangan di depan wajah Kevin.


"Apaan sih?" Kevin menepis tangan Gerald dan menuangkan soju lagi.


"Dari tadi cuma minum, gak makan?" tanya Alex.


Kevin mengambil sepotong daging dan memakannya.


"Nih, udah makan." Kevin kemudian kembali minum.


Sekarang Kevin benar-benar memikirkan perkataan Alex tadi siang. Kevin tersenyum kecut.


"Hah." Kevin mengehela nafas.


"Kenapa lagi ini anak?" tanya Edward. Kevin minum segelas lagi.


"Mungkin Alex memang benar," batin Kevin.


"Aku memang sedang jatuh cinta." Tiba-tiba Kevin tersenyum.


"Ini anak gak perlu dibawa ke RSJ? Tadi melamun sekarang tiba-tiba senyum. Creepy tau," tegur Gerald. Kevin tidak menggubris Gerald.


"Ya. Dasar bodoh," Kevin berbiski pada dirinya sendiri.


"Butuh berapa lama baru aku sadar sih?" Lagi Kevin berbisik pada dirinya sendiri.


"Kamu tadi ngomong sesuatu?" tanya Alex.


"Gak ada." Kevin minum segelas lagi.


"Aku mau pulang saja." Kevin minum lagi kemudian berdiri.


 next>>>