The Beauty Of A Contract Marriage

The Beauty Of A Contract Marriage
Chap 33 Birthdays



"Nah ini dia yang ulang tahun. Perkenalkan istrinya Kevin" Nenek memperkenalkan Anna.


"Selamat siang.Saya Anna."


"Selamat ulang tahun." Anna menerima ucapan dari teman Arisan Nenek yang bahkan tidak dikenalnya.


"Terima kasih."


"Istrinya Kevin betul-betul cantik ya."Puju teman Nenek.


Anna hanya tersenyum mendengarnya.


"Ini loh kami siapkan hadiah untuk kamu."


"Terima kasih." Anna menerima dengan senyum.


Anggota arisan Nenek sekitar dua belas orang. Anggotanya terdiri dari ibu-ibu konglomerat, beserta anak-anak mereka. Beberapa bahkan membawa cucu. Dan Tante Sandra termasuk di dalamnya.


"Maaf ya hadiahnya cuma segitu. Kita patungan belinya."


"Oh, ia gak apa-apa kok Tante. Saya yang gak enak karena sudah merepotkan."


"Aduh itu juga gak seberapa kok. Coba dibuka kadonya."


Dengan segan Anna membuka kado berbentuk kotak itu. Anna menahan nafas melihat isinya. Di dalam kotak terlihat satu set perhiasan lengkap dengan logo toko terkenal di dalam kotak.


"Astaga ini berlian? Beli di toko mahal lagi. Pantas saja patungan," batin Anna.


"Astaga terima kasih banyak ya atas hadiahnya. Saya jadi gak enak," ujar Anna.


'Ini dari saya dan yang ini dari Ben dan Elvira." Tante Sandra memberikan dua kantongan dengan brand mahal tercetak diatasnya.


"Makasih Tante."


"Happy Birthday," ucap Cleo juga menyodorkan hadiah.


Cleo seperti biasa tanpa ekspresi, tapi Anna merasa dia sedang bad mood.


 "Makasih ya." Anna juga menerima hadiah dari Alex dan Gita.


"Buset, minder aku dengan hadiahku." bisik Julie.


Julie tadi datang lebih cepat dari waktu yang ditentukan.


"Aku yang terima aja merasa beban," Anna balas berbisik.


Yang bikin Anna makin terbebani, Nenek Ratih memberikannya sebuah gedung. Gedung yang menurut Nenek bisa diubah Anna menjadi tempat usaha jika ingin.


"Kevin mana? Kok belum kelihatan?" tanya seorang anggota arisan.


"Tadi pagi dia buru-buru keluar, gak bilang mau ke mana," Anna menjawab.


"Kok istrinya ulang tahun malah kabur."


"Pasti dia mau kasih istrinya surprise," Nenek berusaha membela Kevin.


"Kevin itu manja loh sama istrinya. Setiap pagi itu Anna harus bikinin sarapan dan kopi buat Kevin. Kevin gak mau kalau bukan Anna yang buatin." Nenek masih mencoba membela Kevin.


"Anna bisa masak?" tanya anggota arisan yang lain.


"Cuma yang gampang saja Tante," jawab Anna.


"Aduh, Anna ini memang suka merendah. Masakannya Anna enak loh. Kemarin juga Anna sempat bikinin rawon kesukaan Kevin," Nenek memuji Anna.


"Biasa aja kok Nek," seru Anna malu-malu.


"Tuh, kan aku bilang juga apa. Anna anaknya rendah hati," Nenek masih memuji.


"Maaf terlambat." Kevin datang dengan nafas ngos-ngosan.


"Kevin dari mana aja?" protes Nenek.


"Habis ambil ini." Kevin menunjuk kotak yang dibawanya.


"Happy birthday." Kevin memberikan kotak yang dipegangnya pada Anna.


Kotaknya berukuran sedang berwarna biru pastel, dengan pita dan bunga pink pastel. Melihat kotaknya saja Anna sudah tersenyum.


"Coba dibuka dong. Kita penasaran nih.". ucap Nenek.


Anna melihat Kevin yang mengisyaratkan tidak masalah kalau kadonya dibuka. Anna segera membukanya.


Kotak itu berisi sebuah buku anak-anak dan dua buah pembatasbuku. Sekeliling bukunya dihiasi bunga berwarna pastel. Anna tertegun melihat hadiahnya.


"Loh, isinya kok cuma buku sih." Anggota arisan yang lain mulai tertawa kecil.


"Kamu masa beli kado gituan sih," bisik Nenek.


"Kamu dapat ini dari mana? Ini kan belum ada dijual di Indonesia Ken, buku ini kan baru terbit di Inggris," seru Anna tersenyum kegirangan.


"Ya, dicari."


Refleks Anna memeluk Kevin.


"Makasih baget. Aku suka sekali kadonya." Kevin dengan canggung membalas pelukan Anna. Semua yang melihat


pun jadi canggung.


"Ehmm... Kalau gitu kita makan dulu yuk," ajak Nenek dengan senyum.


Anna sangat menikmati acara ulang tahunnya kali ini. Biasanya hanya ada Anna dan Julie yang merayakan. Hari ini ada banyak yang merayakan dengannya. Mungkin hanya Cleo yang tidak begitu senang.


Sementara yang lain sibuk mengambil makan, Cleo menyendiri di area kolam renang. Anna yang menyadari hal itu, menghampiri Cleo.


"Ngapain di sini sendirian? Gak makan?"


"Gak lapar," jawan Cleo datar.


"Boleh tanya kenapa kamu bad mood?" tanya Anna.


"Kata siapa saya bad mood?"


"Kata saya."


"Saya tidak bad mood."


"Nenek memang susah untuk ditolak. Yah, tapi namanya orang tua."


"Maksudnya?" tanya Cleo.


"Saya tahu kamu mungkin tidak mau datang ke acara ini. Tapi karena Nenek atau mungkin Tante Sandra, kamu jadi harus datang."


"Saya gak pernah ngomong seperti itu."


"Tapi sepertinya ekspresi kamu bilang begitu." Cleo menatap Anna dengan mulut sedikit terbuka.


"Sekarang rasanya saya jadi lapar." Cleo beranjak dari tempatnya.


Anna tersenyum dan segera mengikutinya.


Acara ulang tahun dan arisan berlangsung dengan baik. Para anggota arisan baper melihat Kevin dan Anna. Padahal menurut mereka, mereka hanya bersikap seperti biasa.


Anna hanya menyiapkan atau untuk hari ini mengambilkan Kevin makanan. Kevin hanya menyuapi Anna dessert, karena Anna sibuk mengurusi anak orang. Bagi mereka berdua itu hal biasa.


"Kalau mereka semesra ini, Ibu Ratih bisa segera dapat cicit lagi."


"Ia, Anna juga dekat dengan anak-anak." Anna hanya masang senyum terpaksa.


Nenek tertawa dengan bangga.


"Aku sih berharapnya secepat mungkin. Tapi tahulah ya anak muda, gak bisa dibilangin. Apalagi ini si Kevin, tahunya kerja melulu. Kalau bukan karena Anna, mungkin dia bakal nginap di kantor."


"Aku gak pernah nginap di kantor Nek."


"Kalau bukan karena Anna, memangnya kamu bisa pulang tepat waktu seperti sekarang?"


"Ia sih," Kevin tersenyum canggung.


*****


"Aduh masih sore aku udah capek aja." Anna melemparkan diri ke atas ranjang. Kevin membereskan hair dryer yang diletakkan Anna sembarangan.


"Tidur saja dulu, nanti jam makan malam kubangunkan."


"Aku lagi gak mau tidur. Aku mau lihat kadoku saja deh." Anna bangun.


Anna segera mengambil kado dari Kevin.


"Pembatas bukunya bagus banget sih, yang ini juga gambar dari author komik favoriku." Anna memandangi dua pembatas bukunya.


Pembatas buku yang satu bergambar komik dan yang satunya berbentuk seperti ukiran.


"Aku pengen banget baca bukunya."


"Ya udah baca aja," saran Kevin.


"Jangan dong. Bukunya kan belum kusampul."


"Sesuka itu?"


"Banget," jawab Anna.


Kevin menggelengkan kepala.


"Aku masih heran gimana caranya kamu dapat buku ini."


"Yang jelas itu kudapat dengan penuh perjuangan," balas Kevin.


"Makasih banget."


"Oh, ia Ken. Aku boleh tanya tentang keluarga kamu?"


"Apa yang mau kamu tahu?"


"Cleo. Dari awal ketemu aku sudah penasaran sama dia."


"Cleo itu anak yang agak pendiam sih. Anaknya baik selalu menurut."


"Itu saja?" tanya Anna.


"Hmm.. " Kevin mengangguk.


"Sebenarnya aku juga gak tahu banyak. Dia pendiam dan susah ditebak." lanjutnya.


next>>>


Ayo di ramaikan