The Beauty Of A Contract Marriage

The Beauty Of A Contract Marriage
Chap 47 Mommy Baru



"Lagi ngapain?" Suara Anna terdengar dari ponsel Julie.


"Ini baru mau balik ke kantor," jawab Julie.


"Dari mana?"


"Biasa. Habis kunjungan nasabah, tapi lagi macet. Kamu lagi gak ada kerjaan ya Na?"


"Ini kan jam istirahat," jawab Anna.


"Ini baru jam sebelas lewat kali."


"Kan dikit lagi jam istirahat. Lagian suka-suka aku mau istirahat jam berapa."


"Siap bos. Tapi ngapain nelpon."


"Sebenarnya sih aku mau curhat."


"Curhat apa lagi?" Julie melihat ke luar jendela mobil.


"Nanti aja deh, kalau kamu udah di rumah."


"Bikin penasaran saja."


Julie melihat sosok yang dikenalnya berdiri di pinggir jalan.


"Anak itu seperti anaknya Alex. Gita ya namanya?" batin Julie.


"Gimana Gita?" tanya Julie tiba-tiba.


"Kok tiba-tiba tanya Gita?"


"Ini habisnya aku baru aja lihat ada anak yang mirip Gita berdiri di pinggir jalan," jawab Julie.


"Mana mungkin. Gita lagi outing sekolah di Farmhouse Lembang."


"Oh."


"Wait. What?" tiba-tiba Julie berteriak.


"Aduh kok tiba-tiba berteriak sih Li? Telingaku bisa jadi tuli."


"Kamu tadi bilang Gita ada di mana?" tanya Julie melihat keluar jendela.


"Lagi outing sekolah di Farmhouse Lembang."


"Pak Didi berhenti sekarang," perintah Julie pada sopirnya.


"Gak bisa lah Bu, kita lagi di tengah-tengah jalan dan ini lagi macet."


"Pokoknya cari cara buat berhenti."


"Kenapa Li?"


"Aku lagi di depan pintu gerbang Farmhouse."


"Terus?"


"Aku lihat anak yang mirip banget dengan Gita." Anna tertawa.


"Gak mungkin lah Li. Bi Asih juga ikut loh."


"Aku serius. Tadi Gita pakai baju apa?" "Baju sekolahnya, warna pink rok kotak-kotak."


Julie mengeluarkan kepala dari jendela mobil.


"Ia serius Na, anak yang kulihat pake baju pink rok kotak-kotak."


"Yang bener?"


"Itu anak terpisah dari grupnya dong?"


"Aku coba pastiin dulu ya. Entar aku telpon balik."


"Ok."


"Pak Didi, saya turun di sini aja. Saya ditungguin ya Pak. Nanti Pak Didi makan siang di daerah sekitaran sini aja ya."


"Loh, Bu ini mobilnya masih agak di tengah jalan."


Julie tidak menggubris Pak Didi. Julie melihat ke belakang sebelum membuka pintu mobil.


"Bu bahaya loh," protes Pak Didi. Julie sudah berlari ke pinggir jalan.


Karena tadi posisi mobil Julie sudah melewati pintu gerbang Farmhouse, Julie harus berjalan sedikit.


"Gita?" panggil Julie. Gita berbalik ke arah Julie.


"Tantek cantik, temannya Tante Anna" Gita berteriak girang.


"Dua," sambung Gita.


"Dua?" Julie berjongkok di sebelah Gita untuk menyamai tingginya.


"Tante cantik nomor dua. Kan nomor satunya Tante Anna," jawab Gita dengan polos.


"Pasti Gita lupa nama Tante." Gita tersenyum gemas


"Nama Tante itu Julie. Gak boleh lupa lagi ya." Gita mengangguk dengan senyuman.


"Gita ngapain di sini? Kok berdiri di pinggir jalan?" tanya Julie.


"Gita lagi main sama teman-teman, Miss dan Bi Asih."


"Terus?"


"Terus mereka hilang."


Julie tertawa mendengar penjelasan Gita.


"Biar mereka hilang, Gita gak boleh berdiri di pinggir jalan kayak gini."


"Tadinya Gita minta tolong sama pak security. Gita maunya nunggu di dekat bis, tapi Gita lihat ada kupu-kupu cantik. Jadi Gita kejar deh sampai sini."


"Lain kali gak boleh main di pinggir jalan lagi ya. Bahaya." Gita mengangguk.


"Sini biar Tante bantuin cari teman-teman Gita."


"Hore," teriak Gita.


"Na. Benaran Gita."


"Kok bisa?" tanya Anna.


"Nanti deh aku cerita. Biar aku cari Bi Asih dan gurunya dulu. Ok bye."


"Aduh, Mbak ini gimana sih. Kok anaknya bisa hilang lagi." Miss Lia memarai operator ruang informasi.


"Maaf Bu, saya tidak perhatikan."


"Lagian Ibu juga kecolongan," protes Mbaknya.


"Aduh, gimana ini Miss. Nanti saya juga dimarahi Pak Alex," Bi Asih ikut panik.


"Mungkin Gita lari cari Mommy baru Miss," Rico masih saja mengganggu. Miss Anna membawa serta grupnya ke ruang informasi. Sementara anak-anak yang lain sudah naik bis.


"Rico gak boleh gitu sama temannya," tegur Miss Lia.


"Siapa suruh Gita suka bohong."


"Rico."


"Miss Lia." Gita berteriak riang sambil menggandeng Julie.


"Gita." Miss Lia dan Bi Asih berlari mendekat.


"Gita ke mana aja? Gak apa-apa kan?" tanya Miss Lia.


"Gita gak apa?" tanya Miss Anna.


"Anda siapa ya?" tanya Miss Lia.


"Oh, gak apa-apa kok Miss. Ini temannya Bapak. Non Julie kan?" tanya Bi Asih.


"Ia. Bi."


"Oh, makasih ya." Miss Lia masih menatap Julie.


"Apa ini perempuan yang akan jadi Mommy barunya Gita?" batin Miss Lia. Julie hanya tersenyum diperhatikan seperti itu.


"Gita? Apa ini Mommy Gita?" tanya Rania.'


"Oh, Buk..."


"Ia ini Mommy Gita," potong Gita. Julie dan Bi Asih terkejut mendengar Gita.


"Gita," tegur Bi Asih.


"Anda betulan Mommy Gita?" tanya Miss Lia.


"Gak. Saya cuma..."


"Bohong," teriak Rico kesal.


"Rico kan suruh Gita bawa Mommy. Sekarang sudah di bawa, kenapa masih dibilangin bohong. Gita gak bohong." Gita terlihat sudah hampir nangis.


"Rico gak percaya. Gita kan tinggalnya di Jakarta, ngapain Mommynya ada di Bandung? Rico juga gak pernah liat Tante ini jemput kamu."


"Gita gak bohong. Mommy Julie kerjanya di Bandung, makanya Rico gak pernag lihat." Gita berteriak makin kencang.


"Anak-anak jangan bertengkar," Miss Lia mulai frustasi.


"Mana ada Mommy yang gak tinggal sama anaknya."


"Rico udah cukup. Berhenti gangguin Gita," bentak Miss Lia.


''Gita yang bohong, kenapa Rico yang dimarahi?" Mata Rico berkaca-kaca.


"Rico gak boleh ejek temannya. Rico kan anak baik." Miss Lia menghibur Rico


"Gita gak bohong." Gita mulai menangis.


"Gita juga punya Mommy." Gita menarik ujung rok Julie mencari pembelaan.


Julie berjongkok di sebelah Gita.


"Gita, gak boleh gitu."


"Kenapa Gita diejek terus. Gita kan gak salah apa-apa."


Gita menangis semakin kencang.


"Gita jangan nangis dong." Miss Lia ikut menasihati.


"Gita gak bohong," teriak Gita terisak. Miss Lia melirik Julie meminta pertolongan.


Julie merasa kasihan dengan Gita.


"Mommy Gita sebenarnya ke mana sih? Ini juga si Alex, ngapain bukan dia yang temani Gita." Julie membatin sambil


menatap Gita.


"Gita," panggil Julie lembut. Gita refleks memeluk Julie dengan erat.


"Gita mau pulang."


"Kok pulang? Kan jalan-jalannya belum selesai," seru Miss Lia.


"Gita gak mau jalan-jalan lagi. Gita mau pulang bareng Mommy Julie."


"Gita jangan gitu dong Nak. Kok jadi cengeng."


"Gita mau pulang sekarang. Gita gak mau jalan-jalan lagi. Gita mau pulang sama Mommy Julie." Julie menarik nafas panjang. Julie akhirnya berdiri sambil menggendong Gita.


"Non Gita, kok jadi manja gini? Gak boleh gitu loh. Nanti Daddy marah," Bi Asih ikut membantu Julie.


"Gita mau pulang. Mau pulang bareng Mommy Julie. Pokoknya Gita mau pulang sama Mommy Julie." Gita masih menangis dengan kencang.


"Gita, Mommy kan masih kerja. Gita main aja dulu ya."


"Gak mau main lagi. Gita nungguin Mommy kerja aja." Julie menarik nafas lagi.


"Maaf ya Miss, Gita sepertinya harus pulang. Nanti biar saya yang telpon Alex," kata Julie pada Miss Lia.


"Jadi anda benar Mommy Gita?" Julie hanya tersenyum.


 next>>>