
Dikantor Anna
"Resign?" tanya Andi.
"Ia. Hari ini hari terakhir saya, soalnya saya akan ambil habis cuti saya yang lima hari. Saya juga sudah bicara dengan HRD. Jadi, kamu bisa langsung setujui saja permohonan cuti saya." ucap Anna
"Kok tiba-tiba banget?" tanya Andi.
"Saya ada urusan yang mendesak," jawab Anna singkat.
Andi memandang Anna dengan ekspresi serius.
"Jangan-jangan kamu ada masalah lagi sama Pak Bayu," tebak Andi.
"Seperti yang saya bilang tadi, saya resign karen ada urusan mendesak yang harus saya urus."
"Memangnya urusannya mengharuskan kamu resign?"
"Ia," jawab Anna singkat.
Andi terdiam dan menatap Anna.
"Kalau kamu resign dari sini, dari mana kamu dapat biaya untuk hidup?"
"Saya bisa mengurus semuanya sendiri," jawab Anna.
"Bagaimana?"
"Saya harus jawab semua pertanyaan kamu ya?" Anna balik bertanya.
"Tidak," jawab Andi.
"Cutinya sudah saya setujui," lanjut Andi.
"Terima kasih."
"Kok tiba-tiba resign?" tanya Windi.
"Ada urusan penting yang mendesak," jawab Anna.
"Urusan apaan sih? Sampai harus resign segala," Sri kepo.
"Ada deh nanti juga tahu."
"Sok rahasia banget sih. Jangan-jangan mau nikah ya," goda Windi.
"Ada deh."
Beberapa hari berikutnya Anna dan Kevin sibuk dengan berbagai hal. Mulai dari diskusi dengan WO, diskusi dengan manager dan chef hotel, sampaimberbelanja.
#######
"Halo, Li kenapa?"
"Calon suami kamu itu maunya apa sih?"
"Emang Kevin kenapa?"
"Kamu tahu gak sekarang Bramantara Grup jadi pemegang saham terbesar TC Bank."
"Hah? Kok bisa?" kaget Anna
"Kamu tanya sama calon suamimu itu. Ini sekarang aku baru sampai di kantor pusat mau meeting," jawab Julie.
"Aduh, nanti deh kalau ada waktu aku tanya."
"Emang kamu di mana?" tanya Julie.
"Di mall, lagi belanja."
"Ya udah nanti aku kabari kamu lagi."
Julie menghela nafas, kemudian segera memasuki ruang meeting. Teman-temanya sudah berkumpul di ruangan meeting. Julie segera mengambil tempat di dekat Ibu Riska.
"Ini ada apa ya Bu? Kok tiba-tiba meeting, sampai kepala cabang se- Indonesia dipanggil," Julie memulai pembicaraan.
"Kevin Bramantara akan menjabat jadi komisaris di perusahaan kita."
"Kok bisa?" tanya Julie pura-pura bego.
"Perusahaan mereka membeli empat puluh lima persen saham kita."
"Eh, Anna kenapa resign sih?" tanya Ibu Riska.
"Katanya ada urusan penting." jawab Julie.
"Emang urusan apa? Jangan-jangan di bajak sama Bramantara Grup ya?"
"Dia gak bilang-bilang sama saya Bu. Katanya dia mau kasih surprise."
"Dia ada hubungan apa sama Bramantara Grup sih?" Ibu Riska bertanya lagi.
"Bagaimana kalau Ibu bertanya langsung sama Pak Kevin?" saran Julie.
"Kamu kan sahabat Anna. Setia amat sama sahabatnya." Julie hanya tersenyum.
Meeting di mulai dengan informasi pembelian saham oleh Bramantara Grup. Tak lama kemudian Kevin dan Alex Bramantara memasuki ruangan meeting. Kevin diperkenalkan sebagai komisaris baru dan dipersilahkan memberi kata sambutan.
"Singkat saja. Saya berharap bisa membantu TC Bank untuk lebih berkembang lagi. Saya juga tidak suka karyawan yang tidak kompeten dan mesum. Saya harap kita bekerjasama. Sekian." Semua karyawan bertepuk tangan dengan ekspresi bingung, kecuali Julie.
Beberapa orang mendatangi Kevin sekedar berbasa-basi atau memberi selamat, bahkan mungkin menjilat. Julie masih duduk dan sedang berpikir akan bergabung dengan orang-orang itu atau tidak. Begitu melihat Pak Bayu mendatangi Kevin, Julie memutuskan ikut bergabung.
"Selamat bergabung di TC Bank Pak Kevin." Julie mengulurkan tangan.
"Terima kasih atas perhatiannya Julie." jawab Kevin
Orang-orang yang berada di sekitar mereka agak kaget karena Kevin mengenal Julie.
"Pak Kevin sudah kenal dengan Julie?" tanya Pak Bayu.
"Kira- kira."
"Wah, pergaulan Ibu Julie luas juga." Pak Bayu tertawa garing.
"Pidato yang menginspirasi saya rasa. Tidak suka orang mesum ya?" tanya Julie.
Kevin memandang Julie, membaca pikirannya.
"Tahu sesuatu?" Kevin balik bertanya.
"Entahlah." Julie mengangkat bahu.
"Ah, mungkin Pak Bayu tahu sesuatu."
"Saya?" Pak Bayu terlihat bingung.
Kevin melihat Julie, kemudian Pak Bayu.
"Pak Bayu ada waktu? Saya ingin berbincang dengan anda."
"Ini ada apaan sih?" bisik Alex pada Julie.
"Mau tahu aja, atau mau tahu banget?" ledek Julie.
Julie mengikuti Kevin dan Pak Bayu.
#######
"Kevin ngapain?" tanya Anna.
"Dia pecat Pak Bayu," jawab Julie.
"Kok bisa?"
"Dia kan sekarang komisaris, dia punya hak dong."
Hari ini Julie menemani Anna melihat undangan dan souvenir.
"Ya, tapi kenapa?"
"Calon nyonya Kevin Bramantara di pegang-pegang sama om- om mesum, pasti calon suaminya gak senang lah."
"Kita ini cuma kontrak," bisik Anna.
"Kontrak atau bukan, gak ada suami yang senang istrinya diganggu orang," bisik Julie.
"Ini soal status sis. Aku yang jadi temanmu aja pengen banget tinju si botak," lanjut Julie.
"Masuk akal sih. Lagian Kevin juga teman aku."
"Kevin mana?" tanya Julie.
"Sibuk kerja," jawab Anna.
"Dia gak bantuin kamu?"
"Dia yang urus tempat acara dan berkas. Catering juga," jawab Anna.
"Itu aja?"
"Ya mau gimana lagi Li. Yang pengangguran kan aku."
"Ngapain juga kamu resign? Nanti setelah setahun kamu mau kerja di mana?" tanya Julie.
Anna masih sementara melihat-lihat contoh undangan.
"Kantornya Kevin," jawab Anna.
"Serius?"
"Ia. Kita sudah sepakat soal itu."
"Gak bakal canggung nanti?" tanya Julie.
"Gak tau juga sih. Nanti lah dilihat."
"Eh, tapi Kevin gak sebut-sebut nama aku ke Pak Bayu kan?"
"Tenang saja sis, kita main cantik." Anna dan Julie tertawa.
"Na kamu nanti mau undang siapa aja?"
"Gak banyak sih. Kamu, Sri, Windi. Itu saja mungkin."
"Aku sebenarnya mau undang Erin sih. Tapi masih ragu. Takutnya dia keceplosan lagi," lanjut Anna.
"Kamu gak undang Andi?"
Anna berpikir sejenak.
"Mungkin."
"Serius?" Julie sedikit terkejut.
"Biar dia berhenti dekatin aku terus," jawab Anna.
"Maksudnya?"
"Belakangan dia sering sok perhatian gitu. Aku pengen kasih tau ke dia, aku gak mungkin balik sama dia." Julie mengangguk.
"Nah, baru dibilangin orangnya sudah muncul." Anna melihat ponselnya dengan nama Andi tertera di sana.
"Kamu masih simpan nomornya?"
"Dia kan atasan langsungku. Waktu resign aku lupa hapus," jawab Anna.
Anna menjawab panggilan telponnya.
"Anna?"
"Kenapa?"
"Aku cuma mau tanya. Kamu sudah dapat kerjaan?"
"Andi kamu tuh gak bosan ya gangguin saya?"
"Aku cuma mau kasih tahu, Pak Bayu kabarnya sudah resign. Kalau mau kamu bisa coba melamar lagi di kantor."
Julie juga menempelkan telinganya di ponsel Anna.
"Saya gak butuh bantuan kamu," jawab Anna ketus.
"Sebenci itu kamu sama aku? Gak bisa kita kembali seperti dulu?" tanya Andi.
"Gak bisa."
"Aku minta maaf soal yang kemarin Na. Aku salah. Aku tahu aku salah."
"Mau gimana pun kamu minta maaf, kita gak akan bisa kembali lagi."
"Kenapa?" tanya Andi.
"Sebentar lagi saya akan menikah."
"Apa?"
"Saya akan menikah."
"Bohong," tuduh Andi.
"Terserah kalau kamu tidak percaya. Sekarang saya sibuk mengurusi pernikahan. Selamat siang." Anna menutup telpon.
"Wow," seru Julie
Hari-hari berikutnya pun Anna sibuk dengan persiapan pernikahan. Anna tidak mau terlalu merepotkan orang lain, jadi sebisa mungkin dikerjakan sendiri. Julie juga setiap minggu datang ke Jakarta untuk membantu Anna.
next>>>>>>>>>>