
"Tadi kamu telpon Li?" Suara Anna terdengar dari ponsel Julie yang sudah dalam mode speaker.
"Ia. Tadinya mau minta tolong, tapi gak jadi."
"Itu Tante Anna?" teriak Gita.
"Loh, suaranya Gita?"
"Ia ini Gita. Gita lagi makan sama Tante Julie," teriak Gita riang.
"Kok bisa sih Li? Bukannya kamu cuma bantu cariin teman-teman Gita?"
"Panjang ceritanya. Nanti deh aku ceritaiin. Aku mau makan dulu ya."
"Ok, deh. Bye."
"Tante Julie. Aaa..." Gita membuka mulutnya minta disuapi. Julie tersenyum melihat tingkah lucu Gita.
Gita sekarang sudah duduk di ruangan Julie dan sudah ceria lagi.
"Aduh, Gita kok manja banget pake disuapin segala." Bi Asih yang tadi makan di pantry sudah datang.
"Gak apa-apa kok Bi. Namanya juga anak-anak pasti manja." Gita hanya tersenyum saja.
"Habis makan, Tante lanjut kerja dulu sebentar. Sudah itu kita pulang ke Jakarta ya." Gita mengangguk sambil tersenyum.
"Tante mau lagi." Gita minta disuapi lagi.
"Kak Siska, masih ada hal penting yang harus saya kerjakan lagi?" Julie menelpon pada supervisornya yang berumur lebih tua.
"Sudah gak ada sih Li. Udah mau balik ya?"
"Ia, nih."
"Itu tadi anakmu ya Li?"
"Bukan Kak, anak teman."
"Teman apa teman."
"Ah, Kak Sisaka rese. Aku balik duluan ya."
"Gita tadi gak bobo siang?" tanya Julie.
"Gak, nanti aja di rumah."
"Kalau gitu kita pulang sekarang ya. Yuk." Gita menggandeng tangan Julie.
Karena Julie memang ada rencana ke Jakarta, tas kecilnya sudah siap di dalam mobil.
"Gita mau duduk di sebelah Tante."
"Ia tuan putri," jawab Julie.
"Udah bisa jadi mama kamu Li." Siska keluar ke parkiran untuk meledek Julie.
"Ya, emang bisa. Umurku sudah dua puluh enam juga."
"Dua puluh tujuh, minggu depan kamu kan ultah."
"Tapi kan belum Kak," bantah Julie.
"Dasar emang aku gak bisa menang dari kamu."
"Duluan ya Kak."
Gita terus berceloteh hampir di sepanjang jalan. Gita akhirnya tertidur setelah hampir sampai di kompleks perumahanmya.
"Sepertinya Gita sangat suka pada Bu Julie." Bi Asih yang dari tadi duduk di belakang berbicara.
"Anak-anak yang cerwet itu bagus. Gita juga cukup membantu saya untuk fokus nyetir."
"Tidak saya rasa Gita lebih suka Bu Julie dari pada Mbak Anna."
"Tunggu. Kenapa Anna dipanggil Mbak, saya dipanggil Ibu? Gak kebalik?"
"Mbak Anna gak suka dipanggil Ibu."
"Saya juga gak suka loh," balas Julie.
"Kalau gitu mulai sekarang saya panggil Mbak."
Saat tiba di rumah Bramantara, waktu sudah menunjukkan pukul setengah delapan malam. Bi Asih meminta security untuk memanggil Alex.
Alex muncul tepat saat Julie baru mau mengangkat Gita dari kursi.
"Julie. Gita mana?"
"Sshhh..."
Alex menengok ke arah kursi penumpang di sebelah sopir dan melihat Gita terlelap. Begitu Julie mendekap Gita pelan agar dia tidak terbangun, Gita langsung memeluk Julie.
Julie sedikit kaget, tapi tetap berusaha agar Gita tidak terbangun.
"Biar aku saja," bisik Alex. Alex berusah mengambil Gita dari pelukan Julie, tapi Gita malah makin erat memeluk Julie.
"Mommy," gumam Gita dalam tidurnya.
Ekspresi Alex menjadi lebih gelap mendengar Gita. Julie yang melihat itu, tidak ambil pusing.
Julie segera melangkah masuk ke dalam rumah.
"Julie? Kok kamu yang gendong Gita? Alex." Nenek muncul entah dari mana.
"Gita gak mau lepas dari Julie," jawab Alex.
Anna melihat pemandangan ini dengan bingung.
"Gak apa-apa Nek dari pada Gita terbangun. Kamarnya di sebelah mana?"
"Oh, mari kutunjukkan." Alex memimpin Julie. Anna segera mengikuti.
"Ada deh, nanti aku ceritakan," bisik Julie.
"Sejak kapan kamu jadi keibuan gini?" bisik Anna.
"Sejak dulu," balas Julie. Anna tertawa kecil.
"Gak salah sih," gumam Anna.
Julie meletakkan Gita di Ranjang dengan lembut.
"Maaf merepotkan," seru Alex.
"Yah, kalau mau minta maaf jangan sama saya."
"Maksudnya?" tanya Alex.
"Boleh kita bicara berdua saja?" Julie melangkah mendekati Alex yang berdiri di dekat pintu.
"Boleh. Saya juga mau mendengar apa yang terjadi pada Gita."
"Li udah?" Anna berdiri di depan pintu yang terbuka.
"Nenek manggil tuh. Alex juga dipanggil. Yuk Li."
"Nanti saja kalau begitu," guman Julie pada Alex. Julie berjalan keluar kamar dan langsung digandeng oleh Anna.
"Nak Julie," panggil Nenek.
"Kamu pasti belum makan malam kan? Makan malam dulu yuk. Kebetulan kita semua juga belum makan karena ada yang terlambat pulang kerja hari ini."
"Namanya juga banyak kerjaan Nek. Lagian itu si Alex gak fokus kerja, jadinya makin lama," protes Kevin.
"Bukannya kamu sendiri juga gak fokus?" balas Alex.
"Gak usah Nek. Saya mau pulang saja mau istirahat."
"Istirahat di sini saja, kamu kan bisa nginap di sini. Makan malam dulu, baru kamu isirahat."
"Gimana ya," Julie jadi bingung.
"Saya setuju dengan Nenek. Kalau capek mending nginap di sini saja. Kalau kamu mau pulang dulu kan lebih capek lagi.
Besok juga hari libur kan," saran Alex.
Julie merasa bimbang.
"Kalau begitu terima kasih untuk tumpangannya," seru Julie.
"Nah, gitu dong. Yuk makan dulu," ajak Nenek.
"Keluarga ini semuanya maksa ya?" bisik Julie.
"Baru tahu ya," Anna balas berbisik.
"Oh, ia Nenek mau tanya. Kok bisa Julie yang antar Gita pulang?" Nenek menyendokkan makanan masuk ke mulutnya.
"Intinya Gita terpisah dari kelompoknya dan keluar sampai ke pinggir jalan. Kebetulan saya lewat dan lihat. Habis itu Gita ikut saya terus."
"Kok bisa seperti itu? Emang Bi Asih dan Miss gak lihat?" Nenek mulai kesal.
"Sudah Nek, yang penting kan Gita gak apa-apa." Alex langsung menenangkan.
"Sekali lagi terima kasih dan maaf sudah merepotkan," seru Alex pada Julie. Julie membalas dengan senyuman.
Setelah makan Julie langsung mandi. Anna sudah menunggu Julie selesai mandi.
"Ngapain di sini?" tanya Julie setelah selesai mandi.
"Mau curhat."
"Aku ini capek banget tau. Mau istirahat, bukan mau dengarin kamu."
"Emang kamu ngapain sampai kecapekan gitu?"
"Eh, itu ponakan kamu berat tahu. Capek aku gendong dia seharian."
"Seharian, cuma setengah hari kali."
"Tetap aja capek. Coba kamu yang gendong Gita, pasti udah patah."
"Kenapa juga kamu harus gendong Gita? Dia kan bisa jalan sendiri," seru Anna.
"Mau gimana lagi? Gita gak mau lepas. Mau digendong terus, di mobil aja dipeluk terus. Gak mau lepas."
"Kok bisa? Rasanya Gita gak semanja itu deh."
"Gimana ya ngomongnya," gumam Julie.
"Ngomong aja kali."
"Aku gak enak sama Alex," balas Julie.
"Kenapa harus gak enak sama Alex?" Julie diam untuk berpikir.
"Ini bisa dibilang masalah pribadinya. Aku gak punya kapasitas untuk cerita sama kamu." Anna bingung mendengar Julie.
"Kalau masalah Alex yang gak pernah disebut-sebut cuma satu sih. Berhubungan ya?" tanya Anna.
"Apa?"
"Ada hubungannya dengan mantan istri Alex."
"Ya itu dia. Itu juga masalah Gita."
"Coba kamu cerita," pinta Anna. Akhirnya Julie bercerita tentang kejadian hari itu
next>>>