The Beauty Of A Contract Marriage

The Beauty Of A Contract Marriage
Chap 55 Kegilaan



Entah iblis apa yang merasukinya, Kevin tiba-tiba mendaratkan bibirnya pada bibir Anna. Mengulumnya pelan, bahkan berusaha bermain lidah.


Anna yang sedikit kaget, tanpa sadar membuka mulutnya dan membiarkan lidah Kevin masuk. Ketiga orang di hadapan mereka ikut terkejut. Beberapa orang di sekitat mereka juga ikut terkejut.


Hampir saja Anna terbuai permainan Kevin. Sadar sedang berada di tempat umum, Anna berusaha mendorong Kevin.


Kevinakhirnya melepaskan diri dari bibir Anna. Anna menyeka bibirnya dan berkata,


"Kamu gila ya Ken? Ini tempat umum Ken."


Kevin tersenyum manis.


"Kalau begitu mari kita ke tempat sepi." Kevinmenarik tangan Anna, tanpa menghiraukan ekspresi terkejut Anna. Semua yang mendengarnya juga sangat terkejut.


Kevin benar-benar membawa Anna menjauhi kerumunan. Anna di bawa Kevin ke bagian taman yang paling ujung dan sepi.


"Kamu ngapain sih tadi?" protes Anna.


"Memberi tahu mereka kalau aku gak homo."


"Kamu dengar?" tanya Anna.


"Mereka ngomongnya aja pakai speaker, gak mungkin gak dengar."


"Lagian aku sebenarnya gak suka kamu dekat-dekat dengan Mike," lanjut Kevin.


"Kenapa?" Anna berjalan menuju gazebo yang ada di sudut.


"Dia itu penjahat kelamin," jawab Kevin singkat.


"Serius?"tanya Anna.


Kevin mengangguk bersandar di sisi gazebo, sementara Anna sudah duduk di dalam.


"Kalau mau dia bisa tidurin siapa saja. Termasuk keluarga."


"Emang dia segila itu?" sahut Anna.


"Emang dia gila," balas Kevin.


"Tapi itu serius?" tanya Anna.


"Serius. Dia pernah kepergok lagi gituan sama Gaby. Katanya hampir semua pelayan wanita di rumahnya sudah ditiduri sama Mike." Anna membuka mulut dengan lebar


"Dia benar-benar maniak. Gak takut kena penyakit?"


"Kalau takut dia gak akan kayak gitu."


"Kalau dia takut, dia gak akan seperti itu."


"Tapi aku sebal banget sama omongannya si Mike. Masa dia bilangin kamu suka sama cowok," protes Anna.


"Terus?"


"Masa kamu gak marah?" tanya Anna.


"Ngapain harus marah kalau itu gak benar?" jawab Kevin santai.


"Ia juga sih," balas Anna.


Anna samar-samar mendengar suara.


"Kayaknya ada yang datang deh," serunya.


"Astaga dasar gila, kenapa aku bisa lupa?" guman Kevin.


"Kenapa?" tanya Anna.


"Kalau lagi ada acara di sini, ini jadi tempat favorit orang-orang buat ML. Karena lokasinya paling terpencil."


"Kok tahu? Jangan-jangan kamu sering pakai ini tempat ya?" tanya Anna curiga.


"Gak, aku dan Alex sering pergokin orang di sini."


"Makanya ke mana-mana jangan sama Alex melulu, kamu jadi dikira suka cowok kan."


"Berisik amat sih."


"Itu kayak suaranya Mike deh," sambung Kevin. Suara samar yang tadi didengar Anna jadi makin nyaring.


"Sabar Mike, kita ke gazebo pojok aja."


Tiba-tiba saja ide gila terlintas di benak Anna.


"Kevin sini." Anna menarik tangan Kevin dan menyuruhnya duduk di dalam gazebo.


Anna langsung membuka kancing kemeja Kevin.


"Eh, kamu ngapain?" Kevin menahan tangan Anna.


"Kebetulan ini tempat untuk gituan. Menurutmu apa yang mereka pikir lihat sepasang pengantin baru ada di sini? Ini bisa buktiin ke mereka kamu itu normal."


Anna yang berdiri di depan Kevin, kembali membuka kancing kemeja Kevin.


"Gak gini juga kali," protes Kevin.


"Kalau


ciuman aja gak terlalu mempan, harus akting sedikit dong." Anna membuang


syalnya ke lantai dan menarik turun tali penyangga bajunya.


"Eh, sekarang kamu ngapain?" Wajah Kevin mulai memerah.


"Persiapan akting." Anna duduk mengangkang di pangkuan Kevin.


"Hmm.. Ini juga mungkin dibuka dikit." Anna mencoba membuka kancing celana Kevin.


"Kamu gila ya?" Kevin berusaha mengancingkan celananya lagi. Anna langsung menepis tangan Kevin.


"Biar lebih dramatis." Anna kembali menjatuhkan tali dressnya yang sebelah lagi.


"Gak perlu segit.. "


Anna mendaratkan bibirnya pada bibir Kevin. Kevin awalnya kaget, tapi hanya dalam


hitungan detik dia larut dalam permainan Anna.


Mike dan Gaby makin mendekat ke arah gazebo. Mike sudah gak sabaran, berjalan sambil memegang bokong Gaby.


"Astaga," seru Gaby cukup keras. Gaby terlonjak kaget melihat ada orang dalam gazebo.


Kevin berhenti melakukan aktifitasnya.


"Akting yang bagus ya," bisik Anna. Telinga Kevin menjadi merah.


"Mengganggu amat sih," gumam Kevin. Kevin memutuskan mengikuti saran Anna.


"Maaf kami kira gak ada orang," seru Mike sambil nyengir.


Kevin memungut syal Anna dan melilitkannya dengan ketat.


Setelah merapikan bajunya sendiri, Kevin menarik Anna pergi.


"Jaga matamu yang kotor itu. Jangan melihat wanita milikku dengan tatapan menjijikkan itu." Kevin menghampiri Mike dan menatapnya dingin.


Kevin merasa sangat kesal, sampai dia tidak sadar menarik Anna dengan kasar.


"Kevin, berhenti. Tanganku sakit," protes Anna. Kevin langsung melepas tangan Anna.


"Sorry, aku gak sengaja." Orang-orang mulai memperhatikan mereka.


"Kamu kenapa sih?" Anna mendekat.


"Stop," perintah Kevin.


"Mending kita pulang saja," Kevin berkata gugup.


"Oke," jawab Anna singkat.


Ragu-ragu Kevin mengulurkan tangannya. Anna langsung menyambut tangan Kevin dengan senyuman.


"Hah." Kevin membuang nafas dan memijit pangkal hidungnya.


"Kamu kenapa lagi?" tanya Anna. Mereka baru saja menaiki mobil.


"Kamu udah gila ya? Ngapain tadi?" tanya Kevin.


"Yang di gazebo? Kan untuk membersihkan nama baikmu."


"Emang harus segitunya? Kamu sadar kamu tuh cewek, andaikata aku ngapa-ngapain kamu gimana?" Anna melongo memandang Kevin, mengedipkan matanya dua kali.


"Jangan bilang kamu turn on gara-gara yang tadi." Anna mencebik.


"Aku ini cowok normal. Wajar kalau aku tergoda." Wajah Kevin menjadi merah.


Anna tertawa melihat perubahan wajah Kevin.


"Kenapa malah tertawa?" protes Kevin.


"Abis kamu lucu banget."


"Ya, emang kenyataannya begitu. Coba kalau aku Mike, udah abis kamu."


"Oke, sorry. Aku salah." Anna masih berusaha menahan tawa.


Kevin menyalakan mesin mobil.


"Lain kali kalau ke acara keluarga Laksono, pakai baju yang tertutup. Aku gak mau Mike jelalatan liatin kamu."


Anna tersenyum mendengar pernyataan Kevin.


"Cemburu ya?" tanya Anna.


"Status kamu itu istri aku, jadi wajar dong."


Senyum Anna semakin lebar.


"Ia aku ngerti. Lain kali aku gak akan pakai baju yang seksi lagi."


"Entar malam aku tidur di kamar tamu aja deh," saran Kevin.


"Loh, kenapa?" tanya Anna. "Gak kenapa-kenapa," jawab Kevin.


"Masa sampai sekarang adeknya belum bobo," goda Anna.


"Bisa gak sih kamu jangan mancing terus," Kevin merasa resah.


"Terus aku harus bilang apa sama Nenek? Dia pasti tahu kalau kamu pindah kamar," Anna berkata pelan. Kevin menelan liur.


"Kalau gitu aku tidur di sofa aja," jawab Kevin.


"Yakin?" Suara Anna terdengar menggoda, sengaja memancing Kevin


"Anna tolong jangan terus-terusan mancing ya. Kalau sebentar aku apa-apaiin kamu, jangan sampai nyesal." Kevin berusaha fokus pada jalanan.


Anna berusaha menahan tawa.


"Oke, aku diam deh."


 next>>>