
Berita pernikahan Edelweis dan Rajasa cepat menyebar. Angela termasuk yang mengetahui dan merasa sangat berbahagia.
"Akhirnya, dia menikah dan menemukan jodohnya. Aku bisa tenang sekarang."
"Kau tidak perlu merasa terancam lagi dengannya." Clara.
"Aku memiliki sebuah rencana!"
"Apalagi yang akan kau lakukan? Mengapa kau tidak membiarkannya tenang?"
"Kau jangan salah paham? Untuk apa aku mengganggu hubungan Edelweis dan Rajasa? Justru dengan mereka menikah, aku tidak perlu lagi mengkhawatirkan Edelweis dan Roy. Aku bisa memanfaatkan momen pernikahan mereka untuk kepentinganku."
"Apa maksudmu?"
"Kau lihat saja, nanti!"
Angela menelpon Roy.
"Halo, Roy!"
"Ini siapa?"
"Angela!"
"Ada apa?"
"Aku ingin bertemu denganmu."
"Urusan kita sudah selesai! Aku sudah tidak ingin berhubungan lagi denganmu. Jangan hubungi aku! Kau itu wanita, tahu malu sedikit. Aku sudah tidak memiliki perasaan apapun padamu. Jangan ganggu aku!"
"Kau berubah jadi fetish sekarang?"
"Apa maksudmu fetish?"
"Bercengkerama dengan kaos-kaos sablonmu!" Angela tertawa lepas.
"Tidak lucu!"
"Lucu!"
"Apa maumu sih? Wanita harus punya harga diri. Apalagi kalau sudah mendapat penolakan."
"Berarti kau sudah tidak peduli dengan Edelweis."
"Apa maksudmu? Kau jangan bawa-bawa Edelweis. Kalau kau berani menganggu atau menyentuhnya, aku tidak akan segan menghabisimu!"
"Ck...ck...ck...Segitunya!"
"Kalau kau ingin memastikan dia baik-baik saja. Kau harus datang ke tempat biasa. Besok siang!"
"Kau mengancamku!"
"Kau mau datang atau tidak?"
"Baiklah!"
Roy dan Angela bertemu di tempat yang dijanjikan.
Angela memesankan menu favorite Roy.
"Ada apa kau ingin bertemu denganku?"
"Duduklah dulu. Kita makan dulu. Nikmati hidangan yang ada. Tidak usah buru-buru. Aku memesankan makanan favoritemu. Kau juga harus mencoba Cappucino Shakenya sangat enak."
"Kau tidak usah basa-basi."
"Mengapa kau begitu membenciku?"
"Kau sudah tau alasannya. Mengapa harus bertanya lagi?"
"Aku juga sudah memberitahukan alasannya padamu."
"Setelah ini kita jangan pernah bertemu lagi. Ini terakhir kalinya kita bertemu!"
"Benarkah? Kau nikmati dulu makananmu ya? Jangan-jangan ini awal baru hubungan kita dimulai."
"Kau jangan terlalu percaya diri!"
Angela tertawa.
"Kau semakin tampan dan matang!"
"Jangan bertingkah seperti germo atau tante-tante girang! Aku muak melihatnya!"
"Kau memandangku rendah karena aku melacurkan diriku? Aku melakukannya dengan alasan ."
"Mengapa kau terus saja memakiku?"
"Kau sudah sangat berubah dari pertama kali kukenal dulu. Sosok yang sangat kucintai, kagumi dan banggakan. Ternyata semua palsu!"
"Nikmati hidanganmu."
Mereka makan dan minum tanpa berbicara. Roy harus mengakui bahwa makanan dan minumannya memang sangat lezat seperti biasa kalau dia dan Angela ke sini.
Menu minuman barunya juga sangat nikmat. Apakah terbuat dari kopi luwak? Harganya yang sangat fantastis dan tulisan, dibuat dari kopi yang berasal dari enzim binatang yang memakan kopi secara utuh seperti menggambarkan bahwa mereka menggunakan kopi luwak.
Selesai makan dan minum. Roy kembali membuka pembicaraan setelah jeda hening di antara mereka berdua.
"Apa yang ingin kau sampaikan?"
"Kudengar Edelweis dan Rajasa akan segera melangsungkan pernikahannya. Kapan mereka menikah?"
"Berita sangat cepat menyebar. Bulan depan."
"Selamat untuk mereka berdua. Kau tidak patah hati?"
"Untuk apa aku patah hati? Aku senang melihat mereka berdua berbahagia. Keduanya sahabat baikku."
"Baguslah!"
"Kau tidak usah bertele-tele!"
"Bagaimana menurutmu kalau Rajasa melihat foto-foto ini?"
Angela meletakkan foto-foto Edelweis di meja.
Wajah Roy pucat pasi.
"Apa maksudmu? Kau jangan gila! Mereka sepasang kekasih dan sudah menunggu saat ini lama. Jangan kau hancurkan pernikahan mereka. Kau setan betina!" Wajah Roy merah padam.
"Seberapa besar pengorbananmu untuk mereka?"
"Apa hubungannya denganku? Aku akan berusaha melindungi mereka semampuku. Membunuhmu dengan tanganku sendiri? Bagaimana?"
"Memang kau tega membunuhku?"
"Mengapa tidak? Kalau kau berani menghancurkan hubungan mereka, aku akan menghabisimu."
"Berbicara yang nyata saja. Membunuhku akan membuatmu masuk penjara. Kau bisa terancam hukuman mati kalau kau melakukan pembunuhan yang sadis seperti memutilasi atau kekejaman lainnya."
"Aku tidak keberatan sama sekali jika harus masuk penjara!"
"Kedua, kau tidak akan tega membunuhku. Membunuh seekor semut saja kau tak mampu!" Angela tertawa memamerkan deretan gigi putihnya yang sangat rapi dan bersih.
"Jangan terlalu yakin! Semua orang kalau sudah kalap mata, mereka bisa melakukan apapun."
"Itu aku setuju!"
"Kalau begitu, kau juga paham jangan ganggu mereka berdua!"
"Asal kau mau memenuhi syarat yang kuajukan. Kujamin pernikahan mereka akan berjalan sangat lancar tanpa gangguan."
"Apa maksudmu dan jangan bertele-tele!"
"Aku ingin kita rujuk!"
"Tidak akan! Kau dengar aku? Read my lips. No way!"
"Kalau begitu, kupastikan besok pagi Rajasa akan menerima semua foto berikut videonya. Dia juga bisa mengecek keasliannya."
Kedua tangan Roy mengepal sangat kencang.
"Akan kutinju kalau kau berani melakukannya!"
"Berhenti mengatakan hal-hal yang tidak akan pernah kau lakukan biarpun besok dunia kiamat. Mari kita membuat kesepakatan."
"Kau tidak bisa memaksakan cinta. Aku mati rasa. Kau hanya memiliki tubuhku tapi tidak hati apalagi jiwaku."
"Kau tidak usah terlalu banyak berpikir! Itu urusanku. Apakah aku hanya memiliki bulu ketekmu, itu bukan urusanmu sama sekali!"
"Apa jaminannya Edelweis dan Rajasa tidak mendapatkan gangguan?"
"Apakah aku pernah mengingkari kata-kataku?"
"Kalau kau tidak menepati kata-katamu. Kita bercerai!"
"Deal!"
"Deal!