
Rafa dan Jesi sedang duduk di sebuah taman yang nampak sepi, mereka melihat pemandangan tanaman yang indah disana, udara yang sejuk dan angin yang berhembus kencang.
Jesi melihat wajah suaminya sambil tersenyum, ini Adalah Keadaan yang tak mudah bagi suaminya dan juga bagi dirinya, tapi Jesi yakin jika Rafa suaminya itu adalah lelaki yang kuat dan tegar
Sedangkan Rafa melihat wajah sang istri yang begitu cantik, ia juga melihat kesedihan dari raut wajahnya meskipun ia tidak menunjukkannya di hadapan Rafa.
" Sayang " ucap Rafa sambil tersenyum
" Kenapa sayang, apa kamu lapar atau haus " tanya Jesi
" aku hanya ingin bersandar di bahu mu " ucap Rafa
" Kapanpun kamu butuh bahuku untuk bersandar aku akan siap menyiapkan bahuku " ucap Jesi sambil tersenyum
Rafa langsung bersandar di bahu sang istri, Ia senang karena selama kondisinya seperti ini Jesi selalu berada di sampingnya.
" Terima kasih sudah menemaniku seperti ini, bahkan dalam kondisi ku seperti ini " batin Rafa
" Oh ia sayang, disana ada yang jual eskrim kamu mau " tanya Jesi
" Baiklah, kamu tunggu disini aku akan memberikannya untuk mu " ucap Rafa
" Jangan biar aku saja " ucap Jesi sambil tersenyum
" Baiklah, kamu hati-hati " ucap Rafa
Jesi segera pergi dari sana dan menghampiri penjual es krim itu, lalu membelikan beberapa eskrim juga untuk anak-anak yang ada disana, ia memang sengaja membelikan anak-anak eskrim karena ia sangat senang dengan anak-anak.
Rafa yang melihat hal itu sangat senang, baginya istrinya sangat baik, apalagi ketika Jesi tersenyum pada orang lain Rafa pun akan tersenyum membalas senyuman itu pada Jesi. Karena alasan dia tersenyum adalah istrinya.
Tiba-tiba handphone Rafa berbunyi, sang momih meneleponnya Rafa pun segera mengangkat teleponnya sambil melihat kearah Jesi.
Kring... Kring...
" Halo Momih " ucap Rafa
" Halo nak kamu dimana " tanya Ina
" Aku sednag di taman bersama dengan Jesi, ada apa Momih " tanya Rafa
" Bisakah kamu pulang sebentar ada hal penting yang momih ingin bicarakan sama kamu dan Jesi " ucap Ina
" Baiklah aku akan pulang bersama Jesi " ucap Rafa
" Momih tunggu kamu di rumah " ucap Ina
" Ia momih " ucap Rafa langsung menutup teleponnya
Ia segera menghampiri sang istri dan membawanya pulang kembali ke rumah keluarganya.
" Sayang, kenapa kemari " tanya Jesi
" Barusan Momih telepon, katanya kita disuruh pulang karena ada hal yang ingin momih katakan " ucap Rafa
" Baiklah aku akan memesan taksi " ucap Jesi
" Aku sudah memesannya, ayo ikut aku " ucap Rafa
Mereka segera menuju taksi yang sudah menunggu mereka, mereka masuk kedalam mobil dan segera menuju rumah keluarga Wiratmaja, Sepenjang perjalanan mereka memakan eskrim yang tadi di beli Jesi.
" Em.. enak es krimnya sayang " ucap Rafa
" Syukurlah jika kamu suka " ucap Jesi senang
Tak lama kemudian mereka.dudah sampai di depan rumah, mereka segera turun dan masuk kedalam rumah, disana mereka tidak melihat anggota keluarga yang lainnya hanya ada Sang kakek yang sedang menonton berita.
" Kakek, kenapa sendiri.. mana Oma " ucap Rafa bingung karena biasanya sang kakak pasti berdua bersama dengan sang Oma
" Oma lagi tidur " ucap Leo
" Apa terjadi sesuatu pada Oma " tanya Jesi
" Oma kalian baik-baik saja " ucap Leo berbohong
" Ia " ucap Leo
" Baiklah kalau begitu kami mau ke kamar Momih dulu, setelah itu aku akan ke kamar Oma untuk melihat keadaan oma " ucap Rafa
" Baiklah "
Rafa segera naik kedalam kamar sang momih bersama dengan Jesi.
Tok... Tok... Tok...
" Momih ini aku Rafa " ucapnya
Ceklek,,
" Masuklah " ucap Ina dengan wajah sedihnya dan terlihat juga matanya bengkak mungkin Karena dari tadi Ina menangis terus.
Rafa dan Jesi segera masuk kedalam kamar Ina, dilihatnya sang ayah sedang memasukan pakaiannya kedalam koper membuat Jesi dan Rafa bingung.
" Kalian duduk " ucap Ina menyuruh Rafa dan Jesi duduk di sofa
" Ayah, mau kemana membereskan baju " tanya Rafa
" Momih ini sebenarnya ada apa " tanya Rafa pada Ina
" Kami sudah merundingkan masalah penyakit kamu, dan kami memutuskan untuk pergi melakukan pengobatan mu Rafa di Singapura, Di rumah sakit milik kami dengan alat-alat yang canggih dan juga fasilitas yang terbaik " ucap Ina
" Momih serius " ucap Jesi senang dengan keputusan kedua mertuanya itu
" Terimakasih Momih, ayah.. maf sudah merepotkan kalian " ucap Rafa sambil meneteskan air mata
Ina langsung memeluk putranya itu, ia kembali meneteskan air matanya itu, padahal ia sudah berjanji tidak akan menangis lagi di depan Rafa. Sedangkan Jesi hanya bisa menahan tangisnya di depan suaminya.
" Merepotkan apa, kamu adalah putraku tidak ada yang namanya di repotkan.. yang ada kamu harus kuat menjalani berbagai pengobatan disana,, ingat jangan pantang menyerah jika kamu masih sayang sama momih dan Jesi " ucap Ina
" Sayang kamu jangan Menangis lagi " ucap Satria
" Aku tidak menangis " ucap Ina langsung menghapus air matanya dan melepaskan pelukannya
" Kalau begitu aku pamit ya Momih, aku mau menyiapkan barang-barang yang akan aku bawa Kesana bersama dengan Rafa " ucap Jesi
" Kalian istrirahat saja kiper kalian dan keperluan kalian sudah di siapkan " ucap Ina
" Momih terima kasih " ucap Jesi senang
" Kalau begitu Rafa mau melihat keadaan oma Sisil dulu, Rafa takut terjadi sesuatu pada oma " ucapnya
" Baiklah, Jesi disini saja bersama momih " ucap Ina
" Baiklah " ucap Jesi sambil tersenyum
Rafa segera meninggalkan kamar kedua orang tuanya sementara Jesi masih bersama dengan Ina dan Satria sesuai dengan permintaan Ina.
.
.
.
.
Bersambung...
Mampir yu ke novel baru aku, ini berkisah tentang kisah cinta Leya dan Geri aku tulis di novel terbaruku... berjudul " Dendam Jadi cinta " ikuti terus kisahnya.
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...