One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 16



Ketika mendengar ucapannya Rifa yang begitu sakit menusuk hatinya ia mulai berlinangan air matanya, bagaimana tidak selama ini ia bahkan sangat hancur tapi lelaki yang memperkosanya bahkan tidak peduli dan menuduhnya yang tidak-tidak


" Ya Tuhan.. ucapan Rifa sungguh membuatku sakit hati.. aku juga tidak mau dalam keadaan begini.. aku disini korban tapi seolah-olah aku tidak di anggap dan di hargai " batin Jesi


" Kamu jangan menangis, ada aku yang akan selalu membela mu " ucap Rafa


" Rafa Aku... " ucap Jesi terpotong karena ia merasakan mual yang sangat hebat


" Woek... Woek... Woek... "


" Jesi kamu kenapa, Biar aku Antarkan kamu ke kamar mandi... " ucap Rafa langsung merangkul tubuh Jesi


Sementara semua orang yang ada disana tampak heran.


" Jesi Kenapa " ucap Mesi pada Lio


" Kamu jangan khawatir, Jesi pasti akan baik-baik saja " ucap Lio menenangkan Mesi


" Apa jangan-jangan Jesi hamil " ucap Refa


" Apa.. " ucapnya Mereka kaget termasuk Rifa


" Mana Mungkin sekali langsung hamil " ucap Rifa


" Berarti kamu mengakuinya jika Jesi dan kamu pernah tidur bersama " ucap Reza


" Ish.. apaan sih, jangan ngaco " ucap Rifa


" Ini bisa saja terjadi.. " ucap Lia


" kalau Jesi beneran hamil kamu harus bertanggungjawab " ucap Refa


" Tidak mungkin, aku masih muda.. jalanku masih panjang " ucap Rifa


" Rifa Kamu harus bertanggung jawab pada Jesi " ucap Rena


" Umi, Kalau dia anakku pasti aku akan menikahinya " ucap Rifa


" Aku catat ucapan mu " ucap Lia


" Lio, Mesi...semua permasalahan kalian sudah selesai, kami akan menggelar pernikahan kalian secepat mungkin " ucap Rena sambil memeluk Mesi


" Tapi Umi ini tidak adil " ucap Rifa


" Kamu sekarang punya masalah dengan Jesi " ucap Rena


" Tapi Umi... " ucap Rifa


" Tidak ada tapi-tapian.. " ucap Rena


" Sial.. kenapa harus sama Jesi sih, kenapa tidak sama Mesi " batin Rifa


Sementara Di toilet tampak Jesi pucat, tubuhnya lemas apalagi setelah memuntahkan seluruh makanan yang ia makan barusan.


" Woek... Woek... Woek... "


" Jesi kamu tidak apa-apa " ucap Rafa


" Tidak apa-apa, mungkin aku masuk angin dan asam lambung ku naik " ucap Jesi


" Kalau begitu kita kerumah sakit " ucap Rafa dengan wajah khawatir


" Tidak usah " ucap Jesi


" Aku tidak mau terjadi apa-apa pada mu " ucap Rafa


" Benar aku tidak apa-apa hanya saja kepalaku sedikit pusing " ucap Jesi


" Kalau begitu kita pulang sana " ajak Rafa


" Baiklah " ucap Jesi sambil tersenyum


Namun ketika hendak melangkah tiba-tiba tubuh lemas Jesi tidak berdaya, ia jatuh pingsan namun dengan sigap Rafa segera menangkap tubuh Jesi


" Jesi.. bangun... " ucapnya Rafa


" Aku harus membawa Jesi ke kamar yang ada di mansion ini " ucap Rafa


Rafa menggendong Jesi dari kamar mandi, Mesi yang melihat hal itu segera menghampirinya.


" Jesi kenapa " tanya Mesi


" Dia pingsan, Tolong panggilkan dokter " ucap Rafa


" Alah palingan Pura-pura pingsan " ucap Rifa


" Kamu ya... ga punya hati nurani " ucap Mesi


" aku akan segera panggilkan Dokter " ucap Lio


" Kamu aja yang periksa, kan kamu dokter " ucap Reza


" Aku kan dokter psikolog bukan dokter umum " ucap Refa


" Ga papah kamu periksa aja dulu " ucap Lia


" Ya udah aku periksa sambil menunggu kedatangan dokter Umum " ucap Refa


Refa segera menghampiri Jesi yang tengah berbaring di ranjang.


" Mau ngapain kamu " tanya Rafa


" Aku mau memeriksa Jesi sebentar " ucap Refa


" Jangan ngaco.. aku tau kamu bukan dokter Umum " ucap Rafa


" Tapi kan aku juga mengerti " ucap Rafa


" Sudah biarkan saja Rafa periksa dulu, Umi takut terjadi sesuatu pada Jesi " ucap Rena


" Benar yang di katakan Umi... kamu cepat periksa Refa " titah Ehan


" Baik ayah dan Umi " ucap Refa tersenyum


" Baiklah aku ijin kan Kau menyentuh Jesi " ucap Rafa


Kini Refa segera mengambil beberapa alat untuk memeriksa keadaan Jesi. Ia mengecek tekanan darah, jantung, suhu badan.


" Semuanya sih normal, namun tekanan darah nya rendah mungkin karena stres.. tapi aku melihat jika dia seperti yang sedang hamil " ucap Refa membuat semua orang kaget


" Apa... " ucap Mereka benar-benar kaget dan melihat ke arah Rifa


" Kenapa melihat ke arahku... siapa tau dia hamil sama orang lain " ucap Rafa


Plakk,,


Mesi yang marah segera menampar Rifa " kamu kalau tidak mau bertanggung jawab bilang saja jangan bicara sembarangan " ucap Mesi dengan marah


Brugh..


" Pukulan itu pantas untukmu... jika kau tidak mau bertanggung jawab biar aku yang akan menikahi Jesi " ucap Rafa dengan nada marah


" Astaga... lagi-lagi dulu terulang kembali... benar-benar brengsek " ucap Lia marah


" Habis manis sepah di buang... aku doakan Kau tidak akan menemui jodohmu " cibir Refa


" Kita akan bicarakan masalah ini nanti, setelah mendengar dokter yang ahli.. " ucap Rena


" Kita bicarakan semua ini secara kekeluargaan, ayah sudah menelepon kedua orang tuamu yang ada di Singapura untuk segera kesini... " ucap Ehan


" Aku sebagai Kakakmu kecewa dengan sikapmu seperti ini.. sungguh pengecut,, " ucap Refa


" Kenapa semua menyalahkan aku.. apa kalian tidak pernah berpikir jika wanita ini baik atau buruk... siapa tau aku bukan ayah dari bayi yang di kandung " ucap Rifa


" Jesi gadis baik dia tidak berhubungan dengan lelaki siapapun selama satu tahun ini " ucap Mesi


" Terserah katamu.. aku akan tetap menikahi Jesi, bagus kalau kamu tidak mau bertanggung jawab.. itu memudahkan jalanku " ucap Rafa


" Ternyata Rafa mencintai Jesi " bisik Lia


" Semoga saja Ka Rafa Bersama Jesi.. aku muak sama Rifa " ucap Refa


" Aku setuju sama kalian " ucap Reza


.


.


.


.


Bersambung....


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz