
Rafa, Jesi dan Rifa kini sudah didalam mobil menuju bandara, mereka menaiki pesawat pribadi milik keluarganya.
Setelah sampai di bandara, Rafa mengambil koper Jesi dan ia langsung mendorong koper tersebut, sepanjang perjalanan menuju pesawat pun tampak tangan Jesi terus di genggam oleh Rafa.
" Aku akan tunjukan pada seluruh dunia jika Jesi milik ku seutuhnya " batin Rafa
Mungkin untuk sebagian orang senang di perlakukan begitu oleh orang yang di sayang, tapi bedanya dengan Jesi. dalam lubuk hatinya ia belum mencintai Rafa, selama ini ia berusaha untuk Mencintai Rafa.
" Tuhan, bukakan pintu hatiku... aku ingin mencintai lelaki yang sekarang sudah menjadi suamiku " batin Jesi
Rifa yang melihat kemesraan mereka sungguh merasakan sakit lebih dari di pukul oleh orang lain. Ia hanya bisa berharap bisa melupakan Jesi jika memang Dia dan Jesi tidak berjodoh.
" Kenapa Jesi.. bukan aku yang berada di posisi Rafa.. aku memang bodoh, dulu aku terlalu menyia-nyiakan kamu " batin Rifa
Mereka langsung masuk kedalam pesawat itu. disana sudah di sediakan beberapa makanan dan minum dan juga tempat yang rapi dan nyaman untuk mereka.
" Wah.. ini pesawat sangat mewah ... " ucap Jesi sambil tersenyum
" Sebaiknya kita duduk sayang " ucap Rafa
" Ia sayang " ucap Jesi
Mereka pun duduk di kursi yang sudah di sediakan. mereka di hampiri oleh seorang pramugari untuk menggunakan sabuk pengaman agar perjalanan mereka aman dan nyaman.
Mereka duduk dengan nyaman bahkan Jesi sampai tertidur di samping Rafa. Rafa yang tak tega melihat Jesi. ia langsung menggendong Jesi menuju kamar yang sudah disediakan.
" Ka Rafa mau kemana " tanya Rifa
" Aku akan menidurkan Jesi dahulu " ucap Rafa
" Baiklah ka, ada yang ingin aku sampaikan pada kakak " ucap Rifa
" Baiklah Kamu tunggu disini dahulu " ucap Rafa langsung membawa Jesi ke kamar itu.
Kamar yang nyaman dan kasur yang empuk membuat Jesi semakin terlelap. Rafa pun mencium kening Jesi dan pergi menghampiri sang adik.
Rafa langsung menghampiri Rifa yang ada disana, Rifa pura-pura senyum-senyum melihat foto Sofia seakan-akan dia sedang jatuh cinta agar Sang kakak tidak mencurigai dia.
" Kenapa kamu senyum-senyum " tanya Rafa
" Lihat ini ka " ucap Rifa sambil tersenyum
" Dia cantik " ucap Rafa sambil tersenyum
" Ini pacarku.. cantik, baik dan juga cerewet " ucap Rifa
"Maafkan aku ka, membohongi kakak.. aku hanya tidak ingin di curigai oleh semua keluarga " batin Rifa
" Kalau begitu segera menikah " ucap Rifa
" Aku belum melamarnya " ucap Rifa
" Kalau begitu tunggu apa lagi.. kamar sekarang " ucap Rafa
" Kita baru saja pacaran Ka.. " ucap Rifa
" Pacaran itu buang-buang waktu.. menikah saja jika sudah yakin dan cocok " ucap Rafa
" Kaka benar sih.. nanti aku pertimbangan dulu " ucap Rifa
" Kalau kamu suka dia, kamu harus kejar dia terus.. sampai halal " ucap Rafa
" Bagaimana orang yang di kejar olehmu adalah kakak iparmu sendiri " ucap Rifa dalam hatinya
" Aku harap kamu benar-benar melupakan Jesi.. aku akan sangat senang jika kamu bahagia dengan orang lain selain Jesi " batin Rifa
" Terima kasih ka sarannya " ucap Rifa
" Baik ka " ucap Rifa
Rafa segera pergi dari sana dan segera menemui sang istri yang tadi masih tidur. Sesampainya disana ia melihat sang istri masih terlelap tidur. Rafa pun tidur di sampingnya dan memeluknya.
Jesi merasakan seseorang memeluknya ia yakin pasti yang memeluknya itu adalah Rafa sang suami, Jesi merasa nyaman ketika di peluk Rafa ia pun terlelap kembali.
Mereka tidur saling berpelukan namun Rifa yang masih ada di luar terlihat gelisah melihat kakaknya pergi ke kamar.
" Apa yang harus aku lakukan " batin Rifa
Tanpa sadar ia Rifa pun membaringakan tubuhnya di kursi penumpang sampai tertidur.
Rafa pun yang terbangun pun langsung ke kamar mandi dan ingin mengecek kebenaran sang adik, dilihatnya dia sedang tidur di kursi penumpang, ia pun mengambil selimut dan langsung menyelimutinya.
" Aku sayang padamu, aku berharap hubungan kita akan terus harmonis, kamu adik yang selama ini aku banggakan.. jangan pernah mengecewakan ku lagi " batin Rafa sambil tersenyum
Rafa kembali ke kamar menemani Sang istri namun ternyata sang istri sudah bangun karena merasakan perutnya lapar.
" Kenapa kamu bangun sayang " tanya Rafa
" Aku lapar sayang " ucap Jesi
" Kamu mau makan apa Hem " ucap Rafa
" Apa saja " ucap Jesi
" Kamu tunggu disini saja ya, biarkan aku yang ambilkan makanan kesini, kebetulan aku juga sedang lapar " ucap Rafa
" Baiklah " ucap Jesi sambil tersenyum
Rafa keluar dari kamar itu lalu mengambilkan Makanan yang tadi di sediakan oleh sang pramugari. ia membawa nampan yang berisi makanan itu ke dalam kamar dimana sang istri berada.
Ceklek,,
" Sayang.. ini makanannya " ucap Rafa
" Terima kasih sayang " ucap Jesi
" Sama-sama " ucap Rafa
Mereka pun segera memakan makanannya dengan lahap, makanannya enak ditambah mereka sedang lapar membuat makanan itu habis.
.
.
.
.
Bersambung...
Mampir yu ke novel baru aku, ini berkisah tentang kisah cinta Leya dan Geri aku tulis di novel terbaruku... berjudul " Dendam Jadi cinta " ikuti terus kisahnya.
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz