
Rafa segera menuju butik milik Mila dengan perasaan marah dan kesal.
" Rafa akhirnya kamu kembali kesini juga " ucap Mila senang
" Aku kesini hanya ingin melihat Cctv " ucap Rafa langsung to the points
" Sial, bagaimana ini aku lupa belum sempat menghapus rekaman Cctv lagi " batin Mila
" Em... kalau begitu aku akan memberitahukan teknisi untuk mengecek rekaman Cctv " ucap Mila sambil tersenyum
" Tidak usah biar aku yang cek sendiri " ucap Rafa
" Tapi... " ucap Mila terpotong
" Kamu tak perlu repot-repot, aku ini seorang hecker tidak sulit bagiku " ucap Rafa
" Aduh bagaimana ini... posisiku semakin sulit.. aku takut ketahuan " batin Mila
Kini perasaan Mila tak menentu, apalagi ketika Rafa mengutak-atik Handphonenya yang di sambungkan ke akses Cctv.
" Bisa gawat kalau Rafa marah padaku bagaimana... " batin Mila
" Aku bisa melihatnya sekarang... jika Mila salah aku benar-benar marah padanya " batin Rafa
Tak butuh waktu lama untuk Rafa, sepuluh menit sudah bisa mendapatkan rekaman Cctv tersebut.
Betapa terkejutnya dia ketika melihat kelakuan Mila pada Jesi dan Mesi saat tadi.
" Pantas Saja tadi Mesi begitu emosi pada Mila, aku salah menilai selama ini " batin Rafa
" Aduh Rafa sudah tau semuanya lagi " batin Mila
Rafa langsung melihat wajah Mila yang begitu gugup dan pucat. Ia sedikit meredam amarahnya karena ia menghargai persahabatannya dari dia kecil bersama dengan Mila.
" Kamu bisa jelaskan semua ini " ucap Rafa
" Rafa Maafkan aku... hiks.. hiks.. hiks... " ucap Mila
" Jawab... kenapa kamu lakukan itu " bentak Rafa
" Aku melakukan itu karena aku tidak rela kamu menikah dengan wanita murahan itu " ucap Mila
" Jaga ucapanmu.. dia wanita baik-baik " ucap Rafa
" Wanita baik-baik tidak akan hamil oleh lelaki lain dan kenapa kamu yang harus menanggung jawab kehamilan dia " ucap Mila sambil menangis
" Aku mencintainya... apapun aku akan lakukan untuknya termasuk menikah dengannya walaupun anak dalam kandungannya bukan anakku " ucap Rafa
" Kenapa Rafa, kenapa.. aku yang selalu ada untukmu selama ini.. tapi dia yang kamu cintai.. tidak kah kamu sadar aku menyukai mu dari kecil hingga sekarang " ucap Mila masih menangis
" Kau hanya menganggap mu sebagai sahabatku bahkan sudah seperti adikku " ucap Rafa
" Aku menyukainya Rafa... bisakah Kau lihat aku sedikit " ucap Mila
" Maaf Mila.. aku membelamu tadi hanya karena amanat dari ibumu untuk selalu menjagamu dan melindungi mu, namun tak ku sangka jika Kau malah memfitnah orang yang aku sayangi " ucap Rafa
" Rafa maafkan aku... Aku hanya ingin kamu membalas cintaku " ucap Mila
" Maf Mila, hatiku sudah terisi oleh sosok Jesi, ia yang bisa menggantikan Gea dihatiku " ucap Rafa
" Tapi kenapa Rafa... kenapa dia bukan aku " ucapnya Mila
" Mila, aku yakin suatu saat kamu bisa menemukan lelaki yang bisa mencintai mu tulus, tapi bukan aku " ucap Rafa
" Aku maunya kamu Rafa " ucap Meli langsung memeluk Rafa
" Maafkan aku Mila " ucap Rafa langsung melepaskan pelukannya Mila
" Rafa jangan tinggalkan aku " ucap Mila sambil memegang tangan Rafa
" Apa Kurangnya aku " ucap Mila
" Kamu wanita yang baik dan pintar, namun aku tidak mencintaimu.. aku harap kamu bisa mengerti " ucap Rafa langsung melangkah pergi dari sana
" Rafa aku mohon jangan pergi " ucap Mila
" Kenapa Rafa... kenapa... aku benar-benar mencintai mu... bahkan sangat mencintai mu... jangan tinggalkan aku Rafa... kembalilah... " teriakan Mila didalam butiknya
Rafa segera menuju rumah sakit Kembali, hatinya sekarang tidak tenang, apalagi belum mendengar kabar dari Mesi dan Lio tentang keadaan Jesi sebenarnya.
Ia segera menaiki mobilnya lalu mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi agar segera sampai di rumah sakit, Ia pun mencoba menghubungi Lio namun tidak aktif, sedangkan ia tidak mencoba menghubungi Mesi namun nomber Handphonenya malah sibuk.
" Heran dengan sikap Mila... tidak seperti biasanya... masa ia dia menyukaiku.. aku saja mengaggap ya seperti saudara ku sendiri " batin Rafa
" Aku harus segera menuju rumah sakit " ucap Rafa dengan wajah paniknya
" Aku coba untuk menghubungi Lio dulu, agar tau kondisi Jesi saat ini " ucapnya langsung mengambil handphonenya dan menelepon Lio
*" Maaf nomber yang tanda tuju sedang tidak aktif, cobalah beberapa saat lagi "*
" Sial kenapa No Handphonenya Lio malah tidak aktif " ucapnya Rafa dengan kesal dan mencoba menghubungi Lio beberapa kali
" Aku akan coba sekali lagi " ucapnya tak putus asa
*" Maaf nomber yang tanda tuju sedang tidak aktif, cobalah beberapa saat lagi "*
*" Maaf nomber yang tanda tuju sedang tidak aktif, cobalah beberapa saat lagi "*
" Lio kemana sih sebenarnya, aku harus menghubungi Mesi kalau begitu" ucap Rafa
*" Maaf nomber yang tanda tuju sedang Sibuk, cobalah beberapa saat lagi "*
" Sial kenapa Mesi Handphonenya sibuk lagi, sebenarnya ia sedang menelepon siapa sih " ucap Rafa
" Aku akan coba menghubungi Mesi lagi " ucapnya tak putus Semangat
*" Maaf nomber yang tanda tuju sedang Sibuk, cobalah beberapa saat lagi "*
" Mesi kamu sedang menelepon siapa... kenapa begitu lama teleponnya " ucap Rafa dengan kesal
*" Maaf nomber yang tanda tuju sedang Sibuk, cobalah beberapa saat lagi "*
" Mesi jawab teleponnya " ucap Rafa
Karena tidak ada jawaban dari Mesi dan Lio, ia semakin gelisah dengan keadaan calon istrinya.
.
.
.
.
Bersambung...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz