One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 59



Keesokan harinya,,


Jesi bangun dari tempat tidur dan melihat ternyata sang Suami ternyata tidak ada di kasur lalu ia segera mencarinya, Ternyata Rafa tidur di sofa tersebut. Membuat Jesi semakin sedih dan meneteskan air matanya. Jesi pun menghampirnya sang suami.


" Sayang Kenapa kamu malah tidur sini " ucap Jesi dengan nada sedih


" Sayang kamu sudah bangun " ucap Rafa saat mendengar suara Mesi


" Kamu kenapa sedih sayang " ucap Rafa


" Apa kamu membenciku " ucap Jesi sambil meneteskan air matanya


" Benci... siapa yang membenci mu sayang " ucap Rafa


" Lalu kenapa kamu tidak mau tidur bersama ku " ucap Jesi meluapkan Semua yang ada di pikirannya


" Oh itu... em.. aku ketiduran semalam " ucap Rafa


" Kamu bohong " ucap Jesi


" Bagaimana ini.. apa aku harus jujur saja " batin Rafa


" Bukan begitu sayang " ucap Rafa


" Lalu apa " ucap Jesi


" Mungkin kejujuran memang lebih baik " batin Rafa


" Baik aku akan jujur padamu... " ucap Rafa


" Apa " ucap Jesi menghapus air matanya


Dengan terpaksa Rafa akhirnya jujur pada Jesi meskipun ia harus menanggung malu pada akhirnya.


" Sebenarnya semalam aku tidak tidur denganmu karena ku sedang menahan hasrat ku " ucap Rafa


" Hasrat maksudnya " tanya Jesi


" Kita kan sudah jadi suami istri dan Kemarin adalah malam pertama kita " ucap Rafa


" Jadi kamu mau melakukan itu " ucap Jesi


" Aku sudah katakan aku Tidak akan memaksa jadi aku lebih baik menghindar dari pada harus memaksa Kamu " ucap Rafa


" Jadi karena itu.. tapi aku juga tida bisa menolak keinginan Rafa karena dia adalah suamiku " batin Jesi


" Karena kamu sudah bangun lebih baik kita mandi lalu sarapan di restoran hotel ini, aku ke kamar mandi duluan ya " ucap Rafa


" Tunggu " ucap Jesi menahan tangan Sang suami


" Ada apa sayang " ucap Rafa


" Kalau kita melakukannya sekarang bagaimana " tanya Jesi


" Apa maksudmu " ucap Rafa


" Apa Jesi merasa kasian padaku " batin Rafa


" Ia kita lakukan itu " ucap Jesi dengan malu-malu


" Aku tidak mau kamu melakukannya denganku karena rasa kasihan " ucap Rafa


" Tapi... aku mau seutuhnya jadi milikmu " ucap Jesi dengan pipi merona


" Kamu yakin " ucap Rafa sambil tersenyum nakal


" Ia sayang " ucap Jesi


" Baiklah kalau kamu mengijinkan aku akan melakukannya. " ucap Rafa dengan raut wajah senang


" Tapi pelan-pelan kan ada bayi di rahimku " ucap Jesi


" Kau akan membuatmu merasa nyaman " ucap Rafa


" Astaga, Tubuh Rafa bagus sekali " batin Jesi


" Aku ingin menerkamnya namun tidak boleh takut Jesi menjadi kapok " batin Rafa


Kini Rafa menurut Jesi untuk duduk di ranjang karena tidak memungkinkan jika harus menindih Jesi yang sedang hamil, Rafa mulai menciumi Jesi dengan lembut, membuat Jesi merasa geli dan menikmati ciuman sang suami.


" Sayang bagaimana rasanya " ucap Rafa


" Geli tapi enak " ucap Jesi


Hasrat keduanya sudah membara Rafa yang sudah melihat beberapa Vidio di internet ia praktekkan dengan sang istri, Meskipun hasrat Rafa sudah tidak tahan ia pun mencoba lebih lembut namun masih dengan memainkan permainan agresif.


Ciuman yang di berikan Rafa sangat manis bahkan Jesi hanya bisa pasrah tanpa protes, Rafa yang senang dengan sikap Jesi mulai memainkan tangan nakalnya, ia mulai Kesana kemari menelusuri setiap inci tubuh Jesi.


Setelah puas dengan ciuman bibir, Rafa mulai menciumi leher Jesi dan bagian tubuh yang lainnya. Pakaian sudah di buka sedikit sedikit tanpa sadar ketika Rafa sedang mencium bibir Jesi tadi.


Kini Jesi sudah telanjang bulat tanpa sehelai benang pun. Kulit putih dan mulus milik Sang istri membuatnya hasratnya tidak tahan lagi.


" Sayang Aku mencintaimu " bisik Rafa pada sang istri


" Aku juga mencintaimu " ucap Jesi


" Kamu jangan takut aku akan pelan-pelan " ucap Rafa


" Ia sayang " ucap Jesi


Salah satu tangan Rafa mulai meraba daerah sensitif Jesi dan tangan yang satu lagi meraba gunung kembar milik Jesi. Jesi benar-benar merasa geli dibuatnya bahkan tanpa sadar Dia mendesah, membuat suasana semakin panas.


" Sayang Jika Kamu ingin mendesah keluarkan suara mu yang sangat indah itu.. biar aku semakin bersemangat " ucap Rafa


" Baiklah sayang " ucapnya


" Ahk... Sayang... Aku sudah tidak tahan " ucap Jesi dengan suara tak karuan


" Lebih kerasa lagi suaranya sayang " semakin mempercepat pergerakan tanganya


" Ahk... Sayang..."


" Akh Rafa.. "


Karena keduanya sudah merasa tegang dan Rafa sudah tidak tahan akhirnya ia segera memasukan juniornya kedalam Gua milik Jesi.


" Aw.... "


" Tahan sayang, sebentar lagi jadi enak " ucap Rafa mempercepat gerakannya


Mereka melakukan beberapa ronde dan beberapa gaya hingga tubuh mereka Kelelahan.


.


.


.


.


Bersambung...


Mampir yu ke novel baru aku, ini berkisah tentang kisah cinta Leya dan Geri aku tulis di novel terbaruku... berjudul " Dendam Jadi cinta " ikuti terus kisahnya.


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz