
Keesokan harinya,,
Rafa begitu setia duduk di samping rajang tempat tidurnya sambil memegang tangan Jesi, memang saat ini ia ketiduran karena semalam menjaga Jesi takut terjadi apa-apa.
Jesi sudah sadar namun ia heran ketika seseorang memegang tangannya, ia berpikir jika lelaki itu adalah Rafa, tapi bagaimana mungkin semalam kan dia bersama dengan Rifa di kamarnya namun hari ini dia berada di kamar Rafa.
" Apa benar ini Rafa... kenapa dia tidur di kursi sambil memegang tangan ku... " batin Jesi
Jesi mencoba untuk mengelus rambut Rafa namun gerakan tangannya malah membuat Rafa terbangun dari tidurnya.
" Jesi... " ucap Rafa langsung bangun dan melihat keadaan Jesi
" Aku tidak apa-apa " ucap Jesi
" Syukurlah.. kamu membuatku khawatir semalam " ucap Rafa
" Maf sudah menyusahkan mu " ucap Jesi dengan nada sedih
" Tidak masalah... aku senang justru bisa bersamamu " ucap Rafa sambil tersenyum
" Terima kasih kamu sudah menjagaku " ucap Jesi
" Sudah jangan bicara, apa tangan mu masih sakit " tanya Rafa
" Tidak... " ucap Jesi
" Kamu jangan berpikiran pendek ya.. aku janji akan selalu membahagiakan mu.. " ucap Rafa
" Aku tidak pantas untuk bahagia " ucap Jesi sambil meneteskan air matanya
" Asalkan Kamu mau menikah denganku... aku akan selalu menjagamu, mencintaimu seumur hidup ku " ucap Rafa
" Aku tidak pantas untuk mu... kamu masih bisa cari wanita yang dari aku " ucap Jesi
" Tapi aku maunya kamu... aku nyaman dengan mu.. aku juga mencintaimu.. jangan tolak aku " ucap Rafa
" Kamu yakin " ucap Jesi
" Sangat yakin... " ucap Rafa sambil tersenyum
" Tapi bagaimana keluarga mu " tanya Jesi
" Biar itu aku yang tangani... ini urusanku.. asalkan kamu tetap berdiri disamping ku, aku akan hadapi " ucap Rafa
" Terima kasih sudah mau melakukan itu padaku... lalu anak ini bagaimana " tanya Jesi
" Aku akan menggangap anak ini sebagai anak ku juga " ucap Rifa
" Kamu serius " ucapnya Jesi
" Ia sayang " ucap Rafa memeluk Jesi
" Tuhan, bolehkan aku egois jika menginginkan lelaki ini sebagai jadi suami dan pendamping ku.. dia baik dan tulus padaku... aku merasa bahagia bersamanya " batin Jesi
" Ku harap Jesi membuka hatinya padaku " batin Rafa
" Kamu dan anak ini adalah bagian dari hidupku mulai sekarang... kamu tidak usah khawatir.. anak ini tidak salah apapun " ucap Rafa menyakinkan Jesi
" Ia... aku mau menerima mu " ucap Jesi
" Kamu serius sayang... terima kasih " ucap Rafa mencium pipi Jesi membuat wajah Jesi malu dan merah merona
Tiba-tiba suara ketukan pintu begitu menggangu kemesraan mereka namun yang lebih menggangu adalah ketika orang yang menyakiti Jesi muncul, siapa lagi kalau bukan Rifa.
Lelaki yang tidak bertanggung jawab dan pengecut yang tidak pernah menerima kenyataan.
" Huh, bukanya mandi malah berpelukan di pagi hari.. apa sikapmu seperti itu terhadap lelaki lain " ucap Rifa dengan wajah tidak suka
" Diam kamu " ucap Rafa dengan wajah marahnya
" Sudahlah.. jangan ladeni orang gila ini " ucap Jesi
" Sembarang aku masih waras.. lihat paras ku yang menawan ini " ucap Rifa dengan sombongnya
" Wajah mu Memang menawan aku akui tapi tidak dengan kekakuan mu.. Sungguh membuatku muak " ucapnya Jesi
" Mulutmu pedas sekali " ucap Rifa
" Keluar dari kamarku " ucap Rafa
" Aku tidak ada urusan denganmu " ucap Rifa marah
" Lalu untuk apa kamu datang ke kamarku " bentak Rafa
" Aku cuma mau melihat lemah wanita ini.. tapi ternyata dia tidak begitu lemah mungkin karena kamu peluk Rafa " ucap Rifa sambil melihat sinis ke arah Jesi
" Aku hanya ingin menyampaikan jika kakek Leo datang, dan memanggil kita untuk sarapan bersama " ucap Rifa
" Yasudah cepat keluar, kami akan siap-siap " ucap Rafa
" Tidak usah kamu usir aku juga sudah mau keluar.. disini aku terlalu kini melihat wanita yang bermuka dua " ucapnya Rifa
" Kamu " ucap Rafa hendak memukul Rifa namun di tahan oleh Jesi
" Biarkan dia bicara sesuka hatinya tapi suatu hari nanti kamu akan mendapat karmanya " ucap Jesi sambil tersenyum jahatnya
" Kamu benar sayang... Tuhan tidak tidur... biarkan dia yang membalas " ucap Rafa
" Itu tahayul " ucapnya Rifa melangkah pergi dari kamar Rafa dengan wajah marah
" Wanita itu benar-benar gila, Rafa pun di buat percaya oleh tahayul itu " batin Rifa
" Sungguh keterlaluan sikap Rifa, dia membuat Jesi sedih.. Siapapun yang membuat Jesi sedih, aku harus membalas dendam padanya... lihat saja " batin Rafa
" Benar-benar laki-laki brengsek... aku benar-benar kesal dengan sikapnya yang sombong " batin Jesi
" Sayang, apa kamu mau mandi.. biar aku antar " ucap Rafa
" Tidak usah aku bisa sendiri " ucap Jesi
" Tapi kamu belum sembuh dan masih lemas " ucap Rafa
" Baiklah tapi hanya di depan pintu kamar mandi ya " ucap Jesi
" Baiklah... sayang " ucap Rafa
Rafa segera menuntun Jesi sampai ke pintu kamar mandi
" Kamu mandi ya... aku akan menyiapkan baju untukmu " ucap Rafa
" Terima kasih " ucap Jesi
" Tidak usah sungkan sayang " ucap Rafa sambil tersenyum
Jesi sudah masuk kedalam kamar mandi sementara Rafa langsung ke kamar Refa untuk ikut mandi dan tak lupa ia menyuruh Refa membawakan baju baru untuk Jesi.
Tok... Tok... Tok....
Ceklek,,
" Ka Rafa ngapain kesini " tanya Refa
" Aku mau ikut mandi disini... " ucap Rafa langsung masuk kedalam kamar Refa
" Kenapa tidak di kamarmu " tanya Refa
" Jesi sedang mandi juga " ucap Rafa
" Baiklah kalau begitu " ucap Refa
" Kamu bisa ambilkan pakaian baru yang kamu punya lalu berikan ke Jesi " ucap Rafa
" Kamu kan tau Jesi tidak membawa baju " ucap Rafa
" Baiklah " ucap Refa
.
.
.
.
Bersambung...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz