
Rafa sudah selesai menyelesaikan pekerjaannya, ia mengajak sang istri untuk berjalan-jalan di pinggir pantai sambil menikmati pemandangan laut di sore hati.
Jesi dengan senang hati ikut dengan sang suami, memang pemandangan sore hari sangat indah.
Mereka berjalan-jalan di tepi pantai sambil tersenyum saling berpegangan tangan. Hingga akhirnya Langkah Rafa terhenti, ia menggenggam kedua tangan Jesi.
" Jesi, aku mencintaimu " ucap Rafa sambil tersenyum
" Aku juga mencintaimu " ucap Jesi membalas senyuman sang suami.
Mereka berpelukan berdua, Rafa memang benar-benar mencintai Jesi sampai kapanpun, ia berharap jika ia bisa bahagia bersama dengan Jesi.
Namun disisi lain terlihat seorang laki-laki ya g sedang melihat keromantisan Rafa dan Jesi, ia merasa kesal dan cemburu pada mereka.
" Jesi,, kenapa harus bersama dengan Rafa.. coba kamu kasih kesempatan padaku,, aku berjanji tidak akan menyia-nyiakan kamu lagi " ucap Rifa lirih
Ia pun kembali mengikuti mereka yang terlihat menaiki perahu, Rifa memang sengaja mengikuti Rafa dan Jesi selama mereka liburan.
Rafa terlihat sudah menyiapkan ini sebelumnya, suasana romantis yang ia lihat dari kejauhan karena ia tidak bisa masuk kedalam kapal tersebut.
Ia langsung menelepon sang kakak untuk berpura-pura mengajaknya jalan-jalan.
Tut... Tut.. Tut...
" Halo, ka Rafa kamu dimana " tanya Rifa
" Kenapa memangnya " ucap Rafa
" Aku dan Sofia mau mengajak kakak jalan-jalan bersama dan nanti makan malam bersama " ucap Rifa berbohong padahal ia yang ingin ikut dalam acara sang kakak
" Aku sibuk, sebaiknya kamu cari kegiatan sendiri " ucap Rafa
" Tapi ka, tidak akan seru jika gaya berdua " ucap Rifa kekeh
" Maf Rifa.. aku tidak bisa, aku sedang sibuk bersama dengan istri ku sekarang " ucap Rafa
" Cih, sombong sekali dia.. aku harus cari cara agar aku bisa mengikuti mereka lagi " batin Rifa
" Sebenarnya Sofia hari ini ulang tahun, aku berniat akan memberikan dia kejutan, tapi aku tidak tahu harus apa " ucap Rifa
" Siapkan makan malam romantis, berikan dia kue dan hadiah " ucap Rafa
" Nah itu dia ku tidak tahu selera wanita, kue yang di sukai wanita apa ya,, lalu hadiah apa yang cocok untuk Sofia, aku takut dia tidak menyukainya " ucap Rifa
" Berikan saja dia cincin " ucap Rafa
" Apa, cincin.. yang benar saja aku berikan cincin, cincin adalah tanda seseorang melamar, bagaimana bisa aku melamar Sofia " batin Rifa
" Aku tahu kamu dulu playboy, masa ia tidak mau kesukaan wanita " batin Rafa
" Tapi ka apa tidak berlebihan memberikan cincin " tanya Rifa
" Kenapa tidak, cincin itu tanda keseriusan kamu dan Sofia.. sudahlah aku sibuk " ucap Rafa menutup teleponnya
" Sial malah di tutup " ucap Rifa kesal
Rifa langsung memesan restoran mahal dan memberikan kejutan ulang tahun untuk Sofia, semua ini ia lakukan agar sang kakak tidak curiga, ia juga sudah menyiapkan hadiah untuk Sofia.
" Baiklah semuanya sudah selesai tinggal aku telepon Ka Rafa lagi " ucap Rifa sambil tersenyum jahat karena ini sudah menunjukan pukul sebelas malam.
Tut... Tut... Tut...
Tut... Tut... Tut...
Tut... Tut... Tut...
" Halo " ucap Rifa dengan nada marahnya karena ia sedang asyik-asyiknya tertidur sambil memeluk sang istri
" Ka, jangan marah.. aku sudah menyiapkan kejutan untuk Sofia, kini tinggal kakak yang datang ke acara pesta,, pestanya tepat pukul dua belas malam " ucap Rifa
" Maf aku tidak datang, karena Jesi sudah tertidur pulas, aku tak tega jika harus membangunkannya " ucap Rafa
" Ayolah ka, bantu aku sekali saja, aku mohon " ucap Rifa
" Tidak bisa " ucap Rafa
" Ayo lah ka,, aku mohon " ucap Rifa
Tiba-tiba Jesi terbangun karena suara marah Rafa yang terdengar jelas di sampingnya.
" Ada apa sayang " tanya Jesi bangun dari tidurnya
" Tidak apa-apa, kamu kembali tidur saja " ucap Rafa sambil tersenyum
" Kalau begitu aku akan menelepon Jesi kalau kamu tidak mau datang kesini " ancam Rifa
" Lihat saja kalau berani " ucap Rafa
" Makanya datang ka, kalau tidak aku akan membuat kakak menyesal " ucap Rifa
" Baik-baik aku tanya Jesi dahulu, tapi jika Jesi tidak mau aku tidak ikut " ucap Rafa
" Baiklah, bujuk supaya Jesi mau " ucap Rifa langsung menutup teleponnya.
Ia kembali ke gedung itu, dan mempersiapkan kembali. Sedangkan Rafa tampak menjelaskan tentang siapa yang menghubunginya malam-malam.
" Sayang, yang barusan telepon itu adalah Rifa " ucap Rafa
" Lalu " tanya Jesi
" Hari ini dia mau memberikan kejutan ulang tahun untuk Sofia, dia mengundang kita turut dalam pesta ulang tahun yang tepat pukul dua belas " ucap Rafa
" Sofia ya,, dia anaknya baik juga, tidak salahnya jika kita pergi kesana " ucap Jesi
" Kamu yakin sayang " tanya Rafa
" Kenapa tidak.. " ucap Jesi sambil tersenyum
" Baiklah sekarang kamu ganti baju lalu kita pergi sekarang " ucap Rafa
" Baiklah " ucap Jesi langsung menuju lemari pakaiannya
Setelah Jesi memakai baju santai dan jaket yang tebal, barulah mereka pergi dari sana menuju Gedung yang sebelumnya Rifa berikan alamatnya.
" Semoga Memang Rifa mencintai Sofia, yang aku lihat Sofia juga mencintai Rifa " ucap Jesi dalam hatinya
" Sayang apa menurutmu Rifa mencintai Sofia " tanya Rifa
" Semoga saja sayang, Sofia anaknya baik aku bisa melihat hal itu " ucap Jesi sambil tersenyum
" Ya aku juga sependapat dengan kamu " ucap Rafa
Mereka sudah sampai di gedung itu, tampak sepi dan gelap, mereka segera masuk sesuai dengan keinginan Rifa.