
Mesi dan Jesi kaget ketika Rafa membentak Mesi didepan wanita yang bernama Mila itu.
" Kenapa " ucap Mesi dengan wajah kesalnya
" Kamu jadi wanita kenapa kasar " ucap Rafa langsung membantu Mila untuk berdiri
" Sial sepertinya wanita yang bernama Mila itu memang sengaja memancing amarahku dari tadi, aku harus tenang jangan terbawa emosi lagi " batin Mesi
" Kenapa Rafa malah membela wanita itu.. atau jangan-jangan wanita itu pernah ada hubungannya dengan Rafa... aku kesal sekali dengan wanita itu " ucap Jesi dalam hatinya
" Mila, apa kamu tidak apa-apa " tanya Rafa begitu perhatian pada Mila
" Hanya kakiku sakit " ucap Mila pura-pura kesakitan
" Pasti dia cuma pura-pura " batin Jesi
" Coba aku lihat, atau mau aku bawa ke rumah sakit " ucap Rafa
" Ih.. kenapa Rafa perhatian sekali pada Mila... " batin Jesi
" Hey, Rafa apa kamu tidak menghargai perasaan Jesi " ucap Mesi dengan nada kesal
" Apa maksudmu " tanya Rafa
" Kamu begitu perhatian sama wanita ini... jangan-jangan dia salam satu mantan mu " ucap Mesi
" Mesi sudah jangan berantem " ucap Jesi
" Dia teman baik ku dan juga Lio.. kenapa harus cemburu " ucap Rafa
" Apa aku yang terlalu cemburuan... tapi apakah wajah jika Rafa berbuat begitu " batin Jesi
" Diantara wanita dan laki-laki jika terlalu dekat salah satunya pasti menyimpan perasaan... kamu dan Jesi juga awalnya teman bukan " ucap Mesi
" Kamu lebih baik membela calon istri mu.. aku tidak apa-apa ko " ucap Mila
" Astaga dia jago akting sekali... mungkin kalau dia artis harus di beri penghargaan pemeran wanita jahat paling lebay " batin Mesi
" Aku hanya akan membela yang benar.. " ucap Rafa
" Jadi maksudmu aku salah " tanya Mesi dengan raut wajah tidak mengerti
" Kamu dorong Mila tadi " ucap Rafa
" Bukan seperti itu kejadiannya " ucap Jesi terlihat menjelaskan pada Rafa
" Cukup jangan bicara apapun jika hanya akan membela Mesi " ucapnya Rafa
" Tapi.. Ini " ucap Jesi terpotong
" Aku bilang cukup " ucap Rafa
" Kenapa Rafa berubah " batin Jesi sedih
" Kenapa Rafa malah membuat Jesi sedih begini " batin Mesi
" Rafa dengarkan aku... kamu membela wanita yang salah dia itu wanita jago akting... harinya kamu dengarkan kita " ucap Mesi
" Aku bilang cukup " ucap Rafa
" Sial lelaki ini mudah ditipu " batin Mesi
" Pantas saja dulu kamu diselingkuhi oleh mantan pacarmu... dan dia lebih memilih Rifa dibanding denganmu... karena kamu melihat apa yang ada di depan mata tanpa tau kebenarannya terlebih dahulu " ucap Mesi dengan nada marah
" Cukup, kamu tidak berhak berkata begitu " ucap Rifa dengan wajah marahnya
" Mesi ayo kita pulang " Ajak Jesi
" Tidak mau... aku tidak salah kenapa harus pergi dari sini " ucap Mesi
" Biarkan kedua orang payah ini bersama " ucap Jesi marah
" Apa maksudmu Jesi " ucap Rafa
" Kamu urus saja wanita itu... aku benci padamu " ucapnya Jesi sambil meneteskan air matanya
" Kamu berbicara kasar seperti itu, karena kamu banyak bergaul dengan Mesi.. aku tau jika Mesi membawa pengaruh buruk " ucap Rafa
" Setidaknya Mesi percaya padaku... tidak percaya pada omongan orang lain " ucap Jesi
" Ingin rasanya aku mematahkan kakinya beneran " batin Mesi
Tiba-tiba Lio datang dan segera menghampiri Mesi namun ketika ia melihat Rafa dan Mila malah terlihat sangat dekat.
" Ada apa ini " tanya Lio
" Urus calon istrimu yang emosional " ucap Rafa
" Apa maksudmu " tanya Lio
" Dia mendorong tubuh Mila hingga terjatuh ke lantai, lihat kakinya skait " ucap Rafa
" Apa kamu percaya padaku " ucap Mesi dengan wajah yang penuh harap
" Kenapa aku tidak percaya padamu... " ucap Lio langsung memeluk Mesi
" Aku hanya mendorongnya pelan tapi dia jatuh sendiri.. " ucap Mesi memeluk Lio dengan erat seakan dia melampiaskan kekesalannya
" Sayang dengarkan aku... jika ada seseorang yang menyakiti mu.. atau membuat hatimu kesal kenapa tidak membalasnya " ucap Lio
" Apa maksudmu " tanya Rafa
" Patahkan lagi kakinya yang satu lagi " ucap Lio sambil tersenyum
" Apakah boleh " ucap Mesi sambil tersenyum jahat pada Mila
" Lio kamu gila " ucapnya Rafa
" Lio apa maksud mu... Wanita itu marah padaku, dia bilang kalau dia adalah wanita kaya bahkan dia akan mengeruk semua hartamu " ucap Mila
" Ternyata benar kamu bilang, cape juga jika harus bertindak baik sama seseorang yang tidak tahu malu.. aku akan mematahkan kakinya agar urusannya cepat selasai " ucapnya Mesi
" Bagus, jangan terlihat lemah dihadapan orang lain " ucap Lio
" Kalian berdua sudah gila " Ucap Rafa
" Mesi kepalaku pusing " ucapnya Jesi
" Pasti dia pura-pura agar Kamu Rafa bersimpati padanya " ucap Mila
" Kenapa Rafa jadi begini " batin Mesi
" Aku akan segera membawamu ke rumah sakit " ucap Mesi
" Kamu jangan pura-pura wanita murahan " ucap Mila keceplosan
" Kamu... " ucapnya Rafa langsung menampar Mila
" Jaga omonganmu " ucap Lio
" Rafa maksudku bukan sama Jesi tapi sama Mesi " Ucapnya Mila
Bruk,,
Tubuh Jesi pingsan karena sudah tidak kuat kepalanya begitu pusing.
.
.
.
.
Bersambung...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz