
Desi beserta dua asistennya langsung menunjukan beberapa gaun dan menjelaskan juga bahan dan modelnya. Jesi dan Mesi tampak memperhatikan apa yang Desi jelaskan
Sementara sang penata make up dan penata rambut memberikan buku berisi contoh yang akan di gunakan nanti di acara pernikahan.
" Nona ini ada majalah model make up dan penata rambut.. Nona bisa memilih sesuai dengan selera nona " ucap Nani
" Baik lah... " ucap Jesi
" Mesi " panggil Jesi
" Ada apa " tanya Mesi
" Kami sudah memilih gaun " tanya Jesi
" Sudah, kamu pilih saja yang kamu mau pakai, ini pernikahan kita satu kali seumur hidup.. " ucap Mesi
" Baiklah kalau begitu, Saya suka gaun itu " ucap Jesi
" Pilihan Nona tepat... Nona pasti akan terlihat cantik nanti dengan menggunakan gaun ini " ucap Desi
" Kamu bisa saja " ucap Jesi
" Saya tidak bohong nona " ucap Desi sambil tersenyum
" Terima kasih pujiannya " ucap Jesi
" Dan make up-nya pakai yang ini saja, saya mau make up yang natural dan tidak terlalu tebal " ucap Jesi
" Wah pilihan Nona sama dengan pilihan Nona Mesi.. kalian memang punya selera yang sama " ucap Nani
" Kita sahabat.. pasti kita punya kesamaan " ucap Mesi
" Ternyata dari sahabat kini menjadi keluarga " ucap Nani
" Mungkin ini sudah takdir " ucap Mesi
" Untuk tatanan rambut Nona Jesi, saya mau memberikan saran bagaimana jika menggunakan tatanan rambut yang seperti ini.. ini adalah tatanan yang cocok untuk gaun yang tadi nona pilih " ucap Nina sambil menunjukan gambarnya
" Bagus... aku suka " ucap Mesi sambil tersenyum
" Menurut ku juga bagus " ucap Jesi
" Baiklah Saya setuju yang ini " ucap Jesi tersenyum
" Pilihan yang tepat Nona " ucap Nina
" Kalau begitu kami bantu untuk memakai gaun ini " ucap Desi
" Ia.. aku juga Kana membantu mu " ucap Mesi
" Baiklah " ucap Jesi
Mesi dan yang lainnya membantu Jesi memakaikan gaun pengantin itu, setelah itu sang penata make up dan penata rias rambut pun mendandani Jesi hingga cantik.
" Sudah selesai Nona... " ucap Desi
" Anda terlihat cantik nona " ucap Nani dan Nina
" Aku juga beranggapan begitu.. kamu sangat cantik memakai gaun pernikahan ini " ucap Mesi
" Terima kasih " ucap Jesi
" Ayo kita perlihatkan pada anggota keluarga yang lain " ucap Mesi
" Ayo kalau begitu " ucap Jesi
Setelah menunggu tiga puluh menit barulah Jesi selesai, Mesi langsung membawa Jesi keruang tamu untuk bertemu dengan semua anggota keluarga yang ada disana.
" Mesi Aku gugup " bisik Jesi
" Sudah.. jangan gugup... percayalah padaku " ucap Mesi
" Baiklah " ucap Jesi sambil tersenyum
Semua anggot keluarga terpana melihat kecantikan Jesi yang sedang memakai gaun pengantin, meskipun make up-nya tidak terlalu mencolok.
Rifa dan Rafa yang sedang menunggu Jesi keluar dari kamar pun menunggu mereka di ruang tamu.
" Sayang, kamu cantik sekali " ucap Rafa kagum
" Ia kamu sangat cantik menggunakan pakaian itu " ucap Rifa
" Jesi cocok dengan gaun pengantin itu " ucap Rena
" Aku juga setuju " ucap Ina senang
" Kenapa melihat Jesi memakai gaun pengantin ini aku semakin tidak rela melepaskan Jesi.. harusnya aku yang ada disana " ucap Rifa dalam hatinya
" Hari ini Jesi benar-benar cantik... aku tidak salah memilih jodoh ya Allah " batin Rafa
" Cantikan Mesi ku yang tadi pakai baju pengantin " ucap Lio
" Kamu curang kenapa tadi Mesi di rumahnya mencoba memilih kebaya " ucap Sisil
" Bukan begitu Nek.. aku ingin nanti suprise saja " ucap Lio
" Sudah kamu pilih yang ini saja ya sayang... aku akan mendukungmu " ucap Rafa
" Baiklah.. aku ambil yang ini saja " ucap Jesi
" Baik Nona " ucap Desi
" Aku mau ganti baju dulu " ucap Jesi
" Baiklah.. " ucap Rafa
" Kalau begitu, aku dan Rifa akan pergi kekantor " ucap Rafa pada Jesi
" Ia hati-hati dijalan " ucap Jesi
Jesi dan Mesi kembali ke kamar untuk mengganti gaun pengantinnya dan di bantu oleh mereka.
Sementara Rafa langsung membawa Rifa untuk pergi ke kantor, ia takut jika Rafa ada di sana lama-lama malah menggoda Jesi.
Sambil membuka gaun, Mesi dan Jesi pun mengobrol disana.
" Mesi aku tidak menyangka kita tinggal dua hari lagi akan melangsungkan pernikahan " ucap Mesi
" Ia aku juga tidak menyangka " ucap Jesi
" Jesi kenapa kamu murung.. apa kamu bahagia dengan pernikahan ini " tanya Mesi
" Entahlah " ucap Jesi
" Maksud mu " tanya Mesi heran.
" Nona saya sudah melepaskan baju pengantin nona Jesi " ucap Desi
" Kalian boleh pulang " ucap Mesi
" Baiklah kalau begitu kami pamit " ucap mereka
" Terima kasih ya sebelumnya " ucap Jesi
" Sama-sama Nona " ucapnya melangkah pergi dari sana
Sementara Mesi masih mengobrol dengan Jesi. Sebagai seorang sahabat Mesi menemani Jesi ketika ia sedang bimbang.
" Jesi apa maksud dengan perkara mu tadi " tanya Mesi kembali
" Entah mengapa di hatiku ada Rafa dan juga Rifa " ucap Jesi
" Kamu serius... bukannya kamu benci Rifa " tanya Mesi
" Aku juga ga tau... tiap dia menunjukan perhatikan ya aku merasa bahagia... aku bingung " ucap Jesi
" Masa ia Jesi mencintai Rifa.. kasian Rafa dong " batin Mesi
" Aku merasa lega sudah menceritakannya pada Mesi.. dia sahabat terbaik ku.. dia tidak mungkin membocorkan masalah ini pada siapapun " batin Jesi
.
.
.
.
Bersambung...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz