One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 53



Tiba-tiba seseorang datang dengan menggunakan baju tentara sambil membawa koper, mereka yang di sana pun kaget dengan kedatangannya.


" Pagi semua " ucapnya


" Rezi " ucap Mereka dengan wajah kagetnya


" Ia ini aku.. kalian tidak rindu denganku " ucap Rezi sambil tersenyum


" Kakek sangat merindukanmu nak " ucap Leo


" Rezi juga rindu kakek " ucap Rezi


" Kamu ga kangen ayahmu ini " ucap Farel


" Kangen dong ayah.. malah Rezi kangen semuanya " ucapnya


" Aku sangat kangen padamu " ucap Reza sambil meneteskan air matanya


" Kakak ini cengeng " ucap Rezi sambil tersenyum


" Dimana Umi, nenek, ibu dan yang lainnya " tanya Rezi


" Mereka sedang berdandan " ucap Leo


" Lebih baik kamu sarapan dulu " ucap Ehan


" Betul dari pada menunggu perempuan berdandan " ucap Lio


" Baiklah " ucap Rezi


Lengkap sudah keluarga mereka berkumpul, Rezi adalah seorang tentara yang di tugaskan di pulau terpencil menjaga perbatasan, ia jarang sekali pulang ke mansion. Ini sudah dua tahun merek tidak bertemu membuat semua anggota keluarga lainnya senang.


" Rezi bagaimana hidup di perbatasan " tanya Rifa


" Awalnya sih ga nyaman tapi sekarang sudah terbiasa " ucap Rezi


" Pasti disana tidak ada wanita cantik " ucap Reza


" Aku hanya mau fokus dulu di karir tidak memikirkan menikah " ucap Rezi


" Apa disana ada Club malam " tanya Rifa


" Astaga.. mana ada " ucap Rezi


" Tuh contoh Rezi, dia anak baik tidak main keluyuran tiap malam ke Club malam " ucap Leo menatap wajah Reza dan Rifa


" Aku sudah tobat kakek " ucap Rifa sambil tersenyum


" Tobat lalu yang kemarin mengajak aku ke Club siapa ya " ucapnya Reza


" Kalian Memeng tidak bisa berubah " ucap Ehan


" Cuma untuk hiburan saja ayah " ucap Rifa


" Sudah-sudah jangan bertengkar.. kita makan dulu " ucap Rafa tersenyum senang


" Baiklah " ucap Reza dan Rifa


Mereka pun segera memakan sarapan yang sudah di siapkan oleh sang pelayan. Mereka tampak lahap memakan sarapannya. Setelah itu baru mereka melanjutkan obrolan yang tadi sempat tertunda


" Ngomong-ngomong selamat atas pernikahan Lio dan juga Rafa " ucap Rezi


" Terima kasih " Ucapnya Lio dan Rafa


" Aku tidak punya kado yang bagus, aku hanya bisa memberikan kalian tiket untuk bulan madu bersama ke Paris, aku dengar disana cocok untuk yang sedang bulan madu " ucap Rezi


" Wah terima kasih sekali aku saja belum memikirkan bulan madu " ucap Reza


" Tidak Masalah " ucap Rezi


" Jadi merepotkan " ucap Lio


" Tidak sama sekali " ucap Rezi


" Kalau begitu terima kasih " ucap Lio


" Sama-sama " ucap Rezi sambil tersenyum


" Lalu kamu tidak membawakan aku oleh-oleh " ucap Reza yang tidak mau ketinggian kalau soal hadiah


" Aku sih ga bawa oleh-oleh apapun karena aku baru dapat ijin dari atasan kemarin sore " ucap Rezi


" Kehadiran kamu itu adalah kado untuk kami " ucapnya Leo


" Ish Kakek bela Rezi terus " batin Reza


" Pagi semuanya.. maf kami dandannya terlalu lama " ucap Sisil sambil tersenyum


" Tidak apa-apa sayang " ucap Leo


" Eh ini bukannya Rezi " ucap Sisil


" Ia benar.. ini Rezi " ucap Rena


" Rezi " ucap Semuanya langsung menghampiri Rezi


Rezi berdiri dan memeluk mereka sambil tersenyum, mereka pun bahagia akan kehadirannya, bahkan Mey-mey sambil meneteskan air matanya yang selama ini merindukan putranya tersebut.


" Rezi " ucap Mey-mey memeluk erat sang putra


" Ibu.. apa kabar " ucap Rezi masih memeluk sang ibu


" Ibu kangen sekali padamu " ucap Mey-mey


" Rezi juga kangen " ucap Rezi langsung melepaskan pelukannya dan menghapus air mata sang ibu


" Ibu jangan nangis... ibu sudah cantik nanti luntur lagi make up-nya " ucap Rezi


" Kenapa batu pulang sekarang " tanya Mey-mey


" Bari dapat ijin Bu... " ucap Rezi jujur


" Ibu Leya juga mau di peluk kakak " ucapnya


" Leya kamu semakin cantik " ucap Rezi


Leya dan Rezi pun berpelukan, mereka adik kakak yang sangat dekat sebelum sang kakak Rezi memutuskan untuk masuk tentara.


" Leya kangen sama kakak " ucapnya sambil menangis


" Kakak juga kangen sama adik kakak yang cengeng ini " ucap Rezi melepaskan pelukannya


" Kamu ga boleh nangis ya.. siapapun yang bikin kamu nangis kakak akan menghajarnya " ucap Rezi sambil tersenyum


" Ia kak.. " ucap Leya


" Lia mau dong di peluk sama tentara tampan " Ucapnya sambil tersenyum


" Si wanita jahil " ucap Reza sambil tersenyum


" Rezi kapan peluk Refa " ucapnya


" Kalian ya.. kita makan saja " ucap Rezi


" Ish.. tidak adil " ucap Lia


" Ia.. aku juga meras begitu " ucap Refa


" Sudah-sudah kita makan dulu.. nanti telat lagi " ucap Rena


" Ia umi.. " ucap Mereka


Sisil, Rena, Mey-mey, Ina, Lia, Refa dan Leya pun mulai menyantap Sarapannya karena mereka akan segera pergi ke acara pernikahan Lio dan Reza.


Sementara Lio dan Rafa pun pergi dari sana dan menyuruh para pelayan untuk memindahkan barang-barang seserahan ke dalam mobil yang sudah di siapkan.


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz