
Satu persatu Anggota yang lainnya sudah pergi dari sana. seperti Lia pergi menggunakan mobilnya untuk bekerja. Sedangkan Refa pun sama menggunakan mobilnya menuju rumah sakit tempat ia bekerja.
Ina dan Satria pun pergi dari sana untuk mengunjungi salah satu rumah sakit milik mereka. Mey-mey dan Farel sudah kembali lagi ke Surabaya untuk mengurus salah satu perusahaan milik Leo.
Sedangkan Rena mengantarkan Ehan ke depan yang akan pergi ke perusahaannya. Yang ada disana hanya ada Leo, Sisil, Rafa, Jesi, Rifa dan Reza
Leo pun menahan agar Rifa dan Rafa agar tidak pergi dulu karena ada hal yang ingin Leo sampaikan
" Rifa ada hal yang ingin kakek bicarakan padamu " ucap Lio
" Ada apa Ke " tanya Rifa bingung
" Kalau begitu aku dan Jesi pamit " ucap Rafa
" Kami juga diam dulu disini.. ada hal juga yang kakek ingin bicarakan " ucap Leo
" Memang ada apa Ke " tanya Rafa
" Baiklah ayah dan umi " ucap Refa pergi ke kamar Rifa
" Kakek akan mengembalikan semua fasilitas yang kakek cabut dari Rifa " ucap Leo
" Kakek serius " ucap Rifa dengan wajah senangnya
" Serius asal dengan sayu syarat " ucapnya Leo
" Syarat apa Ke " tanya Rifa bingung
" Asalkan kamu sudah punya kekasih lagi dan Tidka menggangu lagi kehidupan Rafa dan Jesi " ucap Leo
" Aku setuju dengan ucapan Kakek " ucap Rafa sambil tersenyum
" Memangnya aku pernah menggangu ku apa " tanya Rifa sewot
" Pokonya aku setuju dengan ucapan kakek " ucap Rafa
" Sayang sudahlah jangan bertengkar " ucap Jesi
" Benar itu Rifa sudah lah yang penting kamu banyak uang dan kaya lagi " ucap Reza
" Aku benar-benar harus cari wanita yang mau aku jadikan pacar " batin Rifa
" Aku setuju Ke " ucap Rifa
" Bagus... ini adalah semua fasilitas mu, kunci mobil dan beberapa kartu debitmu " ucap Leo
" Terima kasih ke " ucap Rifa
" Ingat jangan ganggu aku lagi " ucap Rafa
" Ia.. puas " ucap Rifa dengan wajah marahnya
" Kakek, Rafa pamit mau mengantarkan Jesi kekamarnya dulu " ucap Rafa
" Baiklah " ucap Leo
Rafa sangat bahagia dengan Ucapan sang Kakek, ia mengantarkan Jesi ke kamar terlebih dahulu sebelum ia pergi ke kantor.
Sedangkan Rifa di ruang makan sedang kesal namun ia juga tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang di berikan sang kakek
" Kakek, Rifa pamit " ucap Rifa mengambil semua fasilitasnya
" Reza juga pamit " ucap Reza
" Kalian hati-hati dijalan " ucap Leo
" Baik Kakek " ucap Mereka segera pergi dari sana.
Rifa langsung masuk kedalam mobilnya dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sesampainya di kantor tampak seseorang yang dia kenal.
" Tuan maf ada wanita yang sedang mencari anda " ucap salah satu resepsionis
" Siapa " tanya Rifa heran
" Orangnya disana Tuan " ucap Sang resepsionis
Rifa yang penasaran pun menghampiri wanita itu yang sedang duduk membelakangi dia.
" Sejak kapan ada yang mencariku " batin Rifa
" Kamu... " ucap Rifa kaget
" Biasa saja kali ngomongnya dikira aku tuli apa " ucap Sofia kesal
" Gawat aku harus bawa Sofia ke tempat lain agar tidak ada orang yang tahu sama dia " batin Rifa
" Kamu ikut aku " ucap Rifa menarik tangan Sofia hingga masuk kedalam mobil Rifa
" Eh kita mau kemana " tanya Sofia
" Sebenarnya dia mau bawa aku kemana " batin Sofia
Rifa membawa Sofia kesebuah taman yang tak jauh dari sana. setelah sampai di taman tersebut Barulah Dia mengajak Sofia untuk duduk di kursi yang ada di taman itu.
" Ini dimana " tanya Sofia ketika mobil Rifa berhenti
" Kamu turun kita bicara di kursi taman saja " ucap Rifa
" Tapi kenapa harus disini " ucap Sofia bingung
" Cepat turun " bentak Rifa
" ia ia dasar galak " ucap Sofia dengan wajah kesal turun dari mobil Rifa.
Rifa tidak punya pilihan lain, ia pun mengikuti Sofia turun dari sana dan duduk di kursi taman.
" Kedatangan aku kesini untuk mengambil handphone ku " ucap Sofia
" Ini kesempatan agar semua orang tidak mencurigai ku lagi.. " batin Rifa
" Kamu mau Handphone ini " ucap Rifa dengan wajah liciknya
" ia itu... kembalikan padaku " ucap Sofia
" Kamu mau ini.. ada syaratnya " ucap Rifa
" Kamu jangan memeras ku.. katakan kamu mau uang berapa juga biar aku berikan " ucap Sofia
" Aku tidak mau uangmu " ucap Rifa
" Lalu apa " tanya Sofia bingung
" Kamu harus pura-pura jadi kekasih selama satu bulan " ucap Rifa
" Apa kamu gila " ucap Sofia
" Oh berarti Handphone mu aku sita selama-lamanya " ucap Rifa
" Sebenarnya harga handphone itu tidak seberapa tapi isi dalamnya yang berharga " batin Sofia
" Bagaimana " tanya Rifa
" Kenapa sih dia menyebalkan sekali... tapi bukannya ini bagus untuk balas dendam padanya " batin Sofia
" Aku mau kamu jadi pacarku asalkan dengan beberapa syarat " ucap Sofia
" Katakan " ucap Rifa
" Nanti aku akan menulis detailnya " ucap Sofia
" Dimana Kamu tinggak " ucapnya Rifa sambil tersenyum licik
" Aku tinggak di apartemen Bimo " ucap Sofia
" Nanti sore aku akan Kesana mengantarkan kontrak kita " ucap Rifa
" Baiklah sekalian juga aku mau memberikan syarat-syaratnya " ucap Sofia
" Baiklah.. " ucap Rifa
Rifa dan Sofia pun pergi dari sana. Rifa mengantar terlebih dahulu Sofia ke apartemennya sementara selesai ia mengantarkan Sofia ia pun langsung pergi ke kantornya.
Sesampainya di kantor ia terlihat sibuk menyiapkan kontrak yang akan di sepakati mereka berdua.
.
.
.
.
Bersambung...
Mampir yu ke novel baru aku, ini berkisah tentang kisah cinta Leya dan Geri aku tulis di novel terbaruku... berjudul " Dendam Jadi cinta " ikuti terus kisahnya.
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz