One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 63



Jesi sudah dipindahkan keruang pasien, Rafa dengan setia mendampinginya sementara yang menemani Rafa dan Jesi bergantian antara Rena dan Ehan, atau pun Ina dan Satria. Sedangkan Sisil dan Leo hanya menjenguk Jesi ketika siang hari saja.


Jesi sudah sadar dari pingsannya, Rafa belum menceritakan masalah bayi yang di kandung Jesi sudah meninggal karena takut Jesi akan marah dan sedih.


Sang dokter dan suster masuk kedalam ruangan Jesi untuk memeriksa keadaan Jesi seperti biasa.


Ceklek,,


" Pagi ka Jesi " ucap Refa sambil tersenyum


" Pagi juga Refa " ucap Jesi membalas senyumannya


" Aku periksa dulu ya ka " ucapnya Refa


" Baiklah " ucap Jesi


" Oh ia nak, Momih sama ayah pulang dulu ya " ucap Ina


" Ia momih hati-hati di jalan " ucap Mereka


" Terima kasih Momih sudah menemani ku disini " ucap Rafa


" Tidak masalah nak " ucap Ina


" Kami pamit assalamualaikum " ucap Ina dan Satria


" Waalaikum salam " ucap Mereka sambil tersenyum


Pemeriksaan pun dilanjutkan, Refa dengan teliti memeriksa keadaan Jesi.


" Keadaannya sudah membaik " ucap Refa


" Ia Kalau begitu kapan aku pulang " tanya Jesi


" Mungkin besok " ucap Refa sambil melihat ke arah Rafa


" Alhamdulillah... aku sudah bosan disni " ucap Jesi


" Sayang ini demi kebaikan mu " ucap Rafa


" Ia sayang tapi aku dan bayiku merasa bosan... " ucap Jesi


" Apa... bayi, apa Rafa belum mengatakan apapun pada Jesi... cepat atau lambat pun Jesi harus tahu... kasian dia " batin Refa


" Maafkan aku sayang belum mengatakan bahwa bayi kita sudah meninggal.. " batin Rafa


" Kalau kamu bosan kamu, aku bisa mengajak mu pergi ke Yaman hang ada di rumah sakit ini " ucap Rafa mengalihkan pembicaraan


" Benarkah " ucap Jesi dengan wajah senangnya


" Tentu saja, boleh kan Refa " tanya Rafa


" Boleh " ucap Refa


" Terima kasih ya Refa " ucap Jesi senang


" Sus, kamu boleh duluan pergi " ucap Refa


" Baik kalau begitu saya pamit " ucap sang suster


" Sebelum kamu mengajak Jesi ke taman, aku mau berbicara dulu denganmu " ucap Refa


" Baiklah " ucap Rafa


" Ka Jesi, aku pinjam ka Rafa dulu boleh " ucap Refa


" Boleh... " ucap Jesi


Rafa di bawa Rifa keluar ruangan Jesi agar pembicaraan mereka tidak di dengar oleh Jesi takutnya membuat Jesi sedih.


" Ada apa kamu membawaku kemari " ucap Rafa


" Mau sampai kapan ka, kamu membohongi Jesi.. kasian dia " ucap Refa


" Aku tidak membohonginya tapi aku hanya belum mengatakannya " ucap Rafa


" Sama saja ka, kamu memberikan harapan palsu pada dia.. kenapa kamu tidak jujur... wanita paling tidak suka di bohongi " ucap Refa


" Aku tidak tega jika harus mengatakan semua ini pada Jesi " ucap Rafa


" Tapi tetap Jesi harus tahu dari pada tahu dari orang lain lebih baik kamu yang jelaskan " ucap Refa


" Tapi tidak dengan menyembunyikannya juga.. kamu yang beritahu dia atau aku yang beritahu dia " ancam Refa


" Aku sendiri yang akan memberitahukan dia jika bayinya sudah meninggal " ucap Rafa dengan wajah sedih


Tanpa diduga seseorang menguping pembicaraan antara Rafa dan Refa. ia kaget ketika tahu jika bayi itu sudah meninggal.


" Apa kalian bilang... bayiku sudah meninggal " ucap Rifa


" Kamu sejak kapan disini " tanya Rafa


" Cepat katakan padaku... bayiku... kenapa " ucap Rifa sambil menangis


" Ssttt jangan berisik nanti Jesi tau " ucap Rafa


" Jadi bayi ku meninggal dan kamu tidak memberitahukannya pada Jesi.. kamu benar-benar jahat " ucap Rifa dengan wajah marahnya


" Bukan seperti itu " ucap Rafa mencoba menjelaskan


" Lalu apa hah.. aku benar-benar kecewa padamu.. kamu tidak becus menjaga Jesi dan bayiku... " ucap Tidak dengan marah dan menonjok pipi Rafa


" Hentikan ini rumah sakit kalian tidak boleh ribut " ucap Refa


" Tapi ini bayiku... kamu tidak berhak melarangku untuk tidak menghajarnya " ucap Rifa


" Dengar dulu penjelasan ku " ucap Rafa


" Penjelasan apa Hem.. Aku sudah menyerahkan Jesi dan bayiku padamu tapi kamu tidak bisa menjaga mereka.. apa kamu bisa di sebut seorang suami " ucap Rafa masih marah dan hendak memukul Rafa namun di hentikan oleh Refa


" Cukup hetikan..." ucap Refa


" Tidak akan " ucap Rifa


" Aku akan memanggil security untuk membawamu pergi dari sini " ancam Refa


" Silahkan aku tidak takut " ucap Rifa


Refa langsung berteriak yang kebetulan sang security itu datang di hadapan mereka.


" Ada apa ini ribut-ribut " ucap Sang security


" Pak, tangkap dia.. bawa dia pergi, dia hanya menggangu kenyamanan pasien saja " ucap Refa


" Refa kamu tidak bisa memperlakukan ku seperti ini " ucap Rif


" Kamu yang memaksaku berbuat seperti ini " ucap Refa


" Pa bawa saja dia jauh dari sini " ucap Rafa


" Rafa lihatlah pembalasan ku... lihat saja " ucap Rifa


" Ayo Tuan ikut saja " ucap Sang security menyeret tubuh Rifa


" Lepaskan aku " ucap Rifa meronta-ronta


.


.


.


.


.


Bersambung...


Mampir yu ke novel baru aku, ini berkisah tentang kisah cinta Leya dan Geri aku tulis di novel terbaruku... berjudul " Dendam Jadi cinta " ikuti terus kisahnya.


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz