
Rifa langsung masuk kedalam ruangan dia yang baru, dengan perasaan kesal dan marah terhadap Rafa.
" Benar-benar aku sudah tidak punya apa-apa lagi.. bikin kesal saja.. kenapa semuanya pergi dan di ambil oleh Rafa " ucap Rifa berteriak-teriak di ruangannya
" Aku harus merebut apa yang sebenarnya memang menjadi milikku " ucap Rifa sambil tersenyum jahat
Ia segera kembali bekerja meskipun suasana hatinya sedang pusing tapi dia tidak boleh malas-malasan takut Sang Kakek akan mengusirnya dari Mansion.
.
...****************...
.
Sementara Rafa dan Jesi menuju ruangan Rafa yang baru yang dulu di tempati Rifa.
Ceklek,,
" Ini ruangan mu.. Ruangan itu ada di depan, kalau perlu apa-apa jangan sungkan " ucap Jesi sambil tersenyum
" Kalau Aku mau kamu bagaimana " ucap Rafa menggoda Jesi
" Kamu ini ya " ucap Jesi tersipu malu
" Harusnya aku yang bilang, kalau kamu menginginkan Semua bicara padaku " ucap Rafa
" Ia sayang " ucap Jesi
Tiba-tiba suara ketukan mengagetkan mereka, merekapun mencoba menjaga jarak dan bersikap profesional
Tok... Tok... Tok...
" Masuk "
Ceklek,,
" Maf Tuan menggangu, saya hanya ingin menyerahkan ini " ucap Fadli
" Saya kembali bekerja " ucap Jesi melangkah pergi dari sana
" Baik Sayang " ucap Rafa membuat Jesi melotot di hadapan Fadli malah bicara begitu membuat Jesi tersipu malu
Setelah Jesi kembali ke ruangannya, barulah Rafa dan Fadli bicara serius.
" Fadli " panggil Rafa
" Ia Tuan " ucapnya
" Kamu disini bekerja untuk siapa " tanya Rafa
" Saya bekerja untuk Tuan " ucapnya
" Bagus, mulai sekarang kamu tidak boleh jadi penghianat " ucap Rafa
" Maksud Tuan apa " Tanya Fadli
" Kamu mulai sekarang tidak boleh menyampaikan sesuatu pada Rifa... Kamu jangan jadi mata-mata untuk memata-matai ku " ucap Rafa
" Baik Tuan " ucap Fadli
" Kalau kamu berkhianat, aku akan memberikan mu pelajaran bahkan aku akan memecat mu dan membuat hidup mu sengsara " ancam Rafa
" Kenapa Tuan Rafa terlihat lebih kejam dari Tuan Rifa " Batin Fadli
" Aku yakin setelah mendengar itu pasti kamu tidak akan berkhianat padaku " batin Rafa
" Baik Tuan " ucap Fadli
" Kalau begitu kembali bekerja " ucap Rafa
" Baik Tuan " ucapnya
" Tunggu " ucap Rafa
" Ia Tuan, ada yang bisa saya bantu " ucap Fadli
" Kalau Rifa mencoba mendekati Jesi, laporkan padaku... aku tidak suka calon istriku di ganggu oleh dia " ucap Rafa
" Baik Tuan, apa ada lagi " ucap Fadli
" Tidak hanya itu saja " ucap Rafa
" Baik Tuan, Kalau begitu saya permisi " ucap Fadli
" Ok " ucap Rafa
Kini Fadli segera keluar dari ruangan Sang atasan dengan wajah pucat dan sedikit ketakutan. Jesi yang melihat hal itu pun bingung.
" Pa Fadli " ucap Jesi
" Ia Nona " ucap Fadli
" Tumben bilang aku Nyoya bisanya juga Namaku " ucap Jesi heran
" Nona Jesi sebentar lagi akan menikah dengan Tuan Rafa mana berani saya bilang nama pada anda " ucap Fadli
" Pasti dia bilang begitu pada Fadli sehingga sikapnya berubah " batin Jesi pada Fadli
" Apa ada masalah pada Tuan Rafa " tanya Jesi
" Tidak ada Nona " ucapnya
" Saya permisi " ucap Fadli
" Silahkan " ucap Jesi
Sementara Rafa masih sibuk melihat pekerjaannya yang menumpuk di mejanya.
" Ternyata jadi direktur itu menyita waktu, beda dengan perusahaan ku " ucap Rafa
" Tapi demi Jesi.. aku harus semangat " batin Rafa
Tak terasa waktu pun berlalu, Jam makan siang pun tiba namun tidak ada tanda-tanda Rafa keluar dari ruangannya, karena Jesi penasaran ia pun segera mengetuk pintunya dan melihat keadaan Rafa.
Tok... Tok... Tok...
" Masuk "
Ceklek,,
" Serius sekali bekerjanya... ini sudah waktunya makan siang " ucap Jesi
" Baiklah kalau begitu sayang, kita makan siang bersama " ucap Rafa sambil tersenyum
" Ayo, aku juga sudah laper " ucap Jesi
Mereka pun segera meninggalkan ruangan mereka dan segera menuju mobilnya dan pergi makan siang di restoran yang disukai oleh Jesi.
" Kamu Mau makan apa sayang " tanya Rafa
" Aku mau yang pedas-pedas, Kita makan bakso saja " ucap Jesi
" Baiklah sayang " ucap Rafa
" Kita cari Cafe yang menyediakan bakso " ucap Rafa
" Tidak aku mau mau bakso yang ada dipingir jalan " ucap Jesi
" Tapi makannya di dalam mobil ya, disana terlalu banyak orang.. nanti kamu pengap " ucap Rafa
" Ok " ucap Jesi sambil tersenyum senang
Setalah menemukan tukang bakso yang ada di pinggir jalan, lalu Rafa segera memesan dua porsi untuknya dan Jesi.
Ternyata benar-benar penuh Rafa harus mengantri untuk mendapatkan dua mangkok dan bersaing dengar para ibu-ibu.
" Bang, baksonya dua mangkuk ya " ucap Rafa
" Mau makan disini atau di bungkus " tanya Sang sang penjual
" Disini saja bang, tapi saya makannya di dalam mobil itu " ucapnya Rafa
" Baik Tuan tunggu sebentar " ucap sang pedagang
Banyak mata memandang melihat Rafa yang terlihat tampan. Para enak-enak pun mencoba menggoda Rafa
" Sial hari ini benar-benar melelahkan bersaing dengan para enak-enak " batin Rafa
" Hai ganteng " ucap salah satu enak-enak
" Ada apa ya bu " tanya Rafa
" Makannya disini saja " ucapnya
" Tidak Bu, istri saya maunya makan di dalam mobil " jawab Rafa
" Oh sudah punya istri " ucapnya
" Yah kita patah hati " ucap salah satu emak-emak
Kini pesanan Rafa sudah selesai, ia segara membawa dua mangkuk bakso ke dalam mobil.
" Ini untuk mu, maaf lama... disana penuh pembeli " ucap Rafa
" Tidak apa-apa " ucap Jesi
Mereka pun segera menyantap Bakso tersebut, ternyata memang enak baksonya, pantas saja banyak yang beli dan mengantri.
.
.
.
.
Bersambung...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz