One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 28



Rifa langsung masuk kedalam ruangan dia yang baru, dengan perasaan kesal dan marah terhadap Rafa.


" Benar-benar aku sudah tidak punya apa-apa lagi.. bikin kesal saja.. kenapa semuanya pergi dan di ambil oleh Rafa " ucap Rifa berteriak-teriak di ruangannya


" Aku harus merebut apa yang sebenarnya memang menjadi milikku " ucap Rifa sambil tersenyum jahat


Ia segera kembali bekerja meskipun suasana hatinya sedang pusing tapi dia tidak boleh malas-malasan takut Sang Kakek akan mengusirnya dari Mansion.


.


...****************...


.


Sementara Rafa dan Jesi menuju ruangan Rafa yang baru yang dulu di tempati Rifa.


Ceklek,,


" Ini ruangan mu.. Ruangan itu ada di depan, kalau perlu apa-apa jangan sungkan " ucap Jesi sambil tersenyum


" Kalau Aku mau kamu bagaimana " ucap Rafa menggoda Jesi


" Kamu ini ya " ucap Jesi tersipu malu


" Harusnya aku yang bilang, kalau kamu menginginkan Semua bicara padaku " ucap Rafa


" Ia sayang " ucap Jesi


Tiba-tiba suara ketukan mengagetkan mereka, merekapun mencoba menjaga jarak dan bersikap profesional


Tok... Tok... Tok...


" Masuk "


Ceklek,,


" Maf Tuan menggangu, saya hanya ingin menyerahkan ini " ucap Fadli


" Saya kembali bekerja " ucap Jesi melangkah pergi dari sana


" Baik Sayang " ucap Rafa membuat Jesi melotot di hadapan Fadli malah bicara begitu membuat Jesi tersipu malu


Setelah Jesi kembali ke ruangannya, barulah Rafa dan Fadli bicara serius.


" Fadli " panggil Rafa


" Ia Tuan " ucapnya


" Kamu disini bekerja untuk siapa " tanya Rafa


" Saya bekerja untuk Tuan " ucapnya


" Bagus, mulai sekarang kamu tidak boleh jadi penghianat " ucap Rafa


" Maksud Tuan apa " Tanya Fadli


" Kamu mulai sekarang tidak boleh menyampaikan sesuatu pada Rifa... Kamu jangan jadi mata-mata untuk memata-matai ku " ucap Rafa


" Baik Tuan " ucap Fadli


" Kalau kamu berkhianat, aku akan memberikan mu pelajaran bahkan aku akan memecat mu dan membuat hidup mu sengsara " ancam Rafa


" Kenapa Tuan Rafa terlihat lebih kejam dari Tuan Rifa " Batin Fadli


" Aku yakin setelah mendengar itu pasti kamu tidak akan berkhianat padaku " batin Rafa


" Baik Tuan " ucap Fadli


" Kalau begitu kembali bekerja " ucap Rafa


" Baik Tuan " ucapnya


" Tunggu " ucap Rafa


" Ia Tuan, ada yang bisa saya bantu " ucap Fadli


" Kalau Rifa mencoba mendekati Jesi, laporkan padaku... aku tidak suka calon istriku di ganggu oleh dia " ucap Rafa


" Baik Tuan, apa ada lagi " ucap Fadli


" Tidak hanya itu saja " ucap Rafa


" Baik Tuan, Kalau begitu saya permisi " ucap Fadli


" Ok " ucap Rafa


Kini Fadli segera keluar dari ruangan Sang atasan dengan wajah pucat dan sedikit ketakutan. Jesi yang melihat hal itu pun bingung.


" Pa Fadli " ucap Jesi


" Ia Nona " ucap Fadli


" Tumben bilang aku Nyoya bisanya juga Namaku " ucap Jesi heran


" Nona Jesi sebentar lagi akan menikah dengan Tuan Rafa mana berani saya bilang nama pada anda " ucap Fadli


" Pasti dia bilang begitu pada Fadli sehingga sikapnya berubah " batin Jesi pada Fadli


" Apa ada masalah pada Tuan Rafa " tanya Jesi


" Tidak ada Nona " ucapnya


" Saya permisi " ucap Fadli


" Silahkan " ucap Jesi


Sementara Rafa masih sibuk melihat pekerjaannya yang menumpuk di mejanya.


" Ternyata jadi direktur itu menyita waktu, beda dengan perusahaan ku " ucap Rafa


" Tapi demi Jesi.. aku harus semangat " batin Rafa


Tak terasa waktu pun berlalu, Jam makan siang pun tiba namun tidak ada tanda-tanda Rafa keluar dari ruangannya, karena Jesi penasaran ia pun segera mengetuk pintunya dan melihat keadaan Rafa.


Tok... Tok... Tok...


" Masuk "


Ceklek,,


" Serius sekali bekerjanya... ini sudah waktunya makan siang " ucap Jesi


" Baiklah kalau begitu sayang, kita makan siang bersama " ucap Rafa sambil tersenyum


" Ayo, aku juga sudah laper " ucap Jesi


Mereka pun segera meninggalkan ruangan mereka dan segera menuju mobilnya dan pergi makan siang di restoran yang disukai oleh Jesi.


" Kamu Mau makan apa sayang " tanya Rafa


" Aku mau yang pedas-pedas, Kita makan bakso saja " ucap Jesi


" Baiklah sayang " ucap Rafa


" Kita cari Cafe yang menyediakan bakso " ucap Rafa


" Tidak aku mau mau bakso yang ada dipingir jalan " ucap Jesi


" Tapi makannya di dalam mobil ya, disana terlalu banyak orang.. nanti kamu pengap " ucap Rafa


" Ok " ucap Jesi sambil tersenyum senang


Setalah menemukan tukang bakso yang ada di pinggir jalan, lalu Rafa segera memesan dua porsi untuknya dan Jesi.


Ternyata benar-benar penuh Rafa harus mengantri untuk mendapatkan dua mangkok dan bersaing dengar para ibu-ibu.


" Bang, baksonya dua mangkuk ya " ucap Rafa


" Mau makan disini atau di bungkus " tanya Sang sang penjual


" Disini saja bang, tapi saya makannya di dalam mobil itu " ucapnya Rafa


" Baik Tuan tunggu sebentar " ucap sang pedagang


Banyak mata memandang melihat Rafa yang terlihat tampan. Para enak-enak pun mencoba menggoda Rafa


" Sial hari ini benar-benar melelahkan bersaing dengan para enak-enak " batin Rafa


" Hai ganteng " ucap salah satu enak-enak


" Ada apa ya bu " tanya Rafa


" Makannya disini saja " ucapnya


" Tidak Bu, istri saya maunya makan di dalam mobil " jawab Rafa


" Oh sudah punya istri " ucapnya


" Yah kita patah hati " ucap salah satu emak-emak


Kini pesanan Rafa sudah selesai, ia segara membawa dua mangkuk bakso ke dalam mobil.


" Ini untuk mu, maaf lama... disana penuh pembeli " ucap Rafa


" Tidak apa-apa " ucap Jesi


Mereka pun segera menyantap Bakso tersebut, ternyata memang enak baksonya, pantas saja banyak yang beli dan mengantri.


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz