
Jesi pun menutup matanya dan tidur karena obat yang di berikan oleh suster itu memberikan efek samping mengantuk.
Tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka, dilihatnya beberapa anggota keluarga Wiratmaja datang untuk melihat keadaan Jesi.
Ceklek,,
" Jesi.. mana Jesi " ucap Rena dengan wajah paniknya
" Sstttt... Umi... Jesi baru saja tidur kasian dia.. " ucap Rafa
" Maafkan Umi... umi tidak tahu " ucap Rena sambil tersenyum malu
" Makanya sayang, Jangan terlalu panik... " ucap Ehan
" Ia sayang maafkan aku " ucap Rena
" Sayang, Bagaimana keadaan Jesi " ucap Ina pada Rafa
" Dia sekarang baik-baik saja " ucap Rafa
" Kenapa dia bisa pingsan " tanya Satria
" Ayah tanya saja sama Rafa " ucap Rifa
" Sayang coba kamu cerita ini ada apa " tanya Sisil
" Hanya kesalahpahaman Nenek.. tidak usah khawatir " ucap Rafa
" Kamu harus lebih menjaga Jesi.. " ucap Rena
" Yang dikatakan Umi benar... keadaan kandungan Jesi Begitu lemah... jangan membuatnya cape " ucap Sisil
" Ia umi.. aku tau " ucap Rafa
" Kau harus larang Jesi kerja " ucap ehan
" Benar yang dikatakan Ayah Ehan " ucap Satria
" Nanti aku akan membicarakannya pada Jesi " ucap Rafa
" Memang harusnya Jesi jangan bekerja tapi kalau aku bicara pada Jesi takut dia akan marah padaku " ucap Rafa dalam hatinya
Mereka terlalu sibuk dengan keadaan Jesi hingga tidak melihat kehadiran Mesi dan Lio
" Ehem " ucap Lio
" Astaga Lio.. eh ada Mesi juga " ucap Rena
" Umi.. aku disini dari tadi " ucap Lio
" Maafkan Umi tadi umi fokus sama Jesi " ucap Rena
" Dan aku terlupakan " ucap Lio
" Kamu kaya anak kecil saja.. sini... Umi peluk " ucap Rena
" Dasar anak mamih " ucap Rifa
" Ish.. sirik saja " ucap Lio sambil tersenyum
" Karena semuanya sudah datang, sebaiknya aku pulang saja.. ini sudah sore nanti ayah khawatir " ucap Mesi
" Biar aku antar sayang " ucapnya Lio
" Ia sayang... " ucap Mesi
" Umi, dan Semuanya Mesi pamit ya " ucap Mesi mencium tangan Ehan, Rena, Ina, Satria, Sisil dan Leo
" Ia nak hati-hati di jalan " ucap Rena
" Ia Umi " ucap Mesi
" Terima kasih sudah menjaga Jesi " ucap Ina
" Ia Momih " ucap Mesi
Mesi dan Lio segera pergi dari ruangan Jesi, ia segera menuju rumah Mesi. Sementara Jesi sedang beristirahat tampak mereka sedang menemani Jesi namun yang berada di samping Mesi hanya Rafa dan Rifa, yang lainnya duduk di sofa.
" Tadi aku sudah menemukan tempat yang cocok " ucap Ina
" Aku maunya di dalam gedung saja " ucap Rena
" Mending di alam terbuka biar suasananya bagus dan indah " ucap Ina
" Aku tidak setuju... " ucap Rena
" Kalian jangan bertengkar.. nanti kita minta pendapat pada Mesi dan Jesi mereka sukanya tempat yang mana " ucapnya Sisil
" Baik Bunda " ucap mereka
" Kalau masalah Catering aku suka yang tadi itu loh yang pertama kita ke tempat itu " ucap Satria
" Kata siapa aku suka " ucap Rena
" Sayang, itu terlalu banyak menggunakan daging menunya " ucap Ehan
" Tinggal di kurangi saja, lalu ganti menu yang lainnya " ucap Sisil
" Aku setuju ide Bunda " ucap Ina
" Kalau masalah dekorasi bagaimana " tanya Rena
" Aku sih suka dominan warna gold " ucap Ina
" Jangan... warna warni pasti lebih lucu " ucap
" Aku ga suka umi " ucap Rafa
" Mending pakai warna abu " ucap Ehan
" Jangan.. warna merah bagus " ucap Satria
" Mending warna pink " ucap Rifa
" Rifa kamu apa-apaan sih " ucap Rafa dengan tatapan kesal
" Maaf-maaf aku hanya bercanda " ucap Rifa
" lebih baik kita berikan gambarnya pada Jesi dan Mesi supaya mereka memilih dan kita bisa mendiskusikannya lagi " ucap Sisil
" Baiklah Bunda " ucap Mereka
" Rafa " panggil Sisil
" Ia nenek " ucap Rafa
" Nenek hanya ingin kamu menjaga Jesi.. waktu. kamu dan Jesi menikah tinggal beberapa hari.. jaga dia jangan kejadian seperti ini terjadi lagi.. kasian dia.. kalau terus-terusan seperti ini pernikahan mu bisa tertunda " ucap Sisil
" Ia Nek, Rafa janji akan menjaga Jesi baik-baik " ucap Rafa
" Nenek pegang janjimu " ucap Sisil sambil tersenyum
" Rifa " ucap Sisil memanggil Rifa membuat semua orang heran
" Ia Nek, ada apa " tanya Rifa
" Kamu bisa bantu Nenek " ucap Sisil
" Ia Nek, nenek katakan saja padaku, nenek mau aku bantu apa " tanya Rifa
" Tolong jaga Jesi " ucap Sisil
" Apa... kenapa Aku Nek.. bukanya Rafa calon suami Jesi " tanya Rifa dengan heran
" Dia sebentar lagi akan menjadi bagian dari keluarga kita, Jesi sebentar lagi juga akan menjadi kakak iparmu.. kamu juga harus menjaga dia " ucap Sisil sambil tersenyum
" Kenapa ketika nenek bilang bahwa Jesi sebentar lagi akan menjadi kakak ipar ku, perasaan ku sakit seakan tak rela jika itu sampai terjadi " ucapnya Rifa dalam hatinya
" Kenapa saat Nenek bilang harus menjaga Jesi hatiku sakit tapi disisi lain aku senang ketika Nenek bilang jika sebentar lagi Jesi akan menjadi kakak ipar Rafa " batin Rafa
" Baik Nek, nenek tenang saja aku akan menjaga Jesi tapi nenek juga kasih tahu pada calon suaminya Jesi jangan cemburu pada aku " ucap Rifa menyindir Rafa
" Apa maksudmu bilang begitu " ucap Rafa
" Sudah-sudah jangan bertengkar " ucap Rena
" Ia Umi " ucap mereka
.
.
.
.
Bersambung...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz