
Karena takut kemalaman, Rafa langsung mengajak Jesi jalan-jalan setelah satu jam beristirahat setelah makan tadi.
" Ayo jalan-jalan sekarang " ajak Rafa
" Ayo " ucap Jesi
Merekapun jalan-jalan di pinggir pantai dengan suasana malam hari. Udara yang indah dan suara ombak yang merdu membuat Jesi semakin betah.
" Terima kasih sudah membawa ku kesini " ucap Jesi
" Tidak Masalah " ucap Rafa
" Apa kamu pernah kesini sebelumnya " tanya Jesi
" Pernah " ucap Rafa
" Sama siapa " tanya Jesi
" Sama seseorang yang " ucap Rafa dengan wajah sedih
" Sudah jangan sedih... " ucap Jesi
" Tapi sekarang aku sudah melupakannya.. karena sekarang sudah ada kamu " ucapnya Rafa
" Kamu bisa saja.. " ucap Jesi
" Pakai jaket ku, udaranya dingin " ucap Rafa memakaikan jaket pada Jesi
" Terus kamu bagaimana " tanya Jesi
" Aku ga papah ko " ucap Rafa
" Benar nih " ucap Jesi
" Ia bawel " ucap Rafa sambil tertawa
" Memangnya kenapa kamu bisa pisah sama dia " tanya Jesi
" Kan aku pernah cerita ke kamu " ucap Rafa dengan menghela nafasnya
" Jadi dia cinta pertama mu " tanya Jesi
" Ia.. dan kamu cinta terakhir ku " ucap Rafa memeluk Jesi
" Ish.. kamu apa-apaan sih main peluk-peluk malu tau " ucap Jesi
" Jadi kalau di apartemen boleh nih " ucapnya Rafa menggoda Jesi
" Ga gitu juga " ucap Jesi dengan wajah yang merah merona karena malu
" Kita pulang saja ya " ucap Rafa
" Kenapa Pulang " tanya Jesi
" Udaranya dingin, aku takut kamu sakit " ucap Rafa sambil tersenyum
" Baiklah " ucap Jesi sambil tersenyum
" Rafa memang orang baik, apa aku pantas jika bersmaa dengan Rafa " batin Jesi
" Aku tidak akan menyerah sampai kamu mau menerima aku " batin Rafa
Mereka segera pergi dari sana dengan menggunakan Taksi yang sudah di pesan oleh Rafa, Mereka segera menuju apartemen namun sebelum Kesana , Rafa mengajak Jesi ke minimarket terlebih dahulu.
" Jes.. kita ke minimarket dulu ya " ucap Rafa
" Baiklah yang dekat dengan Apartemen saja " ucap Jesi
" ok " tanya Rafa
Mereka turun di depan minimarket lalu segera masuk kedalam minimarket dan memilih beberapa kebutuhan yang akan di gunakan Jesi.
" Sekarang kita belanja kebutuhanmu " ucap Rafa
" Loh, kirain kebutuhanmu " ucap Jesi
" Ayo sekarang kita belanja... Karena aku suka belanja " ucap Rafa sambil tersenyum
" Jangan menyesal kalau aku memborong semuanya " ucap Jesi sambil tertawa senang
" Coba saja.. aku mau tau " ucap Rafa
" Ish... bukannya takut malah menantang " ucap Jesi
" Ayo cepat pilih " ucap Rafa
Rafa dan Mesi segera memilih semua kebutuhan untuk Jesi telah belanjanya penuh, sekarang mereka segera membayar dan membawanya ke apartemen Yang akaan di tinggali Oleh Jesi.
" Kita jalan kaki saja apartemennya juga dekat dari sini " ucap Jesi sambil tertawa
" Terserah mu saja... ini berat " ucap Rafa tersenyum
" Salah siapa tadi menantang aku " ucap Jesi
" Tapi demi tidak masalah " ucap Rafa
" Kamu yakin " ucap Jesi
"Yakin, kan aku kuat " ucap Rafa
" Mau aku bantu " ucap Jesi
" Tidak usah " ucap Rafa
Mereka Kini sudah berada di apartemen, Jesi segera membereskan belanjanya dan menyimpannya rapi di lemari es dan sebagian lagi disimpan di meja.
" Jes, aku pulang besok ya " ucap Rafa
" Bagaimana dengan pekerjaan mu " tanya Jesi
" Aku kan bosnya jadi tak masalah " ucap Rafa
" Terserah kalau begitu " ucap Jesi
" Terima kasih tuan putri " ucap Rafa
" Ingat kamu tidur di sofa di ruang televisi, jangan tidur di ranjang bersamaku lagi " ucap Jesi
" Baiklah, aku janji " ucapnya Rafa
" Awas... kaya tadi lagu " ucap Jesi
" Tidak akan " ucap Rafa sambil tersenyum
" Kalau begitu aku ke kamar dulu, mau beristirahat.. besok mulai masuk kerja " ucap Jesi
" Ok Tuan putri " ucap Rafa
Jesi segera masuk kedalam kamarnya lalu mengunci kamarnya, ia segera membaringkan tubuhnya di kasur lalu memejamkan matanya dan tertidur pulas.
Sementara Rafa menonton bole kesayangannya hingga tengah malam, setelah selesai ia baru lah mencoba memejamkan matanya. namun tepat pukul dua pagi Handphonenya berbunyi tanda seseorang menghubunginya.
Kring... Kring... Kring....
" Siapa yang menghubungi ku pagi-pagi buta seperti ini " ucap Rafa dengan kesal karena sudah mengganggu tidurnya.
Rafa segera mengangkat teleponnya dan berbicara dengan serius dengan Lio. Lio menceritakan jika Rifa membuat ulah sehingga Mesi di fitnah di depan Anggota keluarga lainnya.
Rafa berjanji akan membantu Lio karena ia merasa kasian pada Lio, sebab Rifa tidak berubah padahal dulu dia sudah memperingatkan Rifa agar berubah dan tidak berulah lagi.
Sesuai dengan rencana yang di ucapakan Lio, ia mencoba untuk tidak tidur lagi dan membereskan kekacauan yang Rifa timbulkan.
Rafa bahkan harus merebut akun milik Rifa agar tidak menyebar luaskan Vidio yang ada di tangannya.
Setelah ia berhasil masuk kedalam akun sosial milik Rifa, ia tidak mengganti passwordnya ia menunggu hingga Rifa meng-upload Video itu.
Hingga akhirnya jebakan itu termakan oleh Rifa, setelah meng-upload video itu ke sosial media satu menit kemudian akun sosial media milik Rifa tidak bisa di buka.
Rafa melihat Vidio itu, betapa terkejutnya dia ketika melihat itu ternyata Rifa belum berubah, kasian wanita yang ia perkosa itu karena memang Rafa melihat wanita itu terlihat menangis dan sedih dalam Vidio itu.
Rafa tak habis pikir dengan Rifa bisa-bisanya dia berbuat begitu pada wanita, ia benar-benar harus memberikan pelajaran pada Rifa agar wanita itu tidak menderita lagi
.
.
.
.
Bersambung....
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz