
Rafa dan Rifa menghampiri Jesi, Sofia dan Leya yang masih asik mengobrol di ruang makan bersama dengan Sisil.
" Sayang ayo kita pergi " ucap Rafa sambil tersenyum
" Pergi kemana nak " ucap Sisil bingung
" Kami akan pergi jalan-jalan Oma " ucap Rafa
" Oma ga di ajak nih " ucap Sisil terlihat cemberut
" Untuk kali ini Oma temani saja Kakek kasian sendiri disini " ucap Rifa
" Ish kalian ini, yaudah sana pergi " ucap Sisil
" Aku di ajak ga " tanya Leya dengan wajah sedihnya
" Kamu ikut kami " ucap Rafa
" Serius nih " tanya Leya senang
" Yasudah yu kita berangkat, pakai mobil punya Oma saja ya biar cukup semuanya " ucap Rafa
" Baiklah, Asal kalian bahagia saja " ucap Sisil
" Terima kasih oma " ucap Mereka senang
Mereka langsung masuk kedalam mobil milik Sisil, Rafa memang sengaja meminjam mobil Sisil agar semua bisa ikut, tidak perlu dua mobil.
Sedangkan Sofia, Leya, Jesi dan Rifa bingung mau pergi kemana karena Rafa tidak memberitahukan kemana mereka pergi.
Mereka tak berani bertanya hanya diam dan terlibat menuruti keinginan Rafa. Termasuk sang istri meskipun kemarin Rafa dengan jelas kemana akan pergi namun kata-katanya masih menjadi teka-teki baginya.
Rifa bertanya-tanya Sepenjang perjalanan, namun jalan yang mereka lalui adalah jalan yang Rifa hafal betul yaitu arah ke apartemen Gea dulu.
" Kita mau kemana " tanya Rifa pada Rafa
" Nanti juga kamu tahu " ucap Rafa
" Katakan sekarang juga kita mau kemana " ucap Rifa berteriak kesal
" Kamu berisik sekali sih " ucap Leya kesal
" Kamu diam saja " ucap Rifa dengan raut wajah marah
" Aku harus menenangkan Rifa agar rencana Rafa terlaksana, aku kan berjanji kemarin akan membantu Rafa menyelesaikan masa lalunya " batin Jesi
" Kamu bisa diam tidak, kamu duduk yang manis sebentar lagi juga sampai " ucap Jesi
" Hah kenapa Jesi berkata seperti itu, apa dia tau tentang semua ini " batin Rifa yang merasa malu jika masa lalunya di ketahui oleh Jesi
" Aku mau turun sekarang juga " ucap Rifa
" Kenapa Rifa bersikeras ingin pergi dari arah ini, apa jangan-jangan dia.. ah sudah di tebak " batin Sofia
" Ish, sayang kamu diam saja kata Jesi juga sebentar lagi akan smapai " ucap Sofia
" Jika kamu mau tetap di sini, kamu disini saja sama mereka " ucap Rifa membuat Sofia ketakutan.
" Aku mau turun " ucap Rifa dengan wajah kesalnya
Dengan terpaksa Rafa menghentikan mobilnya karena Rifa membuka pintu mobilnya, Rifa berniat akan loncat ketika mobil masih melaju kencang.
Rafa memarkirkan mobilnya di pinggir jalan. Lalu Rifa langsung turun dari mobil dan Rafa langsung mengejarnya.
" Tunggu " ucap Rafa
" Aku tahu sebenarnya kamu mau ajak aku ke apartemen Gea kan, maksudnya apa!? coba katakan.. " ucap Rifa
" Aku hanya ingin terbebas dari jeratan masa laluku,, disana Gea meninggal karena loncat dari gedung, aku ingin lebih tahu lagi apa yang sebenarnya terjadi " ucap Rafa
" Kenapa baru sekarang, kenapa tidak kamu lakukan dulu " ucap Rifa
" Karena waktuku sekarang tidak banyak, aku hanya meluruskan semua kesalahanpahaman ini,, Kuharap kamu mau mendengarkan aku untuk kali ini " ucap Rafa
" Aku tidak mau, semua orang menyalahkan kematian Gea padaku, padahal aku tidak pernah melakukan itu " ucap Rifa
" Aku percaya sama kamu,, aku mohon untuk kali ini, aku janji setelah ini aku tidak akan menggangu hidupmu lagi " ucap Rafa
" Aku tidak mau " ucap Rifa
" Baiklah untuk kali ini " ucap Rifa
Rafa langsung membawa Rifa kedalam mobilnya kembali, dan melanjutkan perjalanan yang sebentar lagi sampai.
" Bisakah Kau diam dan tak berulah " ucap Leya kesal
" Leya sudah lah, jangan mancing keributan lagi " ucap Rafa
" Ish aku belain kami juga " ucap Leya kesal
" Leya sebaiknya kita diam saja " bisik Sofia
" Baiklah " ucap Leya dengan wajah cemberutnya
Kini mereka sudah sampai di apartemen milik Gea, mereka langsung naik lift ke lantai tujuh, ke apartemen Gea yang dulu ia tempati.
" Tunggu " ucap Rifa menghentikan langkah mereka ketika mereka sudah sampai di lantai tujuh
" Ada apa " ucap Rafa bingung
" Bagaimana kalau apartemen itu di tempati oleh orang lain " ucap Rifa dengan wajah gugupnya
" Kamu bercanda apa, jelas-jelas itu apartemen atas namaku, ya meskipun aku memberikannya pada hari ulang tahunnya " ucap Rafa membuat Jesi kesal mendengarnya
" Enak ya, ulang tahun aja di kasih rumah " ucap Leya sambil tersenyum
" Sssttt diam kamu " ucap Rafa
" Lihat beruntungnya jadi Gea " ucap Rifa sambil tersenyum meledek Rafa
" Kalian diam " ucap Rafa yang langsung melihat ekspresi wajah sang istri
" Sayang aku juga sudah menyiapkan hadiah ulang tahunmu nanti " ucap Rafa yang merasa tak enak setelah berbicara begitu pada Rifa di hadapan sang istri
" Aku tidak apa-apa ko " ucap Jesi
Mereka mulai menuju apartemen Gea, semenjak kepergian Gea, apartemen ini tidak pernah di tempati dan di bersihkan oleh siapapun, Rafa Membiarkan semua barang-barang Gea disana, dia tidak pernah menyentuh barang-barang itu.
" Apa sandinya sudah di ganti " tanya Rifa
" Tidak " ucap Rafa
" Tunggu " ucap Leya
" Kenapa lagi " ucap Rifa
" Em,, Kata Reza tidak mungkin Gea bunuh diri dilihat kepribadiannya, jika benar-benar ia di bunuh orang lain maka dia akan datang kesini untuk mengambil barang bukti " ucap Leya
" Jadi kita harus bagaimana " tanya Rafa
" Sebentar " ucap Leya langsung menempelkan seperti lakban di tempat menekan kode pintu, ia juga terlihat mengambil alat untuk ngambil debu yang akan dia berikan pada temannya di bagian forensik kepolisian.
" Dari mana kamu dapatkan itu " tanya Rafa bingung
" Rahasia " ucap Leya sambil tersenyum
.
.
.
Bersambung...
Mampir yu ke novel baru aku, ini berkisah tentang kisah cinta Leya dan Geri aku tulis di novel terbaruku... berjudul " Dendam Jadi cinta " ikuti terus kisahnya.
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz