One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 68



Ketika mereka saling berpelukan meluapkan rasa sayang mereka. Tiba-tiba Rena datang mengngagetkan mereka hingga melepaskan pelukannya.


" Cie pelukan ga ajak-ajak " ucap Rena


" Umi... " ucap Jesi kaget


" Ka rena " ucap Ina melepaskan pelukannya


" Kenapa seperti orang yang kaget " tanya Rena


" Tidak apa-apa kan Jesi " ucap Ina


" Ia Momih benar " ucapnya


" Jadi ga mau ngasih tahu aku " ucap Rena


" Bukan begitu Umi " ucap Jesi merasa tidak enak karena Rena memasang wajah sedihnya


" Lalu apa " ucap Rena masih kepo


" Aku sudah menganggap Momih seperti ibuku sendiri " ucap Jesi sambil tersenyum


" Lalu umi bagaimana " tanya Rena


" Umi juga seperti ibuku sendiri " ucap Jesi


" Benarkah " ucap Rena


" Benar Umi " ucap Jesi


" Em... kalau begitu kita makan sekarang... pelayan sudah menyiapkan menu sarapan untukmu dengan sangat spesial " ucap Rena


" Benarkah... bakal gagal diet nih " ucap Ina sambil tersenyum


" Memangnya Ina belum makan " tanya Rena


" Belum ka " ucap Ina sambil tersenyum


" Kalau begitu kita makan sama-sama " ucap Rena


" Kau setuju... kamu juga kan jesi " tanya ina


" Ia Momih aku setuju " ucap Jesi sambil tersenyum


" Kalau begitu aku akan mendorong kursi roda mu.. " ucap Rena


" Jangan biarkan aku saja " ucap Ina


" Kenapa " tanya Rena heran


" Tidak apa-apa hanya ingin lebih dekat dengan menantu ku saja " ucap Ina


" Baiklah " ucap Rena


Mereka segera pergi dari taman itu dan kembali ke ruang makan untuk melakukan sarapan terlebih dahulu meskipun sebenarnya ini sudah waktu lewat untuk sarapan.


Sisil yang mendengar jika Jesi sudah pulang dari rumah sakit segera menghampiri Jesi di ruang makan


" Kenapa di luar terdengar ramai " tanya Sisil pada sang pelayan ketika mendengar suara tertawa-tawa


" Nona Jesi sudah pulang dari rumah sakit.. beliau sedang makan bersama dengan Tuan Ehan, Nona Rena, Nona Ina dan juga Tuan Satria " ucapnya meletakan air tehnya


" Oh jadi Jesi sudah pulih, aku harus segera menemui Jesi " ucap Sisil


" Tunggu Nona besar... kalau anda keluar berarti Teh nya akan menjadi dingin " ucap sang pelayan


" Buatkan teh yang baru lalu bawakan saya ke ruang makan " ucap Sisil


" Baik Nyoya " ucap sang pelayan


Sisil segera memberitahukan pada sang suami bahwa cucu menantunya sudah pulang dari rumah sakit dan sekarang sedang makan bersama di bawah.


Kini Leo dan Sisil pun segera menuju ruang makan untuk menemui Jesi yang sedang makan.


Mereka makan tanpa sepatah kata pun. Sisil dan Leo menghampiri mereka.


" Jesi... " panggil Sisil


" Pagi nenek " ucap Jesi


" Pagi nak... bagaimana keadaan mu nak " tanya Sisil


" Jesi baik-baik saja Nek " ucapnya


" Tidak usah nak.. Tadi bunda sudah makan banyak.. masih kenyang " ucap Sisil sambil tersenyum


" Apa ayah juga mau makan bersama kami " ajak Ina


" Tidak usah nak.. Ayah masih kenyang.. " ucap Leo


Sisil dan Leo duduk di kursi mereka sambil memperhatikan mereka semua makan. Baru setelah mereka makan, mereka berbincang-bincang.


" Dimana Rafa " tanya Sisil


" Dia pergi ke kantor " ucap Ehan


" Kenapa pergi ke kantor, harusnya dia istirahat.. kasian " ucap Sisil


" Tidak apa-apa, dia kan anak laki-laki.. anak laki-laki itu harus kuat " ucap Leo


" Benar yang ayah bilang " ucap Ehan


" Bunda, Ina dan Satria memutuskan untuk tinggal disini lagi namun setelah proyek kami di luar negri selesai " ucap Ina


" Bagus itu " ucap Sisil sambil tersenyum


" Aku sudah tidak khawatir lagi pada Rafa karena sudah ada Jesi yang akan selalu berada di sampingnya " ucap Ina


" Itu sudah masa lalu, kamu jangan terlalu dipikirkan.. lagian itu bukan kesalahanu " ucap Sisil


" Ia bunda.. " ucap Ina


Setelah mereka berbincang-bincang, Rena pun membawa Jesi ke kamarnya untuk beristirahat.


" Maf Semuanya Jesi pamit pergi kekamar dulu " ucap Jesi sambil tersenyum


" Baiklah nak " ucap Ina


" Biar Umi yang Antarkan kamu " ucap Rena sambil tersenyum


" Baik Umi.. terima kasih " ucap Jesi


" Sama-sama nak " ucap Rena


Rena pun mendorong kursi roda Jesi pergi ke kamarnya yang sudah di bersihkan oleh pelayan sebelum Jesi pulang tadi.


" Kamu harus banyak istirahat agar kamu cepat pulih " ucap Rena


" Ia Umi " ucap Jesi membaringkan tubuhnya di kasur empuk itu


" Kamu harus lebih terbuka lagi pada Rafa ya.. katakan apa yang kamu tidak suka dan suka padanya " ucap Rena sambil menyelimuti tubuh Jesi


" Ia Umi.. aku mengerti " ucap Jesi sambil tersenyum


" Umi selalu berdoa untuk kebahagiaan mu dan semuanya " batin Rena


" Aku beruntung ternyata Umi dan Momih sangat baik padaku dan menyayangi ku " batin Jesi


Sebelum ia terlelap tidur tak lupa juga ia memakan obatnya agar kondisinya cepat pulih. Setelah minum obat barulah ia menutup matanya dan terlelap dalam tidurnya.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Mampir yu ke novel baru aku, ini berkisah tentang kisah cinta Leya dan Geri aku tulis di novel terbaruku... berjudul " Dendam Jadi cinta " ikuti terus kisahnya.


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz