
Kini mereka sudah siap untuk pergi ke hotel dimana acara pernikahan itu di adakan. Satria, Ina, Rafa, Rifa dan Refa berada dalam satu mobil.
Sedangkan Ehan, Rena, Lia dan Lio berada dalam satu mobil. Untuk anggota keluarga yang lainnya pun naik mobil masing-masing namun sebagian lagi nebeng pada mobil yang masih kosong.
Senyuman dari kedua pengantin pun terlihat, apalagi Lio tak henti-hentinya ia tersenyum senang membuat Rena dan Ehan bahagia melihatnya.
Sama halnya dengan Lio, Rafa pun sama ia sangat bahagia akan mempersunting sang kekasih yang ia cintai.
" Kenapa sih senyum-senyum terus " ucapnya Rifa dengan wajah yang kesal
" Sirik saja " ucap Rafa
" Siapa yang sirik " ucap Rifa
" Eh sudah-sudah kalian jangan bertengkar " ucap Ina
" Rifa kamu harus mengikhlaskan Jesi mulai sekarang.. Ayah tidak mau kalian bertengkar hanya gara-gara ini " ucap Satria
" Ia ayah " ucap Rafa
" Aku ga janji " ucapnya Rifa
" Sudah deh.. move on kali " ucap Refa
" Kamu ga ngerti perasaan ku " ucap Rifa sambil menatap wajah Refa
" Aku yakin suatu saat nanti kamu akan menemukan orang yang kamu sayang " ucap Rafa
" Benar apa yang di katakan Rafa " ucap Ina
" Kenapa sih kalian belain ka Rafa " ucap Rifa
" Sudah jangan bahas masalah ini.. ingat jangan sampai kamu merusak acara pernikahan kakakmu " ucap Satria
" Benar ini nak " ucap Ina
" Ia.. Rifa tau " ucapnya dengan wajah yang sangat kesal
" Dasar Rifa pembuat onar.. semoga saja kali ini tidak begitu, aku harus terus mengawasinya " ucap Refa dalam hatinya
" Aku berharap Rifa tidak menggangu lagi kehidupan Rafa dan Jesi " batin Ina
" Ok, kali ini aku tidak akan menghancurkan pernikahan mereka tapi lihat saja setelah mereka menikah " batin Rifa
" Meskipun Rafa menggangu kehidupan ku tapi aku tidak akan goyah.. lihat saja nanti " batin Rafa
Satria melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sementara terlihat di belakang mobil mereka adalah mobil Ehan dan mobil yang lainnya.
.
...****************...
.
Ditempat yang lain tepatnya di kamar hotel Jesi, Seseorang mengetuk pintu kamarnya mau tak mau Jesi pun bangun dan membukakan pintu.
Tok... Tok... Tok...
" Nona Jesi buka pintunya ini saya Nina " ucapnya
Ceklek,,
" Bu Nina... " ucap Jesi dengan wajah baru bangun tidur
" Kamu kemana saja, saya dari tadi menghubungi kamu " ucap Nina
" Astaga aku kesiangan " ucapnya Jesi dengan wajah panik
" Kamu jangan panik.. lebih baik kamu segera mandi lalu kita segera ke bawah " ucap Nina
" Terus Bu Nina bagaimana " tanya Jesi
" Aku akan menunggumu disini " ucap Nina sambil tersenyum
" Baiklah kalau begitu Bu Nina tunggu disini " ucap Jesi
Jesi segera mandi dengan buru-buru, sebenarnya semalaman ia tak bisa tidur memikirkan pernikahannya besok itu sebabnya ia terlambat bangun.
Setelah selesai dengan mandi, lalu ia bersama dengan Nina ke bawah untuk memakai baju pengantin dan di dandani agar terlihat cantik.
" Ayo Bu Nina aku sudah siap " ucap Jesi
" Ayo " Ucapnya
Mereka turun ke bawah bersama-sama Nina mencoba menenangkan Jesi agar tidak tegang.
" Kamu tidak usah khawatir, waktu kita pasti cukup untuk mendadani mu " ucap Nina
" Maaf ya, Saya terlambat bangun " ucap Jesi
" Tidak Masalah " ucap Nina
" Apa Mesi sudah berdandan " tanya Jesi
Mereka masuk kedalam ruangan yang sudah di sediakan, Jesi melihat Mesi sudah cantik dengan gaun pengantinnya.
" Mesi kamu terlihat cantik " ucap Jesi
" Terima kasih.. kamu cepat dandan dulu " ucap Mesi sambil tersenyum
" Baiklah " ucap Jesi duduk dan langsung di dandani oleh Bu Nina
Tak butuh waktu lama, Nina kini sudah selesai mendadani Jesi dengan riasan sesuai yang diinginkan oleh Jesi, tidak terlalu menor.
" Selesai... Nona Jesi sangat cantik " ucap Nina
" Terima kasih " ucapnya Jesi
" Kalau begitu, kita pakai baju pengantinnya dulu " ajak Desi
" Ayo Bu desi " ucap Jesi sambil tersenyum
Jesi pun dibawa keruang ganti untuk mengganti pakaiannya dengan gaun pengantinnya. Setelah selesai barulah Jesi di bawa oleh Nani untuk di menata rambutnya.
" Gaun pengantin ini sangat cocok untuk nona Jesi... " ucap Desi
" Ia .. aku suka gaunnya " ucap Jesi
" Benar-benar pas... dibadan Nona " ucap Desi
" Terima kasih " ucap Jesi dengan wajah senangnya
" Tinggal riasan rambut Nona Jesi yang belum cocok.. mari ikut saya... " ucap Nani
" Baiklah " ucap Jesi
Nina langsung membawa Jesi ke meja rias, lalu ia menata rambut Jesi agar terlihat cantik.
" Jangan terlalu banyak riasan di kepala saya, Saya suka pusing " ucap Jesi
" Baiklah Nona, jika ada hal yang membuat Nona kurang nyaman bicara saja sama saya " ucap Nani
" Baiklah " ucap Jesi
Nina sudah menyelesaikan Riasan rambut Jesi dengan sangat bagus. membuat Jesi senang karena ia terlihat cantik. Mesi yang melihat Jesi sudah selesai berdandan segera menghampirinya.
" Jesi, kamu sangat cantik " ucap Mesi
" Kamu juga cantik " ucap Jesi
" Kamu pasti belum sarapan kan " tanya Mesi
" Belum.. tadi aku terlambat bangun " ucap Jesi
" Aku bawakan sarapan untukmu " ucap Mesi
" Terima kasih banyak " ucap Jesi
" Makan yang banyak, kasian bayimu... acaranya pasti akan lama.. kalau kamu lelah katakan saja.. " bisik Mesi
" Baiklah... " ucap Jesi
" Asalkan akad nikah sudah, kamu bisa beristirahat.. jika tubuhmu kelelahan " ucap Mesi
" Ia .. kamu sangat cerewet " ucap Jesi
" Terima kasih Tuhan, ternyata kamu memberikan ku sahabat yang begitu baik dan peduli padaku... " batin Jesi
" Aku selalu berdoa agar kau bahagia dan tidak menderita lagi " batin Mesi
Jesi pun memakan sarapannya sebelum acara dimulai agar nanti ketika acaranya berlangsung perutnya tidak sakit menahan rasa lapar
.
.
.
.
Bersambung...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz