One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 61



Saat Rafa di beritahukan oleh pihak rumah sakit jika Jesi harus segera melakukan operasi karena Jesi mengalami keguguran. Ia langsung ke ruang administrasi untuk menandatangani persetujuan operasi.


Meski sedih namun itu yang terbaik untuk Jesi dari pada nyawa Jesi yang terancam. Ia akan menjelaskan pada Jesi jika dia sudah pulih keadaanya.


" Silahkan Tuan tanda tangani disini " ucap staf Rumah sakit


" Baik " ucap Rafa langsung menandatangani berkas-berkas tersebut


" Berkasnya sudah siap, Tuan tunggu di ruang operasi ya, sebentar lagi Nona Jesi akan menjalani operasi " ucapnya


" Ok, terima kasih " ucap Rafa segera menuju ruang operasi


Di sana ia benar-benar sedih memikirkan Jesi yang sedang terbaring lemah dan harus di operasi.


Ia langsung menghubungi Sang ibu namun tidak di angkat, ia pun menghubungi Umi Rena.


Tut... Tut... Tut...


* Number yang anda tuju sedang sibuk *


" Momih kemana sih, padahal aku butuh momih " ucap Rafa panik


" Aku hubungi umi saja, mudah-mudahan mengangkat teleponnya " ucap Rafa menelepon Rena


Tut... Tut... Tut...


" Halo Assalamualaikum... " ucap Rena


" Waalaikum salam Umi " ucap Rafa dengan nada seih


" Nak kamu kenapa suaramu seperti orang sedih " ucap Rena heran


" Umi... Jesi Umi... " ucap Rafa dengan raut wajah menangis


" Jesi kenapa lagi nak " tanya Rena benar-benar bingung


" Umi bisa temani Rafa di Rumah sakit... Jesi masuk rumah sakit lagi " ucap Rena


" Inalillahi... Jesi kenapa nak " ucap Rena kaget


" Ceritanya panjang, lebih baik Umi kesini, aku tidak tahu lagi mau ke siapa, Momih Handphonenya sibuk, Mesi pingsan dan Lio sedang di ruang UGD " ucap Rafa


" Baik Umi akan segera kesana.. kamu jangan panik ya nak " ucap Rena


" Ia Umi... terima kasih " ucap Rafa langsung menutup teleponnya


Perasaan cemasnya pun kini tidak bisa di tahan, air mata terus mengalir di pipinya, ia benar-benar tega jika melihat Jesi seperti ini.


" Ya Tuhan, semoga Jesi baik-baik saja... tolong selamatkan Jesi.. " ucap Rafa dalam hatinya


Tak lama kemudian Refa datang dan beberapa Suster sambil mendorong brankar rumah sakit.


" Jesi " ucap Rafa melihat keadaan sang istri yang pingsan dan wajahnya pucat


" Jesi kamu harus kuat Demi aku " ucap Rafa tidak kuat melihat keadaan sang istri


Sang suster langsung membawa pasien keruang operasi. Sementara Refa langsung memeluk Rafa.


" Kamu harus tenang dan sabar... biar aku yang bantu Jesi " ucap Refa


" Tolong selamatkan Jesi... aku mohon " ucap Rafa pada sang adik


" Ok, asalkan kamu tidak menangis di depanku.. jelek laki-laki nangis " ucap Refa


" Baiklah " ucap Rafa menghapus air matanya


" Lebih baik kamu bantu Doa.. Oh ia kamu sudah menghubungi momih " tanya Refa


" Number Handphone momih sibuk, tapi aku sudah menghubungi Umi " ucap Rafa


" Baguslah.. aku masuk kedalam dulu ya " ucap Refa


" Ia... " ucap Rafa mulai berdoa dalam hatinya memohon pada sang maha kuasa untuk menyelamatkan sang istri.


" Kau benar-benar tidak tenang... " batin Rafa


Tak lama Ehan dan Rena pun sudah sampai di rumah sakit yang tadi Rafa berikan alamatnya, Mereka segera menuju ruang operasi.


Di sana ia melihat Rafa yang duduk dengan wajah tertunduk. Rena langsung memeluk Rafa.


" Nak... " ucap Rena


" Umi... " ucap Rafa sambil menangis meluapkan semua perasaannya


" Kamu yang sabar yang nak.. Umi ada disini kamu jangan takut " ucap Rena sambil memeluk Rafa


" Umi aku takut " ucap Rafa


" Semuanya akan baik-baik saja nak... kamu jangan khawatir " ucap Rena mencoba menenangkan Rafa


" Sudah hapus air matamu " ucap Rena melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya Rafa


" Kamu boleh nangis tapi tidak boleh terlihat lemah apalagi di depan Jesi " ucap Rena


" Ia Umi " ucap Rafa menghapus air matanya


" Sekarang Jesi dimana " tanya Ehan


" Baru saja mau di operasi ayah " ucap Rafa


" Memangnya Jesi kenapa nak " tanya Rena


" Rafa tidak tahu yang sebenarnya, Rafa bangun karena mendengar Jesi sedang berteriak-teriak lalu Rafa segera melihat Jesi kekamar mandi, disana Jesi sudah berada di lantai dengan darah banyak, Rafa menelepon Lio, Lio suruh Rafa untuk membawa Jesi kerumah sakit " ucap Refa


" Dan dokter bilang kalau bayi yang ada didalam kandungan Jesi sudah tidak bisa di selamatkan, dan Jesi sekarang di operasi " ucapnya Rafa sambil meneteskan air matanya


" Semua sudah jadi kehendak Tuhan nak.. kamu dan Jesi harus ikhlas.. mungkin ini yang terbaik untuk kalian " ucap Rena


" Umi.. semenjak ke rumah sakit Jesi tidak sadarkan diri... bagaimana aku menjelaskan jika pada Jesi " ucap Rafa


" Kamu bicara pada Jesi jika waktu ya sudah pas sayang..." ucap Rena


" Baik Umi " ucap Rafa merasa lebih lega


" Tunggu kata kamu Mesi pingsan " tanya Ehan


" Ia ayah lagi di ruang UGD " ucap Rafa


Mereka pun menunggu di depan ruangan operasi sampai operasinya selesai dengan wajah cemas dan khawatir


.


.


.


.


.


Bersambung...


Mampir yu ke novel baru aku, ini berkisah tentang kisah cinta Leya dan Geri aku tulis di novel terbaruku... berjudul " Dendam Jadi cinta " ikuti terus kisahnya.


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz