
Ina benar-benar kaget dengan apa yang di bicarakan putra nya itu, bukan meminta maf atau setidaknya punya rasa bersalah untuk Jesi ia malah menyetujui saat Rafa bilang Kan menikahi Jesi menggantikan Rifa.
Plak,,
Plak,,
Plak,,
" Dasar anak tidak tahu diri... malah bilang begitu... " ucap Ina semakin Emosinya meluap-luap
" Ina sudah kamu jangan emosi begini " ucap Rena
" Bagaimana tidak emosi ka... aku ibunya aku seorang wanita tapi dia malah memperlakukan wanita itu seperti itu " ucap Ina dengan kesal
" Sepertinya Ucapan mu tidak di dengar bahkan dia semakin berani padamu " ucap Ehan memprovokasi Ina agar Ina semakin marah
" Mas ga boleh begitu " ucap Rena
" Biarkan saja Sayang, dari kemarin aku ingin memukulnya tapi aku tahan karena ada yang lebih berhak yaitu kedua orang tuanya " ucap Ehan
" Momih... kenapa terus menampar ku " ucap Rifa protes
" Kamu memang pantas mendapatkan semua itu " ucap Ina
" Apa maksudnya Momih " ucap Rifa bingung
" Aku sudah memutuskan jika kamu tidak mau menikahi Jesi kamu harus keluar dari rumah ini dan tinggalkan semua fasilitas yang kami berikan selama ini " ucap Ina dengan tegas
" Apa.. Momih jangan bercanda, aku adalah anak kesayangannya Momih tidak mungkin aku hidup susah " ucap Rifa
" Kenapa tidak... kamu saja sudah berani menentangku " ucap Ina
" Tapi Momih " ucap Rifa
" Menikah dengan Jesi atau tinggalkan Rumah ini " ucap Ina
" Aku tidak mau menikah dengan Rifa " Ucap Jesi
" Berani sekali dia menolakku... setelah apa yang terjadi.. dasar wanita sialan " batin Rifa
" Kamu tidak bisa menolak.. kamu mau jika nama keluarga Wiratmaja jadi tercemar gara-gara kamu melahirkan anak keturunan Wiratmaja tapi tidak di nikahi " ucap Ina dengan wajah sinisnya
" Ibu kandung Rafa ini orangnya menyeramkan sekali " batin Jesi
" Momih biarkan aku yang bertanggung jawab, toh sama-sama aku berasal dari keluarga Wiratmaja " ucap Rafa
" Tidak bisa.. kamu masih punya masa depan yang cerah, Cukup Gea dulu yang membuatmu jauh dari kami selama ini " ucapnya Ina
" Aku mencintai Jesi " ucap Rafa
" Mulai sekarang kamu harus merelakan Jesi menjadi adik iparmu... " ucap Ina
" Kenapa Momih tidak mengerti... aku mau Jesi... biarkan Jesi menikah dengan ku " ucap Rafa
" Momih akan mengirim mu ke luar negri untuk mengelola perusahaan milik keluarga yang ada disana " ucap Ina
" Aku tidak mau " ucap Rafa
" Keputusan kami tidak bisa di ubah bahkan Kakek Lio pun menyetujuinya " ucap Ina
" Apa.. jadi Rafa akan di pisahkan kembali dengan Jesi " batin Lio
" Kenapa Momih begitu keras kepala " batin Rifa
" Aku tidak mau.. aku mau jesi " ucap Rafa
" Jesi jangan coba-coba untuk membuat kami merubah keputusan kami pada Rafa... " ucap Ina
" Jesi lebih baik kita pergi dari sini, kita kawin lari saja " ucap Rafa membuat semua orang kaget
Tak di sangka Ehan sudah menyiapkan beberapa pengawal untuk berjaga di rumahnya, ia tahu jika sifat Rafa lebih keras kepala dari Rifa
" Ia Tuan... " ucapnya
" Bahkan Ayah Lio menyiapkan ini semua... " batin Rafa kaget
" Bawa Rifa dan wanita ini ke kamar Rifa " ucap Ina
" Baik Nona " ucapnya langsung memaksa Jesi dan Rifa untuk masuk kedalam kamar Rifa.
" Momih jangan lakukan itu " ucap Rafa melindungi Jesi namun usahanya sia-sia karena pengawal yang lainnya menghalangi jalannya
" Minggir kalian " ucap Rafa
Setelah Rifa dan Jesi berada di dalam satu kamar, mereka langsung di kunci di dalam kamar oleh pengawal itu dan berjaga di depan pintu kamar Rifa
Sementara Ina melihat wajah Rafa penuh dengan amarah pun memerintahkan untuk Rafa di bawa ke kamar dan di kunci, semua jendela pun sudah di tutup oleh Ehan sebelumnya.
" Pengawal " ucap Ina
" Ia Nona " ucap Mereka
" Bawa Rafa ke kamarnya dan kunci di dalam kamar " ucap Ina
" Momih... ini tidak adil... lepaskan aku Momih " ucapnya Rafa meronta-ronta
" Istriku kamu begitu kejam " ucap Satria kaget melihat betapa galaknya sang istri
" Ini semua demi kebaikan kita semua.. aku tidak mau ada perpecahan di keluarga kita sayang.. aku sayang pada mereka " ucap Ina
" Aku salut padamu... meskipun agak kasar " ucap Ehan
" Mau bagaimana lagi, tau sendiri kan anak-anak ku begitu egois dan keras kepala " ucap Ina
" Sudah-sudah sebaiknya Ina dan Satia istirahat di kamar kalian... pasti kalian cape baru pulang dari luar negeri " ucap Rena
" Apa yang di katakan Momih benar... Momih dan ayah Satria istirahat lah... aku akan keluar sebentar dengan Mesi " ucap Lio
" Apa tidak apa-apa meninggalkan Jesi disana dengan Rifa " ucap Mesi
" Kamu tenang saja Jesi pasti aman " ucapnya Ina
" Baiklah Kalau begitu kami pamit " ucap Lio
" Assalamualaikum " Ucap Lio dan Mesi
" Waalaikum salam " ucap Mereka
Mesi dan Lio segera pergi meninggalkan tempat itu, sementara Ina dan Satria langsung pergi kekamarnya untuk melepaskan lelah di perjalanan dan juga lelah menghadapi kedua anaknya itu.
.
.
.
.
Bersambung...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz