
Waktu sudah menunjukan pukul empat sore, ini adalah jam pulang kantor, dengan buru-buru Rifa langsung pergi menaiki mobilnya menuju Apartemen Sofia.
Senyuman pun terlihat jelas, hari ini ia senang karena ia mendapatkan kepercayaan sang kakek dan juga ia bisa berlibur meskipun niatnya ingin mengawasi Rafa dan Jesi berlibur.
Rifa langsung keluar dari mobilnya ketika ia sudah di depan Gedung apartemen Sofia, ia langsung menaiki lift dan menuju ke lantai di mana Sofia tinggal. Ia Kesana dengan membawa map coklat berisi kontrak.
Sesampainya di apartemen Sofia, ia langsung memencet tombol agar Sofia membuka pintunya.
Ting... Tong... Ting... Tong....
Ceklek,,
" Ternyata kamu memenuhi janjimu " ucap Sofia
" Kalau aku sudah berjanji pasti aku akan menepatinya " ucap Rifa sambil tersenyum
" Bagus deh " ucap Sofia
" Aku tidak si suruh duduk " tanya Rifa
" Duduk lah " ucap Sofia membuka pintu apartemen
Mereka langsung masuk kedalam apartemen yang di tinggali Sofia karena merasa tidak enak juga jika hanya berdiri di depan pintu. Mereka duduk di sofa yang ada disana.
" Mau minum apa " tanya Sofia
" Air putih saja " ucap Rifa
" Baiklah Tunggu sebentar " ucap Sofia ke dapur dan membawakan nampan berisi cemilan dan juga air putih untuk Rifa
" Silahkan diminum " ucapnya Sofia
" Terima kasih " ucap Rifa sambil tersenyum
Leya langsung duduk di depan Rifa, ini kali pertama dia dan Rifa tidak bertengkar. mungkin tidak untuk sekarang.
" Coba kau tandatangani ini " ucap Rifa menyerahkan amplop coklat itu
" Ternyata sudah selesai di ketik " ucap Sofia sambil tersenyum
"Aku hanya butuh satu bulan untuk kita berpura-pura untuk pacaran " ucap Rifa
" Ok... cuma sebulan juga " ucap Sofia
" Ku harap kamu jangan sampai menyukai ku " ucap Rifa
" Kamu tenang saja.. kamu bukan tipe ku " ucap Sofia membuat Rifa bingung
" Sialan, ada orang yang untuk pertama kalinya menolak ku.. aku ini orang tampan dan kaya mana ada wanita yang menolak " batin Rifa
" Aku tidak suka dengan poin yang ke dua " ucap Sofia
" Kenapa " tanya Rifa bingung
" Kalau hanya pegangan tangan ok, tapi untuk berciuman tidak.. apalagi peluk-peluk " ucap Sofia
" Bukannya kamu tinggal di luar negri, lalu kenapa hal ini saja kamu menolak, bukannya di luar negri hal ini rumrah " ucap Rifa
" Itu syarat ku.. kalau tidak mau tidak usah menandatangani kontrak " ancam Sofia
" Sialan, dia benar-benar wanita yang berani bahkan ucapan ku saja dia bantah.. tapi untuk sekarang aku turuti saja dari pada ribet urusannya " batin Rifa
" Baiklah Kau setuju " ucap Rifa
" Kalau begitu aku akan segera tandatangani kontraknya sekarang juga " ucap Sofia membuat Rifa senang
Sofia yang langsung menandatangani kontak itu langsung menyerahkan kontrak itu pada Rifa. Sementara ia tidak mendapatkan kopiannya.
" Ambil koper mu kita akan pergi sekarang " ucap Rifa sambil tersenyum
" Aku berangkat denganmu " ucap Sofia
" Tidak... kamu duluan Kesana, hotel dan semuanya sudah ku atur, mungkin aku akan pergi dari sini malam hari " ucap Rifa
" Baiklah " ucap Sofia
" Untung kita tidak berangkat bareng... setidaknya aku bisa bersantai setelah sampai disana " batin Sofia
Rifa langsung mengambilkan koper milik Sofia, lalu ia mengantarkan Sofia ke bandara yang tidak jauh dari sana.
" Ingat jangan mengingkari isi kontrak " ucap Rifa
" Kamu tenang saja " ucap Sofia
Sofia langsung turun ketika merek sudah sampai di bandara. Rifa menemani Sofia masuk kedalam sambil membawakan koper Sofia.
Sofia hendak masuk kedalam Pesawat namun tangannya Rifa memegang tangan Sofia.
" Ada apa " tanya Sofia bingung
" Terserah " ucap Sofia
" Kenapa aku harus kabur toh aku liburan gratis " batin Sofia
Sofia melepaskan tangan milik Rifa, ia langsung pergi dengan terburu-buru karena tidak mau jadi bahan perhatian orang lain.
Sementara Rifa terlihat senang, ia langsung pergi dari sana menuju mansion keluarganya.
Ketika ia sampai di mansion tampak Mobil Rafa terparkir disana, lalu ia segera masuk kedalam. Disana ia melihat Sang umi dan Momih tengah sibuk memilihkan pakaian yang akan Jesi dan Rafa kenakan.
" Momih.. Umi.. assalamualaikum " ucap Rifa
" Waalaikum salam nak " ucap Mereka
" Kamu sudah datang nak, mau makan dulu " tanya Sisil
" Tidak Nek, aku mau siap-siap koperku.. aku sudah tidak sabar ingin memeluk kekasih ku " ucap Rifa sambil tersenyum
" Awas jangan macam-macam " ucap Rena
" Ok Umi " ucap Rifa
" Kalau begitu kamu mandi dan siap-siap, Jesi dan Rafa akan berangkat nanti malam " ucap Ina
" Ok Momih... Rifa masuk ke kamar dulu " ucao Rifa
" Baiklah nak " ucap Mereka
Rifa Segera naik kelantai atas dimana kamarnya berada, ia masuk ke kamarnya lalu mengunci pintunya.
Ia langsung masuk kedalam kamar mandinya dengan merendamkan tubuhnya disana dengan perasaan kecewa dan sedih.
" Jesi aku tidak bisa bayangkan jika kamu bermesraan dengan Rafa.. maafkan aku karena kebodohan ku, kamu malah menikah dengan Rafa " ucap Rifa
" Aku tidak boleh cengeng, aku harus kuat dan semangat.. Jesi berikan aku kesempatan " batin Rifa
Kini Rifa sudah selesai mandinya, ia pun berpakaian santai namun tetap rapi. ia segera keluar dari kamarnya sambil membawa koper ya.
Semua orang telah menunggunya untuk makan malam bersama, ia pun langsung duduk di kursi yang biasanya ia duduki.
" Ayo nak kita makan malam dahulu " ucap Rena
" Baiklah Umi " ucap Rifa
Mereka pun segera menyantap makanan yang terhidang di atas meja itu. Rafa terlihat menyuapi sang istri dengan senyuman manisnya.
" Kamu harus makan yang banyak sayang.. perjalanan kita akan lumayan lama " ucap Rafa
" Terima kasih Sayang " ucap Jesi
Rafa yang melihat adegan romantis itu hanya bisa diam sambil mengepalkan tangannya meskipun ia kesal namun ia tahan karena tajuk membuat keluarganya curiga.
" Kamu serius mau pergi juga " bisik Reza
" Ia... memangnya kenapa " tanya Rifa
" Kau masih penasaran dengan pacar barumu.. apakah aku mengenalnya " ucap Reza
" Nanti aku kenalkan padamu " ucap Rifa
" Baiklah " ucap Reza
.
.
.
.
Bersambung...
Mampir yu ke novel baru aku, ini berkisah tentang kisah cinta Leya dan Geri aku tulis di novel terbaruku... berjudul " Dendam Jadi cinta " ikuti terus kisahnya.
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz