One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 39



Setelah memeriksa keadaan Jesi Refa langsung menghubungi Rifa tanpa di ketahui oleh Lio dan Mesi, karena Refa yakin ketika di keadaan seperti Jesi pasti ia ingin ada seseorang disampingnya.


Refa kembali ke ruangan dan segera menelpon Rifa, agar tidak ketahuan oleh Lio dan Mesi.


Tut... Tut... Tut...


" Halo... ada apa " ucap Rifa dengan wajah malasnya.


" Kamu ini seperti yang tidak senang aku telepon kamu " ucap Refa kesal


" Kamu menggangu pekerjaan ku saja... lihat gara-gara Rafa dan Jesi pergi untuk mencoba gaun pengantin, aku malah di buat sibuk oleh mereka " ucap Kesal Rifa


" Itu sih derita kamu " ledek Refa sambil tertawa


" Sialan, jika menelepon ku hanya ingin meledek ku saja lebih baik aku tutup teleponnya " ancam Rifa


" Astaga kamu ini sudah di ajak bercanda, biasanya juga suka bercanda " ucap Refa


" Hari ini adalah hari terkacau ku... cepat katakan ada apa kamu telepon ku " ucap Rifa


" Aku hanya ingin memberitahukan keadaan Jesi padamu " ucap Refa


" Jesi... maksudmu Jesi kenapa " tanya Rifa kini wajahnya berubah jadi panik


" Jesi kenapa.. apa Rafa tidak bisa menjaganya " batin Rifa


" Jesi tadi pingsan dan segera di bawa ke rumah sakit " ucap Refa


" Astaga, bagaimana keadaannya sekarang " tanya Rifa penasaran


" Keadaannya sudah stabil namun dia belum sadar dari pingsannya " ucap Refa


" Apa-apaan sih Rafa... masa jagain Jesi saja ga becus " ucap Rifa dengan nada marah


" Aku tidak tahu... kamu sebaiknya cepat ke rumah sakit " ucap Refa


" Baiklah aku akan segera kesana sekarang juga " ucap Rifa


" Ok.. Ruang VVIP no 1 " ucap Refa langsung menutup teleponnya


" Jesi tunggu aku... aku akan segera menemuimu " batin Rifa


Rifa langsung membereskan semua pekerjaan dan segera menuju rumah sakit dimana Jesi berada, namun sebelum Kesana Rifa membawakan bubur dan beberapa buah-buahan untuk Jesi.


Setelah selesai membelinya ia segera menuju rumah sakit dengan menggunakan taksi. Sesampainya ia segera menuju ruangan Jesi.


Ceklek,,


Ia segera masuk kedalam ruangan Mesi dan melihat Jesi terbaring lemah di ranjang rumah sakit, lalu ia juga melihat Mesi dan Lio sedang tertidur di sofa.


" Jesi " ucap Rifa menghampiri Jesi


" Jesi ini aku... kamu cepat bangun " ucap Rifa berbisik di telinga Jesi


Sementara datanglah Rafa membuka pintu ruangan Jesi. Ia melihat Rifa berada di samping Jesi bahkan ia berani dekat sekali dengan Jesi.


" Apa yang kamu mau lakukan " bentak Rafa


" Pelan kan suaramu.. berisik nanti Jesi akan terganggu " ucap Rifa


" Cepat keluar dari sini " ucap Rafa menghampiri Rifa


Lio dan Mesi yang mendengarkan keributan itu langsung terbangun dari tidurnya dan tampak melihat Rifa dan Rafa bertengkar di hadapannya.


" Apa-apaan sih kalian berisik tau.. ini rumah sakit bukan pasar " ucap Mesi


" Apa yang di katakan Mesi betul.. kenapa kalian bertengkar.. lihat keadaan Jesi sekarang.. bukannya mendoakan kesembuhan Jesi malah bertengkar " ucap Lio


" Aku tidak suka Rifa dekat-dekat dengan Jesi " ucap Rafa


" Kenapa tidak suka... kamu saja tidak becus menjaga Jesi... " ucap Rifa


" Tapi Rifa yang mulai duluan " ucap Rafa


" Sebelum kamu masuk semua tampak sepi dan tenag " ucap Rifa


" Kamu berani padaku " ucap Rafa dengan wajah Emosi


" Cukup " bentak Lio


" Kalian diam atau aku akan mengusir kalian dari ruangan ini " ucap Mesi yang marah pada Rifa dan Rafa


" Kamu saja yang keluar... aku mau disini.. " ucap Rafa


" Tidak mau... kamu saja yang keluar " ucap Rifa pada Rifa


" Astaga kalian " ucap Mesi kesal


" Kalau kalian berdua ingin menjaga Jesi sebaiknya kalian diam " ucap Lio


" Baiklah, maafkan kami " ucap Mereka


Mereka pun duduk diam tanpa satu kata pun takut membuat Mesi marah


" Bagaimana ini... Mesi kelihatannya marah " ucapnya Rafa dalam hatinya


" Harusnya Rafa di tendang saja keluar, orang tidak becus menjaga Jesi apa gunanya " batin Rifa


" Lama-lama aku bisa darah tinggi menghadapi Rifa dan Rafa " batin Mesi


" Aku harus membujuk Mesi agar dia tidak marah lagi... ini semuanya gara-gara Rafa dan Rifa membuat mood Mesi jadi marah dan kesal " ucap Lio dalam hatinya


" Sayang... aku tadi sebenarnya membelikan mu makanan dan minuman.. " ucap Lio


" Aku tidak lapar " ucapnya Mesi


" Tapi sayang kamu belum makan siang " ucap Lio


" Ia Mesi kamu sebaiknya makan dulu " ucap Rifa


" Ssttt diam... " ucap Lio dengan tatapan kesal seperti dia cemburu karena Rifa masih peduli pada Mesi


" Bagaimana aku bisa makan jika keadaannya Jesi sekarang seperti ini " ucap Mesi


" Makanlah sedikit saja " ucap Lio


" Tidak " tolak Mesi


" Kamu mau menjaga Jesi " tanya Lio


" Ia aku mau " jawabnya


" Kalau kamu mau menjaga Jesi kamu harus makan yang banyak.. kamu harus kuat kalau kamu sakit bagaimana akan menjaga Mesi " ucap Lio


" Kamu benar juga " ucap Mesi


" Kalau begitu aku Suapin " ucap Lio


" Tidak usah aku bisa sendiri " ucap Mesi


" Biarkan aku yang menyuapi calon istri ku sendiri " ucap Lio sambil tersenyum


" Baiklah.. jika kau memaksa " ucap Mesi sambil tersenyum


" Terima kasih sayangku " ucap Lio


Kini Lio menyuapi Mesi ia juga terlihat mesra di depan Rafa dan Rifa.


" Sial kenapa Lio menyuapi Mesi... apa dia sengaja berbuat begitu " batin Rifa


" Mereka mesra sekali bikin iri saja " batin Rafa