
Mereka sudah sampai di mansion, Rifa buru-buru membuka pintu lalu ia dengan sengaja membukakan pintu untuk Jesi.
" Silahkan " ucap Rifa membukakan pintu mobil untuk Jesi
" Ada apa dengan Rifa, tidak seperti biasanya " batin Jesi
" Rifa.. kesabaran ku sudah habis " Ucapnya
Dengan Emosi Rafa langsung turun dari mobil
lalu mendorong tubuh Rifa hingga ia terjatuh.
" Jauhkan dirimu dari calon istriku " ucap Rafa dengan penuh emosi
" Sayang ayo kita masuk " ucap Rafa dengan nada lembut pada Jesi
" Sialan Kau " batin Rifa langsung Berdiri dan mendorong tubuh Rafa
" Astaga apa yang kamu lakukan " ucap Jesi
" Dia yang mulai mendorongku terlebih dahulu " ucap Rifa
" Minta di hajar dia " batin Rafa
" Lepaskan tangan kotor mu dari jesi " bentak Rafa melihat tangan Jesi di pegang oleh Rifa
" Kamu Berani padaku " ucap Rifa
" Aku tidak pernah takut padamu " ucap Rafa
" Sini maju " ucap Rifa menantang Rafa
" Aduh Ko malah jadi berantem " ucap Jesi bingung
Jesi segera berdiri di pinggir sedangkan Rafa dan Rifa masih saling pukul memukul, karena khawatir Jesi langsung berteriak dan minta tolong.
" Tolong.... Tolong... " ucapnya Jesi dengan wajah paniknya
Sementara di dalam Rumah tampak Rena, Ehan dan Lio segera keluar menuju asal suara teriakan wanita.
" Ada apa ini " tanya Ehan
" Ayah Ehan, Rafa dan Rifa berantem " ucap Jesi
" Dimana " tanya Rena
" Itu mereka Umi " ucap Jesi
" Kamu jaga Jesi ya, aku akan meterai mereka " ucap Ehan
" Baik sayang kamu hati-hati " ucap Rena
" Ayah aku ikut bersama mu " ucap Lio
Lio dan Ehan tampak memisahkan mereka, sementara Rena memeluk Jesi agar tidak ketakutan.
" Kamu tenang ya, tidak akan terjadi apa-apa " ucap Rena
" Ia Umi... " ucapnya Jesi sedikit lebih tenang
Sedangkan Rafa dan dan Rifa masih terlihat emosi satu sama lain.
" Cukup " bentak Ehan
" Dia duluan yang dorong aku ayah " ucap Rifa
" Dia terus-terusan menggoda Jesi " ucap Rafa
" Kalian cukup jangan bertengkar, kalian itu kaya anak kecil saja " ucap Lio
" Lio bawa masuk Rafa " ucap Ehan
" Baik ayah " ucap Lio langsung membawa Rafa ke kamarnya sedangkan Jesi langsung mengikuti Rafa
Setelah sampai di kamar Rifa terlihat Jesi mengambilkan P3K untuk mengobati luka di sudut bibir Rafa
" Kenapa harus berantem sih " ucap Jesi
" Aku ga suka aja sama dia yang sekarang deketin kamu " ucap Rafa
" Kamu cemburu sama Rifa " ucap Jesi sambil tersenyum senang
" Ia dong sayang, liat dia menatap kamu kaya begitu mau aku colok tuh matanya " ucap Rafa
" Kaya anak kecil saja " sindir Lio
" Kamu yakin bisa bicara begitu, kalau Mesi di ganggu sama Rifa apa yang akan kamu lakukan " ucap Rafa
" Yasudah lah.. aku kalah, aku mau siap-siap untuk lamaran ku nanti malam... " ucap Lio
" Aku pasti datang " ucap Jesi
" Baiklah " ucap Rafa
" Masih marah " ucap Jesi
" Tidak juga " ucap Rafa
" Kamu kan tau aku ga suka sama dia " ucap Jesi
" Ia juga sih... cuma jaga-jaga juga harus kan " ucap Rafa
" Sini aku obatin dulu " ucap Jesi
Rafa pun sudah bisa mereda amarahnya sendiri karena melihat Jesi yang begitu telaten merawat luka yang ada di wajah Rafa.
Sementara Rena langsung menghampiri Rifa masih emosi dan mencoba meredakan amarahnya.
" Rifa ayo, Umi akan membawamu ke kamarmu " ajak Umi
" Sayang biarkan saja dia " ucap Ehan
" Aku harus mengobati lukanya " Ucap Rena
" Baiklah... " ucap Ehan
Rena membawa Rifa ke kamarnya dan segera membawa es batu lengkap dengan alat kompres serta kotak P3K.
" Umi kenapa ngobatin luka aku, bukanya Umi dan lainnya benci sama aku " ucap Rifa
" Kata siapa Umi benci kamu " ucap Rena
" Tapi Umi ga ada belain aku kemarin " tanya Rifa
" Umi ga belain kamu, karena kamu salah... " ucap Rena
" Maksud Umi " Ucap Rifa bingung
" Kalau kamu di posisi Jesi, ada lelaki yang menodainya sampai hamil dan laki-laki itu Tidak mau bertanggung jawab, apa yang akan kamu lakukan " tanya Rena
" Aku akan hajar dia " ucap Rifa
" Nah kamu beruntung karena Jesi ga menghajar kamu " ucap Rena
" Ia juga sih Umi " Ucap Rifa
" Jesi itu anak baik, Rifa saja sampai mau menikahi Jesi yang jelas-jelas sudah ternodai dan mengandung anak mu, ia membelanya mati-matian berarti Rafa sangat mencintainya, Umi harap Kamu jangan menggangu mereka " ucap Rena
" Tapi Umi, anak yang di kandung Jesi bukannya anak ku... aku tidak mau jika anak itu memanggil Rafa sebagai ayah " ucap Rifa
" Kamu harus ingat... kemarin kamu sendiri yang tidak mau mengakuinya tapi kenapa sekarang kamu malah menginginkannya " ucap Rena
" Aku juga ga tau " ucap Rifa
" Lebih baik kamu mandi dan siap-siap nanti jam tujuh malam acara lamaran Lio, kamu jangan mengacau " ucap Rena
" Baik Umi " ucap Rifa
" Umi pamit ya " ucap Rena sambil tersenyum
" Umi, bisakah aku tidak ikut kesana " tanya Rifa
" Apa kamu masih menginginkan Mesi " tanya Rena
" Tidak juga Umi " ucap Rifa
" Bagus, kalau begitu kamu wajib ikut " ucapnya Rena sambil tersenyum
" Baik Umi " ucap Rifa
.
.
.
Bersambung...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz