One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 22



Sang penjaga segera membuka pintu, sambil mengantarkan sang dokter masuk kedalam.


Ceklek,,


" Tuan dan Nyonya saya membawa dokter untuk memeriksa keadaan Nona Jesi " ucap Sang penjaga


" Silahkan dok " ucap Refa


" Nona Jesi kenapa bisa pingsan " tanya dokter Amel


" Tadi dia menangis histeris... " ucap Rifa


" Saya sudah pernah katakan Jangan sampai membuatnya Stres... Kandungannya Lemah " ucap Sang Dokter


" Maafkan saya dok " ucap Rifa dengan nada penuh penyesalan


" Lalu apa yang harus kami lakukan " tanya Rafa


" Biasanya ibu hamil di trimester pertama itu perubahan suasana hatinya itu berubah-ubah, kita sebagai keluarga harus membuat dia merasa bahagia dan jangan Membuatnya stres " Sang dokter


" Baik Dok lain kali saya tidak akan membuat dia stres " ucap Rafa sambil melihat wajah Rifa


" Untuk sementara saya akan memberikan beberapa vitamin untuk menguatkan kandungannya, bantu saya untuk memberikan asupan yang bergizi pada Nona Jesi ya " ucap Dokter Amel


" Baik Dok " ucap Rafa


" Apa yang harus ku lakukan, sepertinya memang Rafa yang pantas menjadi suami Jesi, meskipun Dia hamil bukan anaknya tapi dia bersedia untuk merawat Bahkan menganggapnya seperti anaknya sendiri " batin Ina


" Aku salut sama Ka Rafa, coba kalau momih mengijinkan untuk Ka Rafa nikah sama Jesi " batin Refa


" Aku janji Jesi, mulai sekarang aku akan bersikap baik padamu " batin Rifa


" Baik ini vitamin ya, nanti di minum sesuai anjuran yang sudah di tulis oleh saya " ucap Dokter Amel


" Baik Dok, terima kasih " ucap Rafa sambil tersenyum


" Kalau begitu saya pamit " ucap Sang dokter


" Baik Dok, biar saya antarkan " ucap Refa


" Mari " ucapnya


Kini yang berada di sana tinggal Ina, Rifa dan Rafa. Dengan wajah marahnya Rafa langsung menggendong Jesi untuk memindahkan Jesi ke kamarnya.


" Mau di bawa kemana Jesi " tanya Rifa


" Aku mau membawa Jesi kekamar ku " ucapnya Rafa


" Kenapa... sudah biarkan saja dia beristirahat disini " ucap Rifa


" Membiarkan dia disini dan di rawat oleh seseorang yang tidak becus seperti mu... " ucap Rafa


" Momih lihat Rafa masa memindahkan Jesi " ucap Rifa pada sang ibu


" Rafa... kamu bawa saja Jesi ke kamarmu... Momih tau kamu yang paling bisa merawat Jesi " ucap Ina dengan menatap wajah Rifa dengan sinis


" Loh Momih " protes Rifa


" Sudah lah, Momih tidak akan memaksa Jesi menikah dengan Kamu, jika Jesi dan Rafa mau mereka bisa segera menikah " ucap Ina


" Momih serius " ucap Rafa senang dan bahagia mendengar ucapan sang Momih


" Tapi ingat, jaga dia baik-baik " ucap Ina


" baik Momih, momih jangan khawatir.. Rifa akan selalu menjaganya apalagi dari lelaki pengecut dan tidak mau bertanggung jawab " ucap Rafa sinis


" Pokoknya aku saja yang merawat Jesi " ucap Rifa


" Tapi Jesi mengandung anak ku... " ucap Rifa


" Aku tidak rela jika Jesi menikah denganmu " ucap Rafa


" Sialan Kau Rafa " ucap Rifa marah


Rafa langsung menggendong Jesi dari tempat tidur Rifa, Rafa membawa Jesi ke kamarnya dan membaringkan tubuhnya di ranjang tempat tidurnya.


" Jesi... Mulai sekarang tidak ada lagi yang akan menyakitimu.. aku janji akan selalu melindungi mu " ucap Rafa


" Kamu tau, Akhirnya Momih merestui kita... kamu cepat Bagun... biar kita cepat menikah " ucap Rafa sambil mengelus-elus rambut Jesi.


Sementara Rifa masih di dalam kamar dengan sang Momih. Ina benar-benar di buat kecewa dengan keadaan Jesi sekarang.


" Rifa mulai sekarang, Momih akan mengatur pernikahannya Jesi dengan Rafa " ucap Ina


" Momih kan tau anak yang di kandung Jesi itu anak ku... seharusnya aku yang menikahi Jesi bukan Rafa " ucap Rifa


" Kamu mau jadi Suami sekaligus ayah, tidak akan mampu.. sudah lah ini kan yang kamu mau.. terlepas dari Jesi... " ucap Ina


" Momih aku sekarang sadar aku ingin memperbaiki kesalahan ku " ucapnya Rifa


" Tergantung Jesi, apa masih mau menikah denganmu atau menikah dengan Rafa " ucap Ina


" Momih aku merasa ini sungguh tidak adil... Jesi milikku " ucap Rifa


" Momih mau tidur, kamu jangan berisik, kepala momih sakit mengingat masalah kamu " ucap Ina


" Maafkan Rifa,, Momih... " ucapnya


" Momih harap kamu benar-benar berubah dan menyesali perbuatan mu " ucap Ina


" Ia Momih " ucap Rifa


Ina segera keluar dari kamar Rifa dan segera menuju kamarnya untuk melanjutkan istirahatnya yang barusan tertunda.


" Lihat saja Jesi.. aku akan merebut mu dari Rafa, jika aku tidak bisa memiliki Mesi,, aku juga harus memiliki Jesi... selama ini aku tidak pernah kalah dari Ka Rafa " batin Rifa


Rafa segera membaringkan tubuhnya di ranjang tempat tidurnya, namun ketika ia memejamkan matanya hanya terbayang wajah Jesi tadi.


" Kenapa aku Jadi memikirkan jesi " batin Rifa


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz