
Sang penjaga segera membuka pintu, sambil mengantarkan sang dokter masuk kedalam.
Ceklek,,
" Tuan dan Nyonya saya membawa dokter untuk memeriksa keadaan Nona Jesi " ucap Sang penjaga
" Silahkan dok " ucap Refa
" Nona Jesi kenapa bisa pingsan " tanya dokter Amel
" Tadi dia menangis histeris... " ucap Rifa
" Saya sudah pernah katakan Jangan sampai membuatnya Stres... Kandungannya Lemah " ucap Sang Dokter
" Maafkan saya dok " ucap Rifa dengan nada penuh penyesalan
" Lalu apa yang harus kami lakukan " tanya Rafa
" Biasanya ibu hamil di trimester pertama itu perubahan suasana hatinya itu berubah-ubah, kita sebagai keluarga harus membuat dia merasa bahagia dan jangan Membuatnya stres " Sang dokter
" Baik Dok lain kali saya tidak akan membuat dia stres " ucap Rafa sambil melihat wajah Rifa
" Untuk sementara saya akan memberikan beberapa vitamin untuk menguatkan kandungannya, bantu saya untuk memberikan asupan yang bergizi pada Nona Jesi ya " ucap Dokter Amel
" Baik Dok " ucap Rafa
" Apa yang harus ku lakukan, sepertinya memang Rafa yang pantas menjadi suami Jesi, meskipun Dia hamil bukan anaknya tapi dia bersedia untuk merawat Bahkan menganggapnya seperti anaknya sendiri " batin Ina
" Aku salut sama Ka Rafa, coba kalau momih mengijinkan untuk Ka Rafa nikah sama Jesi " batin Refa
" Aku janji Jesi, mulai sekarang aku akan bersikap baik padamu " batin Rifa
" Baik ini vitamin ya, nanti di minum sesuai anjuran yang sudah di tulis oleh saya " ucap Dokter Amel
" Baik Dok, terima kasih " ucap Rafa sambil tersenyum
" Kalau begitu saya pamit " ucap Sang dokter
" Baik Dok, biar saya antarkan " ucap Refa
" Mari " ucapnya
Kini yang berada di sana tinggal Ina, Rifa dan Rafa. Dengan wajah marahnya Rafa langsung menggendong Jesi untuk memindahkan Jesi ke kamarnya.
" Mau di bawa kemana Jesi " tanya Rifa
" Aku mau membawa Jesi kekamar ku " ucapnya Rafa
" Kenapa... sudah biarkan saja dia beristirahat disini " ucap Rifa
" Membiarkan dia disini dan di rawat oleh seseorang yang tidak becus seperti mu... " ucap Rafa
" Momih lihat Rafa masa memindahkan Jesi " ucap Rifa pada sang ibu
" Rafa... kamu bawa saja Jesi ke kamarmu... Momih tau kamu yang paling bisa merawat Jesi " ucap Ina dengan menatap wajah Rifa dengan sinis
" Loh Momih " protes Rifa
" Sudah lah, Momih tidak akan memaksa Jesi menikah dengan Kamu, jika Jesi dan Rafa mau mereka bisa segera menikah " ucap Ina
" Momih serius " ucap Rafa senang dan bahagia mendengar ucapan sang Momih
" Tapi ingat, jaga dia baik-baik " ucap Ina
" baik Momih, momih jangan khawatir.. Rifa akan selalu menjaganya apalagi dari lelaki pengecut dan tidak mau bertanggung jawab " ucap Rafa sinis
" Pokoknya aku saja yang merawat Jesi " ucap Rifa
" Tapi Jesi mengandung anak ku... " ucap Rifa
" Aku tidak rela jika Jesi menikah denganmu " ucap Rafa
" Sialan Kau Rafa " ucap Rifa marah
Rafa langsung menggendong Jesi dari tempat tidur Rifa, Rafa membawa Jesi ke kamarnya dan membaringkan tubuhnya di ranjang tempat tidurnya.
" Jesi... Mulai sekarang tidak ada lagi yang akan menyakitimu.. aku janji akan selalu melindungi mu " ucap Rafa
" Kamu tau, Akhirnya Momih merestui kita... kamu cepat Bagun... biar kita cepat menikah " ucap Rafa sambil mengelus-elus rambut Jesi.
Sementara Rifa masih di dalam kamar dengan sang Momih. Ina benar-benar di buat kecewa dengan keadaan Jesi sekarang.
" Rifa mulai sekarang, Momih akan mengatur pernikahannya Jesi dengan Rafa " ucap Ina
" Momih kan tau anak yang di kandung Jesi itu anak ku... seharusnya aku yang menikahi Jesi bukan Rafa " ucap Rifa
" Kamu mau jadi Suami sekaligus ayah, tidak akan mampu.. sudah lah ini kan yang kamu mau.. terlepas dari Jesi... " ucap Ina
" Momih aku sekarang sadar aku ingin memperbaiki kesalahan ku " ucapnya Rifa
" Tergantung Jesi, apa masih mau menikah denganmu atau menikah dengan Rafa " ucap Ina
" Momih aku merasa ini sungguh tidak adil... Jesi milikku " ucap Rifa
" Momih mau tidur, kamu jangan berisik, kepala momih sakit mengingat masalah kamu " ucap Ina
" Maafkan Rifa,, Momih... " ucapnya
" Momih harap kamu benar-benar berubah dan menyesali perbuatan mu " ucap Ina
" Ia Momih " ucap Rifa
Ina segera keluar dari kamar Rifa dan segera menuju kamarnya untuk melanjutkan istirahatnya yang barusan tertunda.
" Lihat saja Jesi.. aku akan merebut mu dari Rafa, jika aku tidak bisa memiliki Mesi,, aku juga harus memiliki Jesi... selama ini aku tidak pernah kalah dari Ka Rafa " batin Rifa
Rafa segera membaringkan tubuhnya di ranjang tempat tidurnya, namun ketika ia memejamkan matanya hanya terbayang wajah Jesi tadi.
" Kenapa aku Jadi memikirkan jesi " batin Rifa
.
.
.
.
Bersambung...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz