One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 7



Mereka menikmati Flem tersebut meskipun ada adegan yang mereka berdua menutup matanya, karena adegan itu adegan ketika berciuman.


" Astaga apa-apa ini Flem.. mau mencoba menggodaku " batin Rafa


" Padahal aku sering nonton Flem dengan adegan berciuman tapi kenapa di dekat Rafa menonton begini aku malu sendiri " batin Jesi


Setelah selesai nonton Rafa memberikan makanan pada Jesi untuk di makan di rumahnya, karena takut pulang terlalu malam, karena besok Mesi akan segera berangkat menuju Jakarta.


" Kamu lapar " tanya Rafa


" Tidak " ucap ya bohong tapi ternyata perut lebih jujur darinya


Kriuk... kriuk...kriuk...


" Suara apa itu " ledek Rafa


" Astaga ini perut kenapa sih ga bisa kontrol... aku kan jadi malu di buatnya " batin Jesi


" Wanita lucu yang pernah aku temui selama ini " batin Rafa


" Ikut aku " ajak Rafa langsung menggenggam tangan Jesi


" Kita mau kemana " tanya Jesi


" Ayo ikut saja " ucapnya


" Kamu suka mana.. mau ayam, ramen, atau sushi " ucap Rafa


" Aku nasi mau ayam bakar saja " ucap Jesi


" Dengan senang hati tuan putri " ucap Rafa sambil tersenyum memesan makanan yang Jesi mau dan setelah selesai baru pulang.


.


...****************...


.


Keesokan harinya,,


Rafa sengaja menjemput Jesi di apartemennya pagi-pagi sekali, Ia juga tak lupa membawakan makanan untuk Jesi untuk sarapan.


Ting... Tong... Ting... Tong...


Ceklek,,


" Siapa " ucap Jesi dengan wajah baru bangun tidur


" Astaga kamu lucu sekali " ucap Rafa mengacak-acak rambut Jesi


" Ish kamu ngapain kesini subuh-subuh " tanya Jesi bingung


" Aku belikan sarapan untuk kita " ucap Rafa


" Terima kasih " ucap Jesi menerima kresek makanan itu


" Kamu ga nyuruh aku masuk " ucap Rafa


" Oh ia lupa... silahkan masuk " ucap Jesi sambil tersenyum


" Terima kasih " ucap Rafa


" Kamu kenapa pagi-pagi kesini.. aku masih ngantuk " ucap Jesi


" Bukannya kamu mau pergi " ucapnya Rafa


" Kan masih lama... aku rencananya mau berangkat jam tujuh " ucap Jesi


" Ya ga papah, aku tinggal nunggu kamu saja " ucap Rafa


" Terserah kamu saja aku ke air dulu " ucap Jesi langsung meninggalkan Rafa


" Baiklah " ucap Rafa


" Mesi kalau di lihat-lihat cantik juga kalau tanpa make up begitu.. polos... natural benar kata orang kalau kamu mau lihat cantik atau ga itu kamu harus lihat pas dia bangun tidur, karena itu muka jujurnya " batin Rafa


Jesi segera mandi dengan air hangat Sementara Rafa menuju dapur untuk menyiapkan makanan yang tadi dia sudah belikan.


Dengan senang hati ia pun memindahkan makanan itu kedalam mangkuk, karena yang ia beli adalah bubur, ia juga tak lupa menyiapkan teh hangat untuk Jesi.


" Sudah siap, tinggal nunggu Jesi keluar dari kamar mandi " ucap Rafa


Rafa menunggu Jesi di ruang televisi, ia menyalakan Televisi dan menonton berita yang ada disana. Tak lama kemudian Jesi menghampirnya.


" Kamu sedang apa " tanya Jesi


" Menonton berita " ucap Rafa


" Tidak seru " ucap Jesi


" Baiklah " ucap Jesi


Mereka segera menuju ruang makan yang berada disana. Jesi senang karena Rafa begitu memperlakukannya dengan perhatian dan sangat baik


" Ini kamu yang siapkan " tanya Jesi


" Ia.. ayo silahkan duduk " ucap Rafa menarik kursi untuk Jesi segera duduk


" Terima kasih " ucap Jesi


" Sama-sama " ucap Rafa sambil tersenyum


" Kelihatannya enak " ucap Jesi sambil tersenyum


" Semua makanan pasti kamu bilang enak " sindir Rafa


" Memang benar, semua bikin laper " ucap Jesi sambil tertawa


" Nanti pasti aku akan sangat merindukan mu " ucap Rafa


" Kamu bisa mengunjungi ku di Jakarta " ucap Jesi


" Ide kamu boleh juga... aku setiap Minggu saja kesana " ucap Rafa membuat Jesi heran


" Astaga yang benar saja.. masa satu Minggu sekali " ucap Jesi


" Terus kamu maunya kapan.. apa tiap hari " ucap Rafa menggoda Jesi


" Tidak begitu juga " ucap Jesi


" Oh ia apa Kamu diberikan tempat tinggal disana " tanya Rafa


" Tidak, nanti aku akan mencari kontrakan disana " ucap Jesi


" Em.. bagaimana jika kamu tinggal di apartemen ku " ucap Rafa


" Apa " ucap Jesi kaget


" Aku tau sifat Jesi, pasti dia tidak mau jika menyusahkan orang lain.. aku harus menemukan ide agar dia mau " batin Rafa


" Gini saja, kita barter apartemen gimana " ucap Rafa


" Maksud mu bagaimana aku tidak mengerti " ucap Jesi


" Jadi begini, Apartemen yang punya ku di Jakarta kau tempati saja... lalu apartemen ini aku tempati bagaimana.. kita sama-sama di untungkan " ucap Rafa


" Apa aku terima saja tawaran Rafa, memang sama-sama untung sih, ditambah aku tidak usah keluar uang untuk mengkontrak rumah disana " batin Jesi


" Pasti Dia mau " batin Rafa


" Gini Loh Jes, Aku Disni kan belum ada tempat tinggal, dan kamu juga di Jakarta belum ada tempat tinggal.. kita barter saja jadi kita sama-sama untung dan tidak rugi " ucap Rafa


" Baiklah aku mau " ucap Jesi sambil tersenyum


" Yes, terima kasih Jes, sebelumnya aku bingung untuk tinggal dimana tapi berkat mu aku punya tempat tinggal dan tidak usah mengkontrak " ucap Rafa senang


" Tapi rawat apartemen ku dengan baik... " ucap Jesi


" Kamu tenang saja apartemennya pasti akan selalu kinclong seperti yang punya " ucap Rafa sambil tersenyum


" Ish kamu ada-ada saja " ucap Jesi tersenyum pada Rafa


" Ayo kita makan sebelum dingin buburnya " ajak Rafa


Mereka pun segera memakan makanannya dengan lahap dan habis. Entah mengapa perasaan nyaman yang Rafa berikan membuat Jesi senang namun dia juga tidak mau larut dengan perasaannya karena ia takut kecewa akhirnya.


" Bagaimana enak buburnya " tanya Rafa


" Enak banget " ucap Jesi


" Syukurlah kalau kamu suka " ucap Rafa


" Terima kasih ya " ucap Jesi


" Sama-sama " ucap Rafa


" Oh ia, kita ke minimarket tempat aku kerja dulu " ucap Jesi


" Untuk apa " tanya Rafa


" Untuk menanyakan alamat perusahaan nanti di Jakarta dan memberitahukan jika aku akan naik mobilmu bukan mobil pengantar barang " ucap Jesi


" Baiklah " ucap Rafa sambil tersenyum


" Perpisahan ini.. apa aku sanggup " batin Rafa