One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 35



Jesi mencoba untuk menenangkan sang calon suami yang sedang cemburu.


" Sayang kamu cemburu sama Rifa " ucap Jesi


" Aku hanya tidak suka saja dia mencoba mendekati mu lagi " ucap Rafa


" Biarkan saja, yang penting aku tidak suka sama dia " ucap Jesi


" Tapi aku takut kehilanganmu " ucap Rafa


" Kamu percaya ya sama aku " ucap Jesi


" Baiklah sayang, kamu minum tehnya dulu selagi hangat.. ini pasti teh buatan Umi " ucap Rafa


" Ia sayang " ucap Jesi langsung meminum tehnya perlahan-lahan


" Sayang hari ini kamu jangan ke kantor ya.. kan kamu lagi sakit " ucap Rafa


" Sebenarnya aku tidak apa-apa.. Memeng tiap pagi seperti ini tapi menurut buku yang aku baca Minggu kemarin ini memang wajar " ucap Jesi


" Tetap saja aku khawatir sama kamu " ucap Rafa


Tiba-tiba handphone milik Jesi berbunyi tanda seseorang menghubunginya, Rafa segera mengambilnya karena jarak handphone Jesi lebih dekat dengan posisi ia duduk di banding Jesi yang tengah berbaring.


Kring... Kring...


" Nih sayang, dari Mesi " ucap Rafa


" Aku angkat dulu teleponnya " ucap Jesi


" Ia sayang " ucap Rafa


Kring... Kring...


" Halo Mesi " ucap Jesi


" Halo Jesi, hari ini aku di beritahukan oleh Umi Rena kalau kita nanti siang akan melakukan fitting baju pengantin " ucap Mesi dengan nada gembira


" Wah... aku seperti mimpi ya... sebentar lagi kita kaan menikah bersama-sama " ucap Jesi


" Aku mau sama-sama datang ke butiknya " ucap Mesi


" Boleh, mau jam berapa " tanya Mesi


" Jam sepuluh saja, bagaimana... " tanya Mesi


" Nanti aku kasih tau Rafa dulu... nanti aku kabari " ucap Jesi sambil melihat wajah Rafa


Rafa pun langsung tersenyum ketika namanya di sebut oleh Jesi, ia pun meminta pada Jesi untuk mengloudspeaker Handphonenya Jesi.


" Sayang Tolong di Loudspeaker handphone mu " ucap Rafa


" Baiklah " ucap Jesi


" Halo Mesi, ada apa.. ini aku Rafa " ucapnya


" Kebetulan sekali kamu ada disana, aku hanya ingin meminta ijin padamu untuk membawa Jesi mencoba gaun pernikahan denganku namun datangnya bersama-sama dengan ku " ucap Mesi


" Kapan " ucap Rafa


" Nanti jam sepuluh " ucap Mesi


" Aku ijinkan, karena memang kebetulan kalau hari ini Jesi libur kerja " ucap Rafa


" Libur kerja, memangnya Jesi kenapa " tanya Mesi dengan nada khawatir


" Akau tidak apa-apa ko " ucap Jesi


" Kamu jujur padaku kamu kenapa " tanya Mesi


" Rafa Tolong jawab aku " ucap Mesi


" Tadi pagi Jesi muntah-muntah dan keadaannya Lemas " ucap Rafa


" Kalau begitu ayo kita ke dokter untuk memeriksa keadaan mu dan bayimu " ucap Mesi dengan nada khawatir lagi


" Ini bukan apa-apa ko " ucap Jesi


" Kamu tidak boleh membiarkan dirimu dan bayimu dalam bahaya lebih baik di periksa " ucap Mesi


" Ini hal biasa jika kita sedang hamil " ucap Jesi


" Kamu yakin " tanya Mesi


" ia aku yakin " ucap Jesi


" Jaga dirimu baik-baik, jangan buat aku khawatir " ucap Mesi


" Kamu tenang saja, aku kan kuat " ucap Jesi


" Baiklah, nanti aku akan menjemputmu di mansion ya, sekalian aku juga akan pergi bersama dengan umi Rena dan Momih Ina " ucap Mesi


" Baiklah jika itu maumu " ucap Jesi


" Ia.. kamu tenang saja " ucap Rafa


Mesi langsung menutup teleponnya, sementara Jesi dan Rafa pun segera menuju ruang makan untuk sarapan meskipun awalnya Rafa menyuruh Jesi untuk beristirahat namun Jesi kekeh mau sarapan bersama dengan keluarga.


Terlihat di bawah sudah banyak orang termasuk ada Rifa juga. Mereka duduk di kuris mereka masing-masing


" Jesi bagaimana sekarang keadaan mu " tanya Rena dengan wajah khawatir


" Memangnya Jesi kenapa sayang " tanya Ehan


" Tadi Jesi mual-mual " ucap Rena


" Itu wajar, kamu dulu juga begitu " ucap Ehan


" Benar itu " ucap Ina sambil tersenyum


" Kamu dengar.. jadi jangan terlalu khawatir " Jesi pada Rafa


" Ia maf, aku hanya tidak mau kamu kenapa-kenapa sayang " ucap Rafa


" Romantis sekali sih kalian " ucap Lia


" Diam kamu " ucap Rifa dengan wajah kesal


" Jesi kamu harus cek kandungan mu tiap bulan, agar bisa memastikan jika bayinya sehat " ucap Leo


" Baik Kakek " ucap Jesi


" Nanti biar Umi yang antar kamu " Ucap Rena


" Ia Umi " ucap Jesi


Mereka pun segera melanjutkan sarapan mereka dengan lahap. Setelah itu barulah mereka mulai beraktivitas seperti biasanya.


Sementara Rafa mengantar Jesi ke kamarnya lalu menyuruhnya untuk beristirahat sebelum Rafa pergi ke kantor.


" Aku antar kamu pergi ke kamar " bisik Rafa


" Baiklah " ucap Jesi


Setelah sampai di kamar, Jesi langsung membaringkan tubuhnya di ranjang, sementara Rafa langsung menyelimutinya dan mengecup keningnya


" Aku kerja dulu ya, kamu kalau ada-ada hubungi aku " ucap Rafa


" Ok " ucap Jesi


" Nak, ayah pergi kerja dulu ya " ucap Rafa sambil mengelus perut Jesi


" I love you sayang " ucap Rafa langsung mencium kening Jesi sementara Jesi terlihat bahagia dengan sikap Rafa padanya selama ini


" Terima kasih Tuhan sudah memberikan seseorang yang begitu mencintai ku " batin Jesi


" Aku pamit, Assalamualaikum " ucap Rafa


" Waalaikum salam " ucap Jesi


Rafa segera menaiki mobilnya sementara Jesi mencoba untuk memejamkan matanya.


Rafa melihat Rifa di samping mobilnya lalu ia menyuruh Rifa untuk segera masuk kedalam mobilnya.


" Masuk, kamu duduk di depan " ucap Rafa


" Loh ko yumben " ucap Rifa


" Mau naik ga, kalau tidak aku tinggal nih " ancam Rafa


" Ia ia... " ucap Rifa Langsung masuk kedalam mobilnya


Rafa langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, Rifa yang melihat hal itu bingung karena Jesi tidak ikut bersama mereka.


" Apa Rafa jangan-jangan sedang marahan sama Jesi gara-gara aku " batin Rifa


.


.


.


Bersambung...


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz