
Kini tiba saatnya makan malam tiba dan malam perpisahan bagi mereka bersama dengan Rafa dan Jesi karena mereka untuk sementara akan menetap di negara Singapura.
Semuanya sudah hadir di sana tampak juga Lio dan Mesi juga turut memeriahkan acara tersebut. Ada juga Oma buyut dan opa buyut disana.
Meja makan pun penuh dengan makanan yang sudah di siapkan Ina, Mey-mey dan Rena terutama makanan kesukaan Rafa juga ada disana banyak.
" Kalian sudah datang " ucap Rena pada Lio dan Jesi
" Maf Umi kami terlambat, aku mengantar dulu Mesi ke dokter kandungan " ucap Lio
" Apa jangan-jangan sudah ada kabar baik untuk Umi " ucap Rena tersenyum senang
" Ia Umi.. Mesi sedang hamil mudah " ucap Lio tersenyum senang memberikan kabar gembira
" Wah Mesi selamat ya " ucap Mey-mey, Ina dan Rena senang mendengarnya
" Ia terima kasih semuanya " ucap Mesi sambil tersenyum duduk di kursi makan
Mereka tampak senang dengan kabar yang Lio dan Mesi berikan apalagi Sisil ia senang karena sebentar lagi ia akan menjadi buyut.
" Selamat ya Mesi " ucap Jesi sambil tersenyum
" Aku juga Selakau berdoa jika kamu akan menyusul kita punya bayi " ucap Mesi
" Kamu jangan banyak pikiran nak, Masalah anak itu rezeki dari Tuhan yang penting kamu harus terus berusaha " ucap Ina
" Ia momih " ucap Jesi
" Setelah pengobatan ku selesai kita pergi ke dokter kandungan ya sayang " ucap Rafa
" Ia sayang " ucap Jesi sambil tersenyum
" Mesi kamu jaga baik-baik kandungan mu " ucap Leo
" Ia kakek " ucap Mesi sambil tersenyum
" Kakek dan semuanya jangan khawatir aku akan menjadi ayah siaga dan suami siaga untuk istri dan bayiku " ucap Lio terlihat bahagia memandang wajah istrinya
" Lebay " ucap Lia
" Kamu kapan punya anak " ledek Lio
" Nikah aja belum masa punya anak " ucap Lia dengan wajah kesalnya
Semua anggota keluarga tampak tertawa dengan ucapan Lia apalagi Lio yang selalu membuat Lia kesal dan marah dengan ucapannya. Kakak adik ini kadang mengumbar kasih sayang mereka tapi kadang juga bersikap seperti musuh.
" Sudah,, sudah kita mulai saja makannya.. aku lapar " ucap Rezi yang baru datang dengan seragam tentaranya
" Kamu sudah datang nak " ucap Mey-mey tampak senang dengan kehadirannya
" Kamu semakin tinggi saja " ucap Leya
" Kamu juga terlihat seperti artis luar negeri saja " ledek Rezi
" Sudah Rezi, cepat cuci tanganmu dan kita akan mulai makan bersama " ucap Ina
" Baik Momih " ucapnya Rezi sambil tersenyum
Merek pun kini mulai menyantap makan malam itu, tampak rumah ramai dengan anak-anak yang sudah dewasa membuat Sisil senang melihatnya.
Sudah jarang sekali bisa berkumpul dengan semua anggota keluarga apalagi mereka sibuk dengan pekerjaan dan kegiatan mereka, membuat rumah ini tampak sepi apalagi Mesi dan Lio yang sudah punya rumah sendiri. Dan sebentar lagi Jesi dan Rafa juga akan meninggalkan rumah itu.
Mereka tampak bahagia bisa berkumpul seperti sekarang, bisa bercanda tawa dengan anggota keluarga yang lain jarang sekali mereka dapatkan.
Mereka memakan makanannya dengan lahap bahkan makanan pun yang tersisa hanya sedikit membuat ketiga wanita yang senang karena makanan yang mereka buat banyak hampir habis.
" Rafa, kamu jangan sedih dengan penyakit mu,, kami disini ada untuk memberikan dukungan dan semangat padamu " ucap Ehan
" Benar itu Rafa " ucap Reza dan Rezi
" Semangat Rafa " ucap Leya sambil tersenyum
" Kami mendukung mu nak " ucap Rena
" Kamu harus semangat " ucap Farel dan Mey-mey
" Aku mau memberikan ini padamu, ini hadiah dari aku dan Mesi " ucap Lio
" Apa ini " ucap Rafa Bingung
Rafa membuka kotak yang diberikan Lio dan Mesi, ia kaget karena Lio memberikan dia sebuah foto keluarga mereka yang berfoto saat pernikahan dirinya dan Rafa yang di gelar dihari yang sama.
" Ini " ucap Rafa sambil tersenyum
" Aku harap ini akan menambah semangat padamu,, ingat kami disini menunggu kesembuhan mu jangan pantang menyerah kami menyayangimu " ucap Lio membuat yang ada disana menjadi terharu
" Terima kasih " ucap Rafa menghapus air matanya yang barusan meneteskan
" Ini juga untukmu " ucap Leya dengan wajah sedihnya
" Apa ini " ucap Rafa sambil tersenyum
" Sayang kamu seperti sednag ulang tahun karena banyak yang memberikan hadiah " goda Jesi agar suaminya tidak menangis.
" Ayo buka, itu ide aku " ucap Lia dan Refa
" Tapi kan aku yang membuatnya " ucap Leya protes pada Lia dan Refa
" Aku buka " ucap Rafa langsung membuka kotak yang di berikan Leya.
" Astaga kalian masih punya foto ini " ucap Rafa dengan wajah malunya karena ternyata Lia, Refa dan Leya memberikan bingkai foto ketika mereka kecil, disana ada foto Rafa ketika menangis, ketika tidur dan wajah yang terlihat lucu tapi hal yang memalukan baginya
Semua orang tampak tertawa melihat foto tersebut, mereka juga ingat ketikan hal itu terjadi apalagi mereka dulu saling jahil satu sama lain.
.
.
.
.
Bersambung...
Mampir yu ke novel baru aku, ini berkisah tentang kisah cinta Leya dan Geri aku tulis di novel terbaruku... berjudul " Dendam Jadi cinta " ikuti terus kisahnya.
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...