
Rafa dengan wajah bersalahnya menghampiri Jesi dan meminta maf padanya.
" Jesi.. aku minta maaf " ucap Rafa dengan wajah sedihnya
" Kenapa minta maf, sudah bawakan bukti jika aku dan Jesi tidak bersalah " ucap Mesi
" Aku sudah melihat semuanya.. dan aku meminta maf padamu dan Juga pada Mesi " ucap Rafa sambil memegang tangan Jesi
" Makannya kalau kamu tidak tau apa-apa jangan langsung menuduh " ucap Mesi
" Maafkan aku Mesi " ucap Rafa
" Sayang, kita maafkan saja Rafa " ucap Lio
" Kamu belain dia " tanya Mesi pada Lio
" Bukan begitu sayang... " ucap Lio mencoba menenangkan sang kekasih
" Aku sudah memafkanmu " ucap Jesi pada Rafa
" Kamu serius sayang " ucap Rafa senang
" Tidak semudah itu Jesi kamu memaafkan Rafa " ucap Rifa
" Aku setuju dengan Rifa " ucap Mesi
" Maafkan aku membela Mila dibandingkan kamu.. Mila itu teman masa kecilku, dulu aku berjanji pada Alm ibunya Mila akan menjaga dan melindungi Mila " ucap Rifa
" Tapi bukan berarti jika Mila salah kamu bela juga " ucap Mesi
" Ia benar.. maafkan aku " ucap Rafa
" Sudahlah Mesi maafkan saja Rafa.. aku tidak apa-apa " ucap Jesi
" Tapi.. kamu janji tidak boleh begitu... kasian Jesi " ucap Mesi
" Ia.. aku berjanji " ucap Rafa
" Ya sudah aku sudah memafkanmu " ucap Mesi
" Kenapa Rafa di maafkan terlalu mudah sih.. atau memang Jesi sifatnya begitu " batin Rifa
" Aku berjanji mulai sekarang aku tidak akan mengecewakan mu Jesi " batin Rafa
" Semoga Rafa tidak akan menyakiti Jesi lagi " batin Mesi
" Dan akhirnya tidak ada lagi kesalahan pahaman diantara kami " batin Lio
" Aku tidak mau memperpanjang masalah.. dan memaafkan adalah cara terbaik dari pada harus marah terus-menerus " batin Jesi
" Jesi, aku lupa jika aku bawakan kamu bubur.. " ucap Rifa
" Terima kasih " ucap Jesi sambil tersenyum
" Aku lupa karena buru-buru tidak membawakan Jesi makanan lagi " batin Rafa
" Aku Suapin ya " ucapnya Rifa
" Tidak usah biar aku saja yang supain " ucap Rafa
" Eit, tidak bisa begitu.. jelas-jelas aku yang membawa buburnya masa kamu yang menyuapi Jesi.. itu enak di kamu " ucap Rifa
" Kenapa sih mereka harus bertengkar terus " ucap Mesi pada Lio
" Susah karena sudah menjadi kebiasaan mereka " ucap Lio
" Lama-lama aku bisa darah tinggi " ucap Mesi
" Abaikan saja mereka " ucap Lio
" Kamu benar sayang, kita jadi penonton saja " ucap Mesi
Mesi dan Lio kembali duduk di sofa dan melihat pertengkaran mereka Dari sana, Mesi sudah cape untuk menyuruh mereka tidak bertengkar karena kenyataannya mereka terus bertengkar.
" Aku calon suaminya Jesi " ucap Rafa sambil tersenyum jahat
" Terserah, tapi aku Aya dari bayi yang di kandung Jesi " ucap Rifa
" Kenapa saat Rifa mengakui jika ini anaknya dia hati ini senang " batin Jesi
" Tapi nanti Aku yang akan menjadi ayah dari bayi yang di kandung Jesi " ucapnya Rafa
" Jesi tolong buka mulutnya " ucap Rifa dengan nada lembut
" Tidak mau.. aku yang harus menyuapi Jesi " ucapnya Rifa
" Aku saja " ucap Rafa
" Tidak mau... aku saja " ucap Rifa
Mereka terus bertengkar membuat Jesi sedikit kesal dan tanpa sadar perutnya mulai bernyanyi meminta diisi makanan.
Kriuk... kriuk....
" Sayang kamu lapar " tanya Rafa
" Ia sayang " ucap Jesi
" Buka mulutnya " ucap Rifa dan Jesi segera membuka mulutnya menuruti ucapan Rifa
" Jangan sayang, biar aku saja yang belikan kamu makanan " ucap Rafa
" Kalau nunggu kamu beli makanan, kamu mau bayinya mati kelaparan " ucap Rifa dengan sinis
" Aku makan bubur ini saja " ucap Jesi
" Yasudah sayang biar aku yang suapin " ucap Rafa
" Biar aku yang suapin " ucap Rifa
" Aku saja " ucap Rafa
" Kalau kalian bertengkar terus kapan aku makannya " ucap Jesi dengan tatapan kesal
" Buka mulutnya lagi " ucap Rifa pada Jesi
" Biar aku makan disuapin oleh Rifa " ucap Jesi pada Rafa
" Baiklah sayang.. jika itu maumu " ucap Rafa
" Aku menang dari Rafa... aku senang sekali untuk kali ini Jesi mengijinkan aku.. semoga ini awal yang baik untuk hubungan ku sama Jesi " ucap Rifa dalam hatinya
" Aku merasa sedih jika harus melihat Jesi di suapin oleh Rifa " batin Rafa
" Kenapa hatiku merasa senang ketika Rifa menyuapi ku.. entah itu bawaan bayiku atau diriku sendiri " ucap Jesi dalam hatinya
" Apa aku Tidak salah Kenapa Jesi membiarkan Rifa menyuapinya.. apa Jesi sudah memaafkan Rifa " batin Mesi
Rifa pun menyuapi Jesi sampai buburnya Habis, Kali ini Rifa bersikap lembut membuat Jesi senang.
" Enak buburnya " tanya Rifa
" Ia " ucap Jesi sambil tersenyum
" Kalau kamu mau nanti aku bawakan lagi " ucap Rifa
" Tidak usah, biar aku yang bawa... " ucap Rafa dengan ketus
" Ingat jika kamu mau apapun katakan padaku " ucap Rifa sambil tersenyum
" Ia... terima kasih sebelumnya " ucap Jesi
" Sama-sama " ucap Rifa sambil tersenyum dan mengusap rambut Jesi
" Jangan sentuh dia " ucap Rafa dengan wajahnya yang semakin kesal
" Sayang ini minumnya... " ucapnya Rafa
" Terima kasih " ucap Jesi langsung meminum minuman yang Rafa berikan
Kini Jesi sudah selesai makan bubur lalu sang suster masuk kedalam dengan membawakan obat untuk Jesi, ia juga di minta untuk beristirahat kembali agar kondisinya cepat pulih.
" Maf mengganggu.. saya bawakan obat untuk nona jesi " ucap Sang suster
" Ia Sus terima kasih " ucap Jesi
" Nona Jesi minum obat ini ya.. lalu Nona segera beristirahat kembali agar kondisinya cepat pulih " ucap Sang suster
" Baik Sus " ucap Jesi
" Ini sayang minuman " ucap Rafa menyerahkan satu gelas air putih untuk Jesi meminum obat
" Terima kasih " ucap Jesi
Jesi pun langsung meminum obat tersebut, setelah selesai ia segera membaringkan tubuhnya kembali sesuai dengan ucapan sang suster.