
Acara ijab qobul pun sudah selesai semua tamu pun menikmati hidangan yang sudah di sediakan.
Rafa meminta ijin pada Refa untuk pergi ke toilet, entah memang ia kebelet atau memang ia ingin menghindari melihat Jesi dan Rafa yang terlibat bahagia.
" Semakin aku melihat mereka, semakin hatiku terasa sesak, lebih baik aku mengindari semua ini " batin Rifa
" Refa.. aku ketoilet dulu " ucap Rifa
" Jangan lama-lama " ucap Refa
" Ia " ucap Rifa langsung pergi dari sana
Reza melihat jika Rifa pergi dari sini dan menuju toilet, ia pun segera membuntuti Rifa, ia takut Rifa akan melakukan hal yang di luar akal sehatnya.
" Mau kemana Rifa, aku sebaiknya harus ikuti dia " batin Reza
" Ingat ya... jangan mengacaukan acara.. " ucap Refa
Sebelum menuju ke toilet pria ia melewati toilet perempuan, ia tidak sengaja malah menabrak wanita cantik di depannya.
" AW.. " ucap Wanita itu jatuh ke lantai
" Kamu ngapain duduk di lantai " ucap Rifa
" Apa dia sudah gila.. dia nabrak aku dan dia bilang aku duduk di lantai dengan sengaja.. dia pikir aku ini apa.. tapi tunggu bukannya ini adalah Rifa, lelaki yang bos suruh untuk menggodanya.. aku harus bersikap baik padanya " batin wanita itu
" Helo.. malah bengong... kalau melamun jangan disini.. aku tidak punya uang receh " ucap Rifa dengan wajah cueknya
" What.. apa dia pikir aku ini pengemis " batin wanita itu
" Ini wanita, bisu atau apa sih.. ga ngerti jalan pikirannya " batin Rifa
" Tuan.. maaf bisakah Kamu membangunkanku " ucap wanita itu dengan senyuman di paksakan menutupi kekesalannya
" Emang ga bisa berdiri sendiri " ucap Rifa
" Maaf Tuan... Tuan dari yang nabrak saya.. bisakah anda merasa bersalah pada saya " ucap wanita itu
" Aku nabrak kamu... helo.. Kamu yang jatuh sendiri berati bukan saya " ucap Rifa
" Kenapa dulu Gea bisa jatuh cinta pada lelaki kaya begini... males banget " batin wanita itu
" Haruskah saya buktikan dengan Cctv di lorong ini " ucap Sang wanita itu dengan wajah kesalnya
" Buang-buang waktu dengan orang yang ga penting " ucap Rifa hendak pergi dari sana namun tangan wanita itu langsung menarinya hingga mereka saling menatap wajah masing-masing dengan saling dekat
" Tuan... harus minta maaf pada saya " ucap wanita itu
" Kamu punya trik juga untuk menggodaku.. tapi maf kamu bukan tipe ku... " ucapnya Rifa memegang tangan Wanita itu
" AW.. sakit " ucap wanita itu
" Jangan cari masalah padaku... dan segera enyah dari hadapanku.. cewek berisik " ucap Rifa langsung melepaskan tangan wanita itu dan pergi ke toilet
Wanita itu marah dengan kelakuan Rifa rasanya ia ingin menonjol lelaki itu namun ia tidak bisa, karena akan menghancurkan rencananya nanti.
" Lihat saja.. aku tidak akan kalah dari lelaki seperti mu " batin wanita itu langsung pergi dari sana
Sementara Rifa langsung mencuci wajahnya, agar tidak terlalu terlihat menyedihkan di lihat orang lain.
" Sudah lah, kamu harus melupakan Jesi " ucap Reza
" Reza, dari kapan disini " ucap Rifa kaget
" Aku sengaja mengikuti kamu dari tadi.. tapi wanita barusan siapa " tanya Reza
" Aku tidak tahu " Ucapnya Rifa
" Tapi dia cantik juga loh... " ucap Reza
" Aku tidak tertarik " ucap Rifa
" Aku tidak mau bahas siapa pun " ucap Rifa
" Aku tau bagaimana perasaan mu.. Aku yakin kamu pasti bisa menemukan wanita yang lebih baik dari Jesi mungkin wanita yang tadi " ucap Reza
" Terserah " ucap Rifa melangkah pergi dari sana
" Rifa kamu mau kemana " tanya Rifa
" Ke taman " ucap Rifa langsung di ikuti kembali oleh Reza
Mereka duduk di taman itu, lalu Rifa mengeluarkan sebungkus rokok, lalu ia mengisap rokok tersebut.
" Kita ke Club malam ini " ucap Reza
" Aku tidak mau " ucap Rifa
" Kenapa " tanya Reza
" Aku sedang tidak mood pergi ke club " ucap Rifa
" Club adalah tempat untuk menghilangkan semua beban pikiran mu " ucap Reza
" Aku menyendiri dulu " ucap Rifa
" Yasudah kalau begitu, kamu nanti mau kemana " tanya Reza
" Diam saja di rumah " ucapnya Rifa
" What... You serius bro " ucap Reza kaget
" Entah mengapa aku rasanya tidak ingin melakukan apapun " ucap Rifa
" Bisa gawat... Rifa jangan-jangan terkena virus galau.. ih amit-amit deh " batin Reza
" Entah mengapa aku seperti tidak punya semangat hidup kembali " batin Rifa
" Baiklah akali begitu aku akan menemanimu nanti malam " ucap Reza sambil tersenyum
" Kamu yakin... bukannya didalam pikiran mu hanya Club saja " sindir Rifa
" Ish kamu ini.. aku setia kawan orangnya " ucap Reza
" Aku pegang kata-kata mu " ucap Rifa
.
.
.
.
Bersambung...
Mampir yu ke novel baru aku, ini berkisah tentang kisah cinta Leya dan Geri aku tulis di novel terbaruku... berjudul " Dendam Jadi cinta " ikuti terus kisahnya.
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz