One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 2



Jesi benar-benar menyadari perbuatannya hati ini, begitu ingin ia mencaci maki lelaki yang saat ini berada disampingnya.


Sepanjang malam Jesi tidak tidur setelah melakukan hubungan intim dengan lelaki itu, ia terus-menerus menangis sedangkan lelaki itu tertidur lelap.


" Apa sebenarnya terjadi.. kenapa dia melakukan itu padaku... " batin Jesi


" Ayah... ibu maafkan Jesi.. Jesi tidak mampu melindungi diriku dari lelaki jahat ini " ucap Jesi dalam hatinya


" Sampai kapanpun aku tidak akan mau berhubungan dengannya lagi... masa depanku hancur karenanya.. dia orang yang benar-benar jahat " batin Jesi


Tepat pagi-pagi sekali ia memutuskan untuk pergi dari hotel itu dan kabur dari laki-laki itu, ia segera memakai bajunya yang untungnya tidak robek saat lelaki itu mencoba membuka bajunya.


" Tuhan.. apa ini adil... kenapa ini semuanya bisa terjadi.. aku tidak ikhlas jika keperawanan ku di renggut oleh lelaki yang kejam ini " batin Jesi sambil menangis dalam hatinya


" Aku harus segera kabur dari sini... " batin Jesi


" Dimana bajuku " ucap Jesi langsung memakai bajunya


" Aku harus kabur dari sini, tidak Sudi aku bertemu dia lagi " ucap Jesi pergi dari sana diam-diam


Ia diam-diam segera meninggalkan Hotel tersebut agar tidak di ketahui oleh lelaki itu.


Jesi segera pergi dari sana dengan menggunakan Taksi untuk sampai ke rumahnya.


Sepanjang perjalanan menuju Apartemennya ia sangat sedih, ia juga tak henti-hentinya menangis. Ia merasa dirinya sudah hancur. Setalah sampai di apartemennya ia langsung menuju kamarnya.


Ia meluapkan kekesalannya dengan membanting semua barang-barangnya, ia begitu terluka akan hal itu.


Setelah kejadian itu aku terus mengurung diri di kamar, aku merasa kotor bahkan aku merasa ingin mati saja saat itu namun Mesi sayang dan menemani ku disaat titik terendah ku.


Dia selalu bilang jika dia akan menemukan lelaki itu, dan membalas semua perbuatannya yang ia lakukan padaku. Mesi benar-benar sudah seperti adik bagiku.


Setelah hari itu mesilah yang selalu ada disamping ku hingga aku berani melangkah keluar apartemen bahkan aku mempunya semangat lagi untuk bangkit.


Aku sudah berbelanja dengan Mesi, saja kembali ceria namun tiba-tiba ada seseorang lelaki menabrak ku, dia sangat baik perhatian dan tampan.


Aku merasakan kembali perasaan yang dulu hilang, aku merasa degdegan jika berada di dekatnya. Dia bernama Rafa aku berharap aku dan dia bertemu kembali dan bahkan berharap dia akan menjadi jodohku.


Semenjak kejadian itu aku tidak pernah melupakannya, bahkan di hati dan pikiran ku terbayang olehnya. Tapi disisi lain aku takut, karena tubuhku sudah kotor, apa aku pantas dengan dia.


Aku hanya bisa menyimpan semua perasaan ini padanya cukup dalam hati saja, karena aku takut membuatnya kecewa.


Rafa sangat baik padaku, bahkan aku pun merasakan kenyamanan yang tidak pernah aku dapatkan pada laki-laki lain selain Rafa.


Sikapnya yang baik, perlakuan yang lembut padaku membuatku semakin tersiksa dengan rasa ini. Jujur aku memang menyukainya, tapi aku tidak berani mengungkapkannya karena aku memang tidak pantas untuknya.


.


.


.


Bersambung....


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz