
Malam pun telah tiba, Rafa pun mengajak Jesi untuk Makan malam bersama di ruang makan bersama dengan keluarga yang lainnya.
" Sayang... kita makan di ruang makan ya bersama dengan yang lain " ucap Rafa
" Baik sayang " ucap Jesi sambil tersenyum
Rafa menggendong Jesi untuk duduk di kursi roda, setelah Jesi duduk nyaman di kursi roda barulah Rafa mendorong kursi roda tersebut ke ruang makan.
Disana terlihat beberapa orang sedang menunggu kehadiran mereka.
" Jesi... kenapa kesini " ucap Ina heran
" Rafa sengaja mengajak Jesi agar dia cepat sembuh Momih " ucap Rafa
" Bagus nak, memang hal seperti itu yang di butuhkan oleh Jesi.. kami akan selalu memberikan semangat padamu Jesi " ucap Rena
" Terima kasih Umi " ucap Jesi sambil tersenyum
" Cucu Nenek memang harus semangat " ucap Sisil sambil tersenyum
" Ia Nek " ucap Jesi
Rafa langsung mendorong kursi roda Jesi untuk duduk disampingnya. Sementara Rifa yang sedang memperhatikan Jesi dengan Rafa tampak kesal.
" Sayang, momih sudah buatkan bubur untukmu " ucap Ina memberikan bubur tersebut di atas meja
" Terima kasih Momih " ucap Jesi
" Makan yang banyak nak.. agar kamu cepat sembuh " ucapnya Ina
" Aku benar-benar kesal melihat mereka bersama " batin Rifa
" Sayang mau aku siapin " ucap Rafa
" Tidak usah, lebih baik kamu makan yang banyak " ucap Jesi
" Aku tidak apa-apa ko sayang " ucap Rafa
" Kita Makan sama-sama saja sayang " ucap Jesi
" Baiklah sayang " ucap Rafa
Semua anggota keluarga sudah berkumpul waktunya makan bersama. Terlihat mereka tampak lahap dengan makanan yang di buat oleh Ina dan Rena.
Setelah makan Reza mengajak Rifa untuk pergi dari mansion menuju Club. Sedangkan Rafa dan Jesi sedang ada di taman belakang untuk menghirup udara segar.
" Ayo kita pergi " bisik Reza
" Aku masih mau disini " ucap Rifa
" Sudahlah.. di Club masih banyak wanita cantik " ucap Reza
Merekapun segera pergi dari mansion. Sekilas Rifa melihat Rafa dan Jesi namun tangannya di tarik Reza sehingga ia tidak bisa menghampiri mereka.
" Mau Kemana Rifa " tanya Ina
" Mau cari angin segar " ucap Rifa
" Dia belum berubah " ucap Rafa
" Biarkan saja.. toh aku sudah tdiak peduli " ucap Jesi sambil tersenyum
" Terima kasih sayang sudah mencintai ku " ucap Rafa
" Sama-sama sayang " ucap Jesi
" Untung saja waktu itu aku tidak menikah dengan Rifa, kalau sampai aku menikah dengannya apa kabar soal pernikahan ku " batin Jesi
" Aku senang karena dulu ayah tidak menikahkan Jesi dengan Rifa.. bisa gila kalau aku lihat sifat Rifa Tidak berubah seperti tadi sedangkan Jesi sedang hamil besar " batin Rafa
" Udaranya segarkan " ucap Rafa memberikan jaketnya pada Jesi
" Ia sayang... tapi aku juga kedinginan " Ucapnya Jesi sambil tersenyum
" Kalau begitu kita ker kamar sayang.. aku khawatir kamu sakit lagi " ucap Rafa
" Baiklah sayang " ucap Jesi
Rafa pun mendorong kursi roda Jesi ke kamarnya Jesi dengan pelan-pelan.
" Loh kalian mau kemana " tanya Ina
" Jesi sudah waktunya minum obat " ucap Rafa
" Kalau begitu cepat minum obat sayang... agar kamu cepat sembuh " ucap Ina
" Ia momih " ucap Jesi
" ia sayang " ucap Ina sambil tersenyum
Mereka sudah sampai di kamar Jesi, ia menggendong Jesi dan membaringkan tubuh Jesi di kasur empuknya.
" Sayang sebentar aku ambilkan obatnya dulu " ucap Rafa
" Ia sayang " ucap Jesi
Rafa mengambilkan minum dan obat yang harus di minum Jesi.
" Ini sayang " ucap Rafa
" Terima kasih sayang " ucapnya Jesi sambil tersenyum
Jesi langsung meminum obatnya sesuai yang di anjurkan dokter, setelah selesai barulah ia membaringkan tubuhnya kembali, Rafa pun menyelimuti Jesi.
Rafa tidur di samping Jesi sambil memeluknya dengan nyaman.
" Sayang apakah kamu sudah mengantuk " Tanya Rafa
" Sedikit sayang " ucap Jesi
" Apa mau aku ceritakan songeng " goda Rafa
" Sayang, aku bukan anak kecil " ucap Jesi
" Tapi kamu menggemaskan sayang " ucap Rafa
" Sayang, apa aku boleh bertanya sesuatu " ucap Jesi
" Silahkan sayang " ucap Rafa
" Sayang Jika aku sudah sembuh bolehkah aku bekerja kembali " tanya Jesi membuat Rafa bingung
" Aku harus bagaimana ini.. jika aku tidak memenuhi permintaan Jesi .. nanti dia marah " batin Rafa
" Semoga Rafa mengijinkan ku untuk bekerja kembali " batin Jesi
" Bagaimana sayang " tanya Jesi
" Kamu bisa bekerja kembali " ucap Rafa
" Kau ia kan saja dulu... takutnya Jesi malah marah padaku... aku tau Jesi mau bekerja lagi " batin Rafa
" Terima kasih sayang " ucap Jesi senang
" Tapi kamu harus benar-benar sembuh ya sayang.. aku tidak mau kamu kembali sakit lagi " ucap Rafa
" Ia sayang aku janji " ucapnya Jesi
" Kamu harus ingat untuk cek up ke dokter dan minum obatnya secara teratur ya sayang " ucap Rafa
" Ia sayang... kamu tenang saja " ucap Jesi
" i love you sayang " ucap Rafa
" I love you sayang " ucap Jesi
.
.
.
.
.
Bersambung...
Mampir yu ke novel baru aku, ini berkisah tentang kisah cinta Leya dan Geri aku tulis di novel terbaruku... berjudul " Dendam Jadi cinta " ikuti terus kisahnya.
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz