One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 17



Jesi masih berada di kamar Rafa, ia masih terbaring lemah di ranjangnya. Rafa duduk di sampingnya Jesi sambil memegang tangan Jesi dengan wajah sedihnya.


" Kamu bangun Jes,... aku sangat mengkhawatirkan mu" ucap Rafa


" Kamu tenang Raf, Jesi pasti akan segera sadar " ucap Lio


" Semoga jasa Ucapan mu benar " ucap Rafa


" Aku sedih melihat Rafa jadi begini " batin Rena


Tak lama kemudian sang dokter pun datang, Ia adalah dokter temanya Refa.


" Tuan dokternya sudah datang " ucap Sang pelayan disana


" Suruh dia masuk " ucap Ehan


" Baik Tuan "


Sang dokter pun segera mengetuk pintu kamar itu, lalu segera memeriksa keadaan Jesi.


Tok... Tok.. Tok...


" Permisi, Saya Amel.. " ucap Sang dokter


" Dokter Amel si masuk saja, ini pasiennya sedang pingsan " ucap Refa


" Baik Kalau begitu, mohon untuk yang lainnya menunggu di luar, saya ingin memeriksa Pasien " ucap Dokter Amel


" Tapi Dok saya mau disini melihat keadaan Jesi " ucap Rafa


" Raf, sebaiknya kita keluar dulu " ucap Lio


" Ia betul Rafa.. biarkan dokter memeriksa keadaan Jesi dulu " ucap Mesi


" Ayo Ka, kita keluar " Ucap Refa


" Kamu disini saja... " ucap Rafa


" Asal Kaka keluar dahulu " ucap Refa


" Baiklah " ucap Refa


Kini mereka sudah keluar dari kamar Rafa, mereka menunggu hasil pemeriksaan di luar kamar Rafa sementara di dalam kamar ada Dokter Amel dan Refa.


" Kenapa dia bisa pingsan " tanya dokter Amel


" Dia tadi muntah, terus wajahnya pun terlihat pucat " ucap Refa


" Aku akan memeriksa tekanan darahnya " ucap Dokter Amel


" Silahkan dok " ucap Refa


Dokter Amel segera memeriksa keadaan Jesi namun Kini Jesi malah bangun dari pingsannya.


" Aduh kepalaku pusing " ucap Jesi


" Apa yang kamu rasakan saat ini " ucap Dokter Amel


" Aku merasa pusing dan Mual " ucap Jesi


" Sejak kapan kamu merasakan pusing dan Mual " tanya Sang dokter


" Dari pagi Dok, bahkan ketika aku mencium bau sesuatu rasanya ingin sekali kuntah " ucap Jesi


" Benar dengan dugaan ku " batin Refa


" Apa kamu sudah datang bulan untuk bulan sekarang " tanya sang dokter lagi


" Belum sih Dok.. tapi kenapa Dokter menanyakan itu " tanya Jesi


" Tidak apa-apa.. hanya ingin memastikan saja " ucap Sang dokter


" Apa penyakit saya berbahaya " tanya Jesi


" Sepertinya tidak, tapi saya harus memastikannya.. tolong kamu pipis di toilet lalu air kencingnya di simpan di wadah ini " ucap Dokter Amel


Dokter ko jorok sih, mau aja menyimpan air kencing saya " ucap Jesi


" Biar aku bantu ya " ucap Rafa sambil tersenyum


" Kamu tenang saja aku adiknya Rafa " ucapnya lagi


" Baiklah kalau begitu " ucap Jesi segera pergi ke kamar mandi di bantu oleh Refa


" Kamu jangan lihat dong, aku akan malu " ucap Jesi


" Sebenarnya kita kenapa sih, harus gitu kaya begini " ucap Jesi


" Sudah turuti saja agar tau hasilnya " ucap Refa


" Kamu baik sama seperti Rafa " ucap Jesi


" Apa kamu mencintai kakakku Rafa " tanya Refa


" Tapi apa mungkin kita bersama " ucap Jesi


" Kenapa tidak " ucap Refa


" Tapi aku sudah kotor, apa Rafa bisa Nerima aku " batin Jesi


" Aku lebih setuju Rafa dengan Jesi dari pada harus dengan si Rifa brengsek itu " ucap Refa dalam hatinya


" Ini ..." ucap Jesi menyerahkan wadah kecil berisi air kencingnya


" Kamu biar aku bantu ke tempat tidur lagi " ucap Refa


" Tidak usah, aku bisa sendiri " ucap Jesi


" Baiklah " ucap Refa


Refa segera mengeluarkan alat tespack agar mengetahui jika Jesi hamil atau tidak, menurut dugaan dia dan Dokter Amel jika Jesi tengah hamil.


" Aku sudah tdiak sabar menunggu hasilnya " ucap Refa


Ia mengeluarkan Testpack itu kedalam air kencing Jesi barusan. Tidak butuh menunggu lama kini hasilnya bisa di lihat


" Astaga benar seperti dugaan ku... aku harus bagaimana menyampaikannya " ucap Refa bingung


" Aku harus mengetesnya lagi dengan beberapa tespack yang baru " ucap Refa


Setelah menggunakan beberapa alat Tespack barulah kesimpulan bisa di ambil. Refa segera menyerahkan hasil tespack itu pada Dokter Amel.


" Dok.. aku sengaja mengetes lima alat ini takut hasilnya akan berbeda " ucap Refa


" Tidak masalah, coba saya Lihat " ucap Dokter Amel


Sambil tersenyum dokter Amel pun segera memberitahukan ini pada Jesi


" Nona Jesi kapan terakhir anda datang bulan " tanya Dokter Amel


" Aku lupa lagi, yang jelas bulan kemarin saya datang bulan kalau sekarang mungkin sedikit telat nanti juga akan datang bulan " ucap Jesi


" Bagaimana bisa datang bulan, orang kamu hamil Jesi " batin Refa


" Nona Jesi... selamat anda hamil " ucap Dokter Amel sambil tersenyum


" Apa.. saya hamil " ucap Jesi sambil meneteskan air matanya


" Sudah kamu jangan khawatir.. semua akan baik-baik saja " ucap Refa memeluk Jesi


" Baik-baik bagaimana, jika anak ini lahir tanpa seorang bapak " ucap Jesi sambil menangis


" Nona Jesi tenangkan dirimu, wanita hamil tidak baik marah-marah, itu Tidka baik untuk janinmu " ucap Dokter Amel


" Hiks... Hiks... Hiks... " ucap Jesi menangis


.


.


.


.


Bersambung....


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz