
Waktu yang di nanti-nanti pun tiba, Semua orang sudah berkumpul dan rapi, mereka menunggu di ruang tengah.
Terlihat disana ada Leo, Sisil, Rena, Ehan, Ina, Satria, Mey-mey, Farel, Lio, Lia, Rafa, Jesi, Refa, Rifa, Reza dan Leya
" Kalian sudah siap " tanya Rena
" Siap Umi " ucap Lio, Lia, Rafa, Jesi, Refa, Rifa dan Leya dengan bersemangat
" Lio jangan tegang " goda Farel
" Ia ayah " ucap Lio sambil tersenyum
" Kenapa hatiku sakit ya " batin Rifa
" Sudah ikhlaskan saja " ucap Reza
" Aku tidak apa-apa ko " ucap Rifa
" Baik kalian bisa bebas mau pakai mobil atau ikut dengan anggota lainnya yang pakai mobil " ucap Sisil
" Baik Nenek " ucap Lio, Lia, Rafa, Jesi, Refa, Rifa, Reza dan Leya
" Lio kamu ikut sama rombongan Umi, Ayah, kakek dan nenek ya " ucap Rena
" Baik Umi " ucap Lio bibir tersenyum namun wajahnya tegang
Mereka masuk kedalam mobil, seperti biasanya Rifa malah menaiki mobil Rafa dan Jesi.
" Kenapa kamu disini lagi " tanya Rafa
" Kakak kan tau aku ga boleh pake mobil sama Kakek " ucap Rifa
" Sudah biarkan saja, jangan ribut ini acaranya penting nanti kita telat " ucap Jesi
" Baiklah sayang demi kamu " ucap Rafa
Rafa pun mulai mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, mereka saling beriringan agar tidak ada yang tertinggal atau nyasar.
" Sayang kamu hari cantik sekali " puji Rafa pada Jesi
" Kamu bisa saja " ucap Jesi sambil tersenyum
" Jangan di dengerin.. Rafa orangnya suka gombal " ucap Rifa pada Jesi
" Kamu jangan macam-macam, mau aku lepar " tanya Rafa
" Galak amat dih " ucap Rifa
" Rifa sebaiknya kamu kalau mau menumpang di mobil ini jangan banyak bicara " ucap Jesi
" Kenapa " tanya Rifa
" Karena aku pusing dengerin celotehan kamu " ucap Jesi
" Ih, mulutmu pedas " ucap Rifa
" Sudah diam kamu Rifa, jangan banyak bicara.. nanti aku tendang kamu agar keluar dari mobil ini " ucap Rafa
" Kalian sama-sama jahat da kejam " ucap Rifa duduk kembali dan bersandar pada Kursi
" Apa kamu sedih hari ini " tanya Rafa dengan senyum jahatnya
" Tidak juga " ucap Rifa
" Kamu yakin " tanya Rafa
" Tentu " ucap Rifa
" Syukurlah kalau begitu... Lio dan Mesi itu sudah melewati berbagai macam cobaan dari perjalanan cintanya, mereka berhak bahagia " ucap Jesi
" Meskipun begitu, tetap saja dari lubuk hati yang terdalam ku, aku ga sanggup melihat lamaran ini " batin rifa
" Sepertinya Rifa masih mencintai Mesi... syukurlah agar dia tidak menggoda Jesi lagi " ucap batin Rafa
" Terlihat sekali kalau dia sedang galau... dasar Playboy cap kadal " batin Jesi
" Lalu apa hubungannya dengan aku " tanya Rifa
" Kamu jangan ganggu mereka " ucap Rafa
" Kalau kamu bagaimana " tanya Rifa
" Kamu jangan coba-coba ya, memancing amarah ku lagi " ucap Rafa
" Sudah sayang " ucap Jesi
" Kenapa ga suka " ucap Rafa sambil tersenyum jahatnya
" Kamu jangan ngomong sembarangan, sebentar lagi aku akan menjadi kakak iparmu " ucap Jesi
" Tapi sebelum jalur kuning melengkung kamu bukan milik siapa-siapa " ucap Rifa
" Kamu... " ucap Rafa mulai marah kembali dan menghentikan mobilnya di pinggir jalan
" Kamu tenagkan dirimu, ingat kata Lio... acaranya sangat penting " ucap Jesi mencoba menenangkan Rafa
" Urusan kita belum selesai " ucap Rafa
" Aku tidak takut " ucap Rifa
" Sudah biarkan saja " ucap Jesi
" Tapi Dia... " ucap Rafa
" Anggap saja dia tidak ada " ucap Jesi
" Baiklah karena kamu yang minta " Ucap Rafa kembali melajukan mobilnya
" Lihat saja Rifa, aku akan membalas mu... " batin Rafa
" Aku tidak akan kalah dari Rafa " batin Rifa
" Kenapa mereka jadi sering berantem " batin Jesi
Mereka pun sudah sampai di mansion Milik Defano ayah Mesi. Dilihatnya Rumahnya sangat seram seperti rumah kosong kalau dari depan tapi jika suka masuk kedalam justru kebalikannya.
" Kamu yakin ini Rumah Mesi " tanya Rifa
" Mereka menghentikan mobilnya disini " ucap Rafa
" Benar juga " Ucap Rifa bingung
" Aku baru tahu jika Mesi anak orang kaya, bahkan punya rumah unik sekali.. namun cukup seram " ucap Jesi
" Kalau kamu takut pegang saja tangan ku " ucap Rafa
" Kalau kamu sangat takut, sebut namaku tiga kali lalu Akau akan datang padamu " ucap Rifa
" Sudah jangan bercanda " Ucap Jesi
" Ayo masuk ke dalam " ucap Rafa pada sang istri
" Ayo " ucap Jesi
" Kau juga ikut " ucap Rifa
Mereka segera keluar dari mobil dan berkumpul sebelum masuk kedalam Mansion milik Mesi.
.
.
.
Bersambung...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz