One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 32



Waktu yang di nanti-nanti pun tiba, Semua orang sudah berkumpul dan rapi, mereka menunggu di ruang tengah.


Terlihat disana ada Leo, Sisil, Rena, Ehan, Ina, Satria, Mey-mey, Farel, Lio, Lia, Rafa, Jesi, Refa, Rifa, Reza dan Leya


" Kalian sudah siap " tanya Rena


" Siap Umi " ucap Lio, Lia, Rafa, Jesi, Refa, Rifa dan Leya dengan bersemangat


" Lio jangan tegang " goda Farel


" Ia ayah " ucap Lio sambil tersenyum


" Kenapa hatiku sakit ya " batin Rifa


" Sudah ikhlaskan saja " ucap Reza


" Aku tidak apa-apa ko " ucap Rifa


" Baik kalian bisa bebas mau pakai mobil atau ikut dengan anggota lainnya yang pakai mobil " ucap Sisil


" Baik Nenek " ucap Lio, Lia, Rafa, Jesi, Refa, Rifa, Reza dan Leya


" Lio kamu ikut sama rombongan Umi, Ayah, kakek dan nenek ya " ucap Rena


" Baik Umi " ucap Lio bibir tersenyum namun wajahnya tegang


Mereka masuk kedalam mobil, seperti biasanya Rifa malah menaiki mobil Rafa dan Jesi.


" Kenapa kamu disini lagi " tanya Rafa


" Kakak kan tau aku ga boleh pake mobil sama Kakek " ucap Rifa


" Sudah biarkan saja, jangan ribut ini acaranya penting nanti kita telat " ucap Jesi


" Baiklah sayang demi kamu " ucap Rafa


Rafa pun mulai mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, mereka saling beriringan agar tidak ada yang tertinggal atau nyasar.


" Sayang kamu hari cantik sekali " puji Rafa pada Jesi


" Kamu bisa saja " ucap Jesi sambil tersenyum


" Jangan di dengerin.. Rafa orangnya suka gombal " ucap Rifa pada Jesi


" Kamu jangan macam-macam, mau aku lepar " tanya Rafa


" Galak amat dih " ucap Rifa


" Rifa sebaiknya kamu kalau mau menumpang di mobil ini jangan banyak bicara " ucap Jesi


" Kenapa " tanya Rifa


" Karena aku pusing dengerin celotehan kamu " ucap Jesi


" Ih, mulutmu pedas " ucap Rifa


" Sudah diam kamu Rifa, jangan banyak bicara.. nanti aku tendang kamu agar keluar dari mobil ini " ucap Rafa


" Kalian sama-sama jahat da kejam " ucap Rifa duduk kembali dan bersandar pada Kursi


" Apa kamu sedih hari ini " tanya Rafa dengan senyum jahatnya


" Tidak juga " ucap Rifa


" Kamu yakin " tanya Rafa


" Tentu " ucap Rifa


" Syukurlah kalau begitu... Lio dan Mesi itu sudah melewati berbagai macam cobaan dari perjalanan cintanya, mereka berhak bahagia " ucap Jesi


" Meskipun begitu, tetap saja dari lubuk hati yang terdalam ku, aku ga sanggup melihat lamaran ini " batin rifa


" Sepertinya Rifa masih mencintai Mesi... syukurlah agar dia tidak menggoda Jesi lagi " ucap batin Rafa


" Terlihat sekali kalau dia sedang galau... dasar Playboy cap kadal " batin Jesi


" Lalu apa hubungannya dengan aku " tanya Rifa


" Kamu jangan ganggu mereka " ucap Rafa


" Kalau kamu bagaimana " tanya Rifa


" Kamu jangan coba-coba ya, memancing amarah ku lagi " ucap Rafa


" Sudah sayang " ucap Jesi


" Kenapa ga suka " ucap Rafa sambil tersenyum jahatnya


" Kamu jangan ngomong sembarangan, sebentar lagi aku akan menjadi kakak iparmu " ucap Jesi


" Tapi sebelum jalur kuning melengkung kamu bukan milik siapa-siapa " ucap Rifa


" Kamu... " ucap Rafa mulai marah kembali dan menghentikan mobilnya di pinggir jalan


" Kamu tenagkan dirimu, ingat kata Lio... acaranya sangat penting " ucap Jesi mencoba menenangkan Rafa


" Urusan kita belum selesai " ucap Rafa


" Aku tidak takut " ucap Rifa


" Sudah biarkan saja " ucap Jesi


" Tapi Dia... " ucap Rafa


" Anggap saja dia tidak ada " ucap Jesi


" Baiklah karena kamu yang minta " Ucap Rafa kembali melajukan mobilnya


" Lihat saja Rifa, aku akan membalas mu... " batin Rafa


" Aku tidak akan kalah dari Rafa " batin Rifa


" Kenapa mereka jadi sering berantem " batin Jesi


Mereka pun sudah sampai di mansion Milik Defano ayah Mesi. Dilihatnya Rumahnya sangat seram seperti rumah kosong kalau dari depan tapi jika suka masuk kedalam justru kebalikannya.


" Kamu yakin ini Rumah Mesi " tanya Rifa


" Mereka menghentikan mobilnya disini " ucap Rafa


" Benar juga " Ucap Rifa bingung


" Aku baru tahu jika Mesi anak orang kaya, bahkan punya rumah unik sekali.. namun cukup seram " ucap Jesi


" Kalau kamu takut pegang saja tangan ku " ucap Rafa


" Kalau kamu sangat takut, sebut namaku tiga kali lalu Akau akan datang padamu " ucap Rifa


" Sudah jangan bercanda " Ucap Jesi


" Ayo masuk ke dalam " ucap Rafa pada sang istri


" Ayo " ucap Jesi


" Kau juga ikut " ucap Rifa


Mereka segera keluar dari mobil dan berkumpul sebelum masuk kedalam Mansion milik Mesi.


.


.


.


Bersambung...


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz