One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 24



Rafa sudah rapi dan Segera menuju kamarnya untuk mengajak sang pujaan hatinya untuk sarapan bersama.


Rafa membuka pintu kamarnya, dilihatnya Jesi sedang menyisir rambutnya dengan pelan-pelan sambil melihat kaca, terlihat pandangannya kosong.


" Sayang... " ucap Rafa


" Kamu mengagetkan ku saja " ucap Jesi sambil tersenyum


" Kamu cantik hari ini " ucap Rafa


" Terima kasih " ucap Jesi


" Ayo kita ke bawah, sarapan bersama-sama " ucap Rafa


" Ayo " ucap Jesi sambil tersenyum


Mereka segera turun ke bawah menuju ruang makan, dilihatnya Rifa sedang berdiri di tangga.


" Lamban sekali kalian.. pasangan yang cocok " ucap Rifa


" Brisik " ucap Rafa


" Ga usah di ladenin sayang " ucap Jesi


Jesi dan Rafa pun turun dari tangga dengan hati-hati, apalagi Rafa terlihat menuntun Jesi lembut, sementara Rifa dari belakang mengikuti mereka dengan wajah kesalnya.


" So banget sih kalian " ucap Rifa


" Ih syrik " ucap Rafa


" Siapa yang syrik, kalau kamu mau sama dia ambil saja " ucap Rifa pada Rafa


" Dengan senang hati " ucap Rafa


" Memang kalian pasangan yang serasi.. sama-sama lebay " ucap Rifa


" Suatu saat nanti kamu akan menyesal " ucap Rafa


" Tidak akan " ucap Rifa dengan sombongnya


Akhirnya mereka pun sudah sampai di Ruang makan, dilihat semua anggota keluarga sudah berkumpul, disana ada Leo, Sisil, Rena, Ehan, Ina, Satria, Refa, Reza, Lio, Lia, dan Leya


" Kalian terlambat " ucap Lia


" Cewe itu lamban jalannya " ucap Rifa


" Wajar saja jika lamban jalannya, Jesi kan sedang mengandung anak mu " ucap Refa dengan wajah kesalnya


" Sudah jangan bertengkar, kita Sarapan dulu " ucap Sisil


" Baik Nenek " ucapnya Mereka


" Mau makan yang banyak ya nak " ucap Rena pada Jesi


" Terima kasih Umi " ucap Jesi


" Anggap saja aku ibumu sendiri " ucap Rena


" Ia Umi " ucap Jesi sambil tersenyum


" Kenapa sih semua orang tampaknya peduli dan perhatian pada Jesi.. apa bagusnya coba wanita itu " batin Rifa


" Semoga kali ini Kakek merestui kami " batin Rafa


" Sungguh tidak nyaman jika di dekat Rifa, bawaannya emosi terus, tapi kamu harus tenang Jesi... lelaki itu tidak pantas untuk mu " batin Jesi


Mereka pun segera makan dengan lahap dan tanpa sisa. Setelah itu datangnya Farel dan Mey-mey dari luar kota sambil membawa Koper.


" Assalamualaikum " ucap Farel


" Waalaikum salam " ucap Mereka


" Bunda... ayah... kami pulang " ucap Farel


" Ah... Farel... Bunda merindukanmu " ucap Sisil langsung memeluk sang putra pertamanya


" Aku juga merindukanmu Bunda " ucapnya Farel


Kini Sisil bergantian memeluk Mey-mey sang menantu pertamanya.


" Bunda... aku merindukan bunda " ucap Mey-mey


" Bunda juga nak " ucap Sisil


Farel dan Mey-mey pun segera duduk di tempat duduk yang kosong disana.


" Tuh Reza... lihat Lio sama Rifa saja mereka nikahnya kompak... kamu mana calon istrimu.. jangan bilang kau masih jomblo " ucap Mey-mey


" Ibu... aku juga punya jodoh ko " ucap Reza


" Mana jodohmu " ucap Leya


" Masih di jagain orang " ucap Reza


" Kamu ini " ucap Mey-mey tak habis pikir dengan anaknya yang satu ini


" Kakek, aku tidak mau menikah dengan Wanita itu " ucapnya Rifa


" Kamu " Bentak Ina


" Dia sudah hamil, dan kamu mau lepas tanggung jawab " ucap Leo


" Apa... Jadi Rifa menikah karena wanitanya hamil... astaga... " ucap Mey-mey


" Tuh ibu, harusnya ibu bersyukur aku Tidka nikah cepat-cepat " ucapnya Reza


" Awas saja jika kamu berbuat begitu, akan ku jadikan umpan hiu di laut " ancam Farel


" Ampun ayah... ampun " ucap Reza ketakutan


" Sudah-sudah jangan ribut " ucap Rena


" Kakek akan ku berikan semua yang dia mau, uang, perhiasan, mobil dan rumah akan ku berikan namun jangan pernikahan.. aku tidak bisa menikah dengan seseorang yang tidak aku cintai " ucap Rifa


" Aku tidak butuh semua itu " ucap Jesi sambil meneteskan air matanya


" Sayang... kamu tenang ya " ucap Rafa sambil tersenyum dan memegang tangan Jesi


" Tapi dia... " ucap Jesi


" Tenang saja... Percaya padaku " bisik Rafa pada Jesi


" Baiklah " ucap Jesi


" Aku tau kamu wanita matre kan... dengan harta itu masa kamu tidak puas " ucap Rifa


" Kakek aku mohon biarkan aku menikah dengan Jesi... aku akan bertanggung jawab.. bahkan akan menganggap anak dalam kandungannya adalah anak ku" ucap Rafa


" Apa kamu yakin Rafa " tanya Mey-mey


" Aku mencintai Jesi.. aku Tidak mau kehilangan Jesi.. bahkan aku tidak ikhlas jika Jesi harus menikah dengan lelaki pecundang Itu " ucap Rafa sambil melihat wajah Rifa


" Tuh kan kalian dengar, Kenapa aku harus menikah dengan wanita itu, jika ada seseorang yang dengan senang hati menikah dengannya " ucap Rifa


Plak,,


" Dasar lelaki pecundang... " ucap Leo dengan marah


" Tenangkan dirimu sayang " ucap Sisil


" Baiklah kalau begitu Aku sudah memutuskan jika yang akan menikah dengan Jesi adalah Rafa... " ucap Lio


" Terima kasih Kakek " ucap Rafa senang


" Kita sebentar lagi akan menikah sayang " ucap Rafa


" Ia sayang " ucap Jesi sambil tersenyum


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz