
Keesokan harinya,,
Semua anggota keluarga Wiratmaja sudah berkumpul, termasuk Jesi dan Rafa mereka sudah dari tadi disana menunggu kehadiran Rifa dan Reza karena mereka terlambat sarapan.
" Dimana Rifa " tanya ina
" Sepertinya dia masih tidur " ucap Refa mengambil roti
" Refa cepat bangunkan Rifa sekarang " ucap Rena
" Ko sama aku sih Umi " tanya Refa
" Cepat.. sekalian bangunkan juga Reza " ucapnya Ehan
" Baiklah ayah dan umi " ucap Refa pergi ke kamar Rifa
Refa segera naik ke lantai dua menuju kamar sang adik yaitu Rifa. Dengan wajah yang kesal dan marah ia terpaksa mengetuk pintu kamar Rifa.
Tok... Tok... Tok...
" Rifa bangun.. semua orang sudah menunggumu di bawah " ucap Refa berteriak di luar kamar Rifa namun tidak ada jawaban
" Kemana sih Rifa tidak buka pintunya, apa jangan-jangan dia memang belum bangun " batin Refa
Refa segera masuk kedalam kamar Rifa, kamarnya sangat yang gelap, Rifa langsung membuka jendela kamar Rifa agar ada cahaya masuk.
" Rifa bangun... " ucap Refa menguncang-guncang tubuh Rifa
" Apa sih berisik " ucap Rifa dengan kepala yang pusing
" Waktunya Sarapan semua orang lagi nungguin kamu " ucap Refa
" Nanti saja kepala ku masih sakit " ucapnya Rifa
" Pasti kamu mabuk-mabukan lagi kan.. kenapa sih kamu tidak berubah " ucap Refa
" Ini hidup aku terserah aku dong " ucap Rifa
" Aku bicara begitu karena aku peduli padamu " ucap Refa dengan wajah kesal
" Aku tidak butuh rasa kasian mu... cepat pergi dari kamarku " ucap Rifa
" Pantas saja Jesi lebih memilih Rafa di banding kamu.. harusnya kamu ngaca dan bisa berubah " ucap Refa langsung pergi dari sana
" Sial kenapa dia mengungkit Jesi sih " batin Rifa
Refa keluar dari kamar Rifa dengan wajah Terlihat marah sementara Rifa langsung bangun ketika Refa pergi dari kamarnya.
Ia langsung pergi ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya, setelah selesai ia segera berdandan rapi dan pergi ke bawah untuk sarapan bersama dengan Anggota keluarga yang lainnya.
Refa sudah kembali ke tempat duduknya dengan wajah marah, Semua orang pun heran di buatnya.
" Refa kamu kenapa nak " tanya Sisil
" Tidak apa-apa Nek " ucap Refa
" Kemana Rifa " tanya Ina
" Pergi ke laut " ucap Refa dengan nada kesal
" Kita makan duluan saja " ucap Rena
" Aku hadir " ucap Reza sambil tersenyum
" Kalian berdua kenapa sih selalu bangun kesiangan " tanya Lia
" Biasalah anak muda " ucap Reza
" Umi ga suka ya kamu dan Rifa mabuk-mabukan " ucap Rena
" Kami tidak begitu Umi " ucap Reza berbohong
" Bohong " bisik Refa pada Reza
" Ish jangan sampai Refa ngadu sama umi dan Momih " batin Reza
Rifa pun hadir dengan wajah yang kusut membuat semua orang melihatnya.
" Rifa you ok " tanya Leo
" Rifa baik-baik saja Kakek " ucapnya
" Oh ia Rifa, Momih sudah belikan tiket pesawat untuk kalian pergi honeymoon ke bali " ucap Ina pada Jesi dan Rafa
" Momih keadaan Ina kan belum sembuh benar " ucap Rafa
" Justru ini baik untuk hubungan mu dengan Jesi " ucap Ina sambil tersenyum
" Ini tidak bisa di biarkan.. aku harus mengikuti mereka " batin Rifa
" Semoga si Rifa ga aneh-aneh " batin Reza
" Leya apa kamu keberatan " tanya Rena
" Tidak umi.. Jesi malah senang " ucap Jesi
" Kamu yakin " ucap Rafa
" Ia sayang " ucap Jesi sambil tersenyum
" Kalian bisa berduaan disana tanpa ada yang menggangu " ucap Sisil
" Kalian akan menghabiskan waktu berduaan saja.. " ucap Refa
" Momih terima kasih " ucap Jesi
" Sama-sama nak " ucap Ina
" Ini kesempatan bagus agar Rifa tidak mendekati Jesi, lalu Jesi dan Rafa bisa bahagia menghabiskan waktu berdua " batin Ina
" Kesempatan ini baik untuk aku pulih dan melupakan sakit hatiku " batin Jesi
" Ini kesempatan bagus aku dan Jesi bisa berduaan tanpa di ganggu Rifa terutama " batin Rafa
" Kalian bisa pergi malam ini biar nanti pagi kalian sudah sampai disana " ucap Ina
" Apa Tidak terlalu mendadak " ucap Rafa
" Kamu tenang saja Umi dan Momih yang akan mempersiapkan pakaian kaian " ucap Ina
" Betul itu... kalian tinggal pergi saja " ucap Rena
" Apa tidak merepotkan " tanya Jesi
" Tidak sama sekali " ucap Rena
" Momih dan umi maafkan Jesi jadi merepotkan kalian " ucap Jesi
" Tidak usah sungkan nak " ucap Ina
" Aku harus cari cara agar aku bisa Kesana tanpa mereka tahu jika aku mengikuti mereka " batin Rifa
" Kalian yakin mau ke bali " ucap Rifa
" Memangnya kenapa " tanya Raga dengan tatapan tidak suka
" Bukan begitu, aku juga mau kesana untuk bertemu dengan kekasihku " ucap Rifa
" Kamu punya kekasih " ucap Mereka kaget
" Ia memangnya kenapa " tanya Rifa
" Sejak kapan kamu punya kekasih " ucap Reza bingung
" Aku baru tahu jika si Rifa punya pacar " batin Reza
" Tadinya aku mau menjemput dulu dia lalu di kenalkan pada kalian " ucap Rifa
" Kamu ga bohong kan " ucap Refa
" Serius " ucap Rifa dengan wajah seriusnya
" Jadi aku harus berbohong deh " batin Rifa
" Kalua gitu kamu jemput dia lalu bawa dia kemari " ucap Sisil
" Nenek tenang saja.. aku juga serius Sama dia.. makanya aku mau memperkenalkan Dia sama kalian semua " ucapnya Rifa sambil tersenyum licik
" Ini bukan alasan kamu saja kan mengikuti ku " sindir Rafa
" Ya ga lah.. ngapain.. cantikan dia di banding Jesi " ucap Rifa
" Syukurlah jika kamu sudah melupakan ku " ucap Jesi
" Aku tidak boleh ketahuan sama mereka bagaimana pun caranya " batin Rifa
" Yasudah cepat lanjutkan makannya " ucap Leo
Mereka pun segera menghabiskan sarapannya, apalagi Rafa ia ingin segera menyelesaikan pekerjaannya sebelum nanti malam ia pergi bersama sang istri.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Mampir yu ke novel baru aku, ini berkisah tentang kisah cinta Leya dan Geri aku tulis di novel terbaruku... berjudul " Dendam Jadi cinta " ikuti terus kisahnya.
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz