One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 78



Keesokan harinya,,


Rafa sengaja bangun pagi-pagi, ia juga sudah terlihat rapi lalu ia membangunkan sang istri untuk mengajaknya sarapan bersama.


" Sayang,, sayang bangun " ucap Rafa


" Pagi sayang " ucap Jesi sambil tersenyum


" Pagi juga sayang,, bangun yuk kita sarapan bersama di luar " ucap Rafa


" Memangnya kita mau kemana " tanya Jesi bingung


" Ayolah sayang.. pokonya kita sarapan romantis berdua " ucap Rafa


" Baiklah " ucap Jesi langsung bangun dari tempat tidur dan langsung pergi ke kamar mandi untuk bersiap-siap pergi bersama sang suami.


Rafa sengaja memesan tempat makan yang dekat dengan pantai, ia ingin membangun hubungan yang lebih dekat dengan sang Istri, ia juga ingin membuat sang istri senang.


Kini Jesi sudah selesai mandi, ia berdandan cantik karena sudah lama ia tidak bersemangat seperti ini.


" Saya apa sudah siap " tanya Rafa


" Ia sayang " ucap Jesi


Rafa tampak menggandeng tangan sang istri, keluar dari kamarnya menuju restoran yang sudah ia pesan. namun di tengah perjalanannya ia melihat Rifa bersama wanita yang tampak cantik.


" Pagi " sapa Rifa


" Pagi juga " ucap Rafa dan Jesi


" Dia siapa " tanya Rafa Bingung


" Oh ia kenalkan dia Sofia, dia pacarku " ucap Rifa sambil tersenyum


" Pacar... apa benar wanita ini pacarnya Rifa,, wanita ini terlihat baik dan polos,, semoga dia tidak di sakiti oleh Rifa " batin jesi


" Apa mungkin wanita ini adalah wanita yang Rifa cintai,, dia terlihat baik dan cantik juga... sungguh aku iri padanya, tapi tunggu kenapa aku iri " batin Sofia


" Sofia " ucapnya


" Aku Jesi "


" Aku Rafa, kakaknya Rifa "


" Kalian mau kemana ngomong-ngomong " tanya Rifa


" Kami mau sarapan " ucap Rafa sambil tersenyum


" Oh, kebetulan juga ya sayang kita juga mau sarapan " ucap Rifa sambil tersenyum menatap wajah Sofia


" Ah ia " ucap Sofia tampak canggung


" Kenapa bicara seperti itu, seperti yang ingin di ajak makan bersama saja " batin Sofia


" Jangan bilang jika mereka ingin makan bersama dengan aku dan jesi " batin Rafa


" Ayo dong ajak kami " batin Rifa


" Kalau begitu kami duluan " ucap Jesi sambil tersenyum pada Rafa


" Ia sayang ayo " ucap Rafa tersenyum senang


" Sial kenapa Jesi Begitu cuek " batin Rifa


" Tunggu " ucap Rifa


" Ada apa " ucap Rifa


" Sofia mau menyampaikan sesuatu " ucap


Rifa membuat Jesi dan Rafa bingung


" Sofia ada apa " tanya Jesi


" Kenapa harus aku coba, dia yang bicara aku yang kena " batin Sofia kesal


" Semoga Sofia tahu tugasnya harus seperti apa " batin Rifa


" Bolehkah aku makan bersama dengan kalian, aku ingin lebih mengenal kalian, bagaimana pun nanti kita akan menjadi satu keluarga " ucap Sofia tersenyum


" Apa keluarga,, apa hubungannya mereka seserius itu " batin Jesi


" Ternyata Sofia dan Rifa benar-benar memiliki hubungan serius " batin Rafa


" Baiklah Kalian boleh sarapan bersama dengan kami,, bagaimana sayang apa kamu setuju " ucap Rafa sambil tersenyum dan menunggu persetujuan dari sang istri


" Baiklah Tidak apa-apa " ucap Jesi sambil tersenyum


" Yes, tenyata Sofia pengertian juga " batin Rifa


" Pasti Rifa sedang senang sekarang,, dasar lelaki tidak tahu diri wanita ini jelas-jelas istri kakaknya " batin Sofia kesal


Mereka pun pergi bersama menuju restoran yang berada di dekat pantai, dengan pemandangan yang indah dan udara segera, mereka tampak senang.


Rafa menyuruh Rifa memesan makanan untuk Rifa dan Sofia karena ia sudah memesan makanan bersama sang istri tadi di telepon.


Rifa tampak memesan beberapa makanan untuknya dan Sofia, mereka mulai memakan makanannya dengan lahap.


" Em, enak sekali " ucap Sofia senang


" Kalau begitu kamu harus habiskan " ucap Rifa


" Baiklah, dengan senang hati " ucap Sofia sambil tersenyum


Rifa tampak memperhatikan Jesi makan, ia senang karena kondisi Jesi sudah jauh lebih baik dari kamarin-kemarin.


" Sayang tolong suapin aku " ucap Rafa


" Cih, dasar manja " ucap Rifa dengan suara pelan


" Kau mau aku suapin juga sayang " ucap Sofia, ia melihat dari tadi Rifa tampak memperhatikan sang kakak dan istrinya makan.


" Aku bukan lelaki manja " ucap Rifa


" Kalau begitu coba Suapin aku " ucap Sofia


" Cih dasar manja " ucap Rifa langsung menyuapi Sofia meskipun terpaksa tapi dia tidak punya pilihan lain takutnya Sang kakak curiga padanya.


" Apakah Enak " ucap Rifa dengan wajah sinisnya


" Enak sekali sayang, apalagi di Suapin kamu " ucap Sofia tersenyum


" Kalau begitu makan ini, ini , ini juga " ucap Rifa menyuapi beberapa makanan kedalam mulut Sofia


Uhuk,, uhuk,,


Sofia merasa tersedak karena makanan dalam mulutnya terlalu banyak, ini semua gara-gara Rifa, harusnya ia terima kasih biar bagaimanapun ia sudah memainkan perannya dengan baik, dan membantu Rifa.


" Kamu kenapa " tanya Jesi kaget


" Tidak apa-apa ko Jesi, hanya tersedak " ucap Rifa sambil memberikan air pada Jesi.


.


.


.


.


Bersambung...


Mampir yu ke novel baru aku, ini berkisah tentang kisah cinta Leya dan Geri aku tulis di novel terbaruku... berjudul " Dendam Jadi cinta " ikuti terus kisahnya.


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz